Penulis Leila S Chudori memberikan paparan saat acara peluncuran buku Laut Bercerita edisi khusus cetak ulang ke-100 di Jakarta, Selasa (15/7/2025). (sumber gambar: Hypeabis.id/Fanny Kusumawardhani)

Cetak Ulang ke-100, Leila Chudori Rayakan Sewindu Laut Bercerita dengan Cover Baru

15 July 2025   |   19:04 WIB
Image
Prasetyo Agung Ginanjar Jurnalis Hypeabis.id

Novelis Leila Chudori kembali merayakan sewindu lahirnya novel Laut Bercerita dengan cover baru. Novel peraih penghargaan SEA Write Award pada 2020 itu, dicetak ulang dengan sampul baru yang lebih artistik dan filosofis, hasil desain Aditya Putra dan Shafira Hanum. 

Keistimewan dari cetak ulang kali ini adalah hadir dengan bonus sticker, ilustrasi, dan proses pembuatan naskah. Novel setebal 336 halaman itu, dapat dikoleksi oleh penggemar dengan membelinya di toko buku kesayangan. 

Editor Senior Bidang Sastra GPU,Christina M Udiani mengatakan pada cetak ulang kali ini pihaknya akan mencetak sekitar 5.000 eksemplar. Keunikan lain dari cetak ulang kali ini adalah dibungkus dengan sampul yang didesain khusus layaknya sebuah map. 

Baca juga: Review Novel Terbaru Karya Leila S. Chudori, Namaku Alam 

Christin menjelaskan, cetak ulang ke-100 merupakan hal yang sebelumnya tak direncanakan oleh sang penulis. Akan tetapi, beberapa waktu terakhir, terutama sejak pandemi, banyak anak muda yang mulai tertarik mempelajari sejarah dari kisah dalam buku ini.

"Terlepas dari kekuatan cerita, ada juga peristiwa politik yang mungkin membuat masyarakat membaca buku ini. Ada juga peran medsos yang cukup berpengaruh," katanya saat peluncuran buku cetak ulang Laut Bercerita, di Gramedia Jalma, Jakarta, (15/7/25).

Setali tiga uang, Leila mengatakan bahwa dia juga tidak menyangka bahwa karyanya bisa dicetak hingga ke-100 kalinya. Dia mencontohkan, novelnya yang lain, seperti Pulang (2012) yang lebih dulu terbit baru dicetak ulang sebanyak 37 kali. Artinya, Laut Bercerita memiliki segmen pembacanya sendiri. 

Dari segi tampilan, Leila mengungkap, berbeda dari edisi sebelumnya yang dicetak hard cover, kali ini novel Laut Bercerita, tampil layaknya sebuah map atau amplop. Metafora ini, dibuat sebagai bentuk berkas upaya pencarian para aktivis yang hingga saat ini raib pasca-tragedi 1998. 

"Di dalam imajinasi kami, amplop ini isinya pelbagai informasi jejak laut dan kawan-kawannya semasa mereka masih berada di antara kita hingga mereka hilang," katanya.

Lebih lanjut lewat edisi ini dia membayangkan bahwa simbol map dengan berkas di dalamnya juga mencerminkan langkah Asmara Jati dan tim Aswin Pradana sebagai bentuk pencarian serius yang membutuhkan bantuan berbagai pihak, termasuk pemerintah.

"Dengan begitu, edisi khusus ini tidak hanya hadir sebagai karya fiksi, tetapi juga sebagai artefak jurnalistik,” imbuhnya. 

Novel Laut Bercerita berkisah tentang persahabatan dan cinta yang diceritakan dari sudut pandang dua tokoh, yakni Biru Laut, dan Asmara Jati. Kedua karakter tersebut adalah kakak beradik yang melalui narasi mereka akan membawa pembaca memasuki sebelum reformasi 1998. 

Dalam ini Genhype akan diajak menyelami sejarah Indonesia termasuk hilangnya para aktivis pada era Orde Baru, serta pencarian mereka yang hingga saat ini belum ditemukan secara jelas di mana rimbanya, bahkan setelah lebih dari seperempat abad. 

Pada 2020, Laut Bercerita juga sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh John H.McGlynn menjadi The Sea Speaks His Name dan diterbitkan oleh Penguin Random House South-east Asian (S.E.A).

Peluncuran novel ini juga disertai penayangan film pendek Laut Bercerita yang disutradarai Pritagita Arianegara, produksi Yayasan Dian Sastrowardoyo dan Cineria Films, yang nantinya akan diputar di Cinema XXI Plaza Indonesia pada 18 Juli 2025.

Lain dari itu, juga ada diskusi dengan Leila S. Chudori (penulis), Pritagita Arianegara (sutradara), Gita Fara (produser), dan Lilik HS (mantan aktivis Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi/SMID dan Partai Rakyat Demokratik/PRD), dipandu Nathalie Indry. 

Baca juga: Resensi Novel Katri, Catatan Perempuan Korban Politik yang Bertahan Menantang Zaman 

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor:

SEBELUMNYA

5 Bahan Alami untuk Perawatan Diri & Kecantikan

BERIKUTNYA

Ketika Festival Jazz Tak Lagi Menyuguhkan Genre Musik Semata

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga