Produser Manoj Punjabi (tengah) bersama sutradara Hanung Bramantyo dan pemain film La Tahzan (Sumber gambar: Chelsea Venda/Hypeabis.id)

Produser Manoj Punjabi Pastikan Film La Tahzan Tidak Mengulang Formula Ipar Adalah Maut

14 July 2025   |   19:35 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Produser Manoj Punjabi menegaskan bahwa film La Tahzan: Cinta, Dosa, Luka tidak mengulang formula cerita dari film yang juga diproduksi sebelumnya, yakni Ipar Adalah Maut. Meski sama-sama menyoroti persoalan rumah tangga, Manoj menekankan bahwa pendekatan cerita dan pesan yang dibawa di film ini berbeda.

Manoj mengatakan bila dilihat dari permukaan, mungkin film La Tahzan dan Ipar Adalah Maut tampak memiliki plot yang serupa. Namun, film La Tahzan akan tampil dengan sudut pandang naratif yang lebih reflektif dan spiritual.

Baca juga: Film La Tahzan Garapan Hanung Bramantyo Dijadwalkan Tayang di Bioskop 14 Agustus 2025

"Kalau Anda nanti lihat filmnya, ini emosinya akan sangat tinggi. Enggak akan ketebak twist-nya ke mana. Ini jelas sesuatu yang beda dari Ipar Adalah Maut. Ketika selesai ditonton, kita akan menemukan makna baru itu, tapi saya enggak bisa ngomong sekarang," ungkap Manoj.

Menurut Manoj, salah satu bagian paling krusial dari film ini terletak pada Act 3. Dalam struktur naratif film, Act 3 merupakan babak penutup yang dikenal sebagai tahap resolusi atau penyelesaian.

Di sinilah konflik utama mencapai klimaks dan akhirnya menemukan titik penyelesaian. Pada fase ini pula, pertanyaan dramatis yang muncul di awal cerita mendapatkan jawabannya, sementara tokoh utama harus menghadapi konsekuensi dari setiap pilihan dan tindakan yang telah mereka ambil.

Hingga sekarang, Manoj mengaku masih kagum dengan cara film ini ditulis. Menurutnya, film ini akan menjadi satu sajian genre drama baru yang menarik bagi penonton Indonesia. Sebab, rasa yang dihadirkan begitu kompleks, dari senang, tegang, marah, hingga haru. 

"Formula di Act 3 ini akan bikin kita wow, gue nonton apa nih, berani juga ya," imbuh Manoj.

Menoj mengatakan film La Tahzan memang berada di level yang berbeda. Drama dan karakter di dalamnya digarap lebih dalam. "Jadi bagi saya, hasil syuting waktu diedit akan 2 sampai 3 level up dari Ipar adalah Maut," tegasnya.

Sementara itu, sutradara Hanung Bramantyo menyebut film La Tahzan bukan sekadar menawarkan drama perselingkuhan. Sebab, kata Hanung, di balik isu perselingkuhan sebenarnya ada hal lain yang akan dibahas mendalam di dalam film ini.

"Saya bukan menerima film karena oh yang ramai kemarin perselingkuhan, jadi saya bikin lagi. Lebih dari materi, ini tentang kenapa sih ini penting diangkat. Saya selalu berangkat dari situ," tuturnya.

Hanung mengatakan di balik isu perselingkuhan yang diangkat, sebenarnya dirinya ingin menarik masalah ini ke sesuatu yang lebih dalam. Namun, hal itu, katanya, baru bisa diketahui setelah menontonnya.

Menurutnya, perselingkuhan merupakan satu indikasi yang besar dalam hubungan kita dengan banyak hal, bukan hanya ke istri, melainkan juga Tuhan. Dia menyebut isu orang ketiga yang diangkat bukan sekadar karena dilandasi nafsu atau komitmen semata.

Film ini akan kembali menampilkan Deva Mahenra sebagai pemeran utama, setelah sukses lewat film fenomenal Ipar Adalah Maut tahun lalu. Kali ini, Deva akan bermain dengan dua aktris kenamaan, Marshanda dan Ariel Tatum.

Selain itu, sejumlah aktor ternama lain juga akan bergabung mengisi karakter-karakter di dalamnya, termasuk Rachel Mikhayla, Mikael, Asri Welas, Benidictus Siregar, Aditya Elmand, Patricia Gouw, Reza Nangin, Rukman Rosadi, dan Elma Theana.

La Tahzan adalah film adaptasi dari kisah viral Elizasyifaa. Ini merupakan cerita keduanya yang diangkat ke layar lebar oleh MD Pictures setelah Ipar adalah Maut. Mengangkat tema cinta, dosa, dan luka, La Tahzan masih bercerita seputar kehidupan orang ketiga dalam sebuah keluarga yang harmonis.

Film ini bercerita tentang Alina yang memiliki keluarga harmonis dan penuh cinta. Akan tetapi, dia tak menyangka kehadiran pengasuh baru di rumahnya akan menjadi sebuah ancaman besar. 

Kini, Alina dihadapkan pada pilihan untuk melepaskan atau berjuang mempertahankan keutuhan keluarganya. Kehadiran orang ketiga di keluarganya telah membuat situasi jadi tak sesuai dengan harapan awal saat pertama memutuskan untuk menikah. 

Baca juga: Marshanda Comeback ke Dunia Tarik Suara, Isi Ost Film La Tahzan

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 

SEBELUMNYA

Mengenal Multiple Sclerosis, Penyakit Autoimun Langka yang Rentan Terlambat Dideteksi

BERIKUTNYA

Tren Kewirausahaan Terus Meningkat Seiring Sulitnya Mencari Kerja

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: