RDF Plant Rorotan Tambah Teknologi Baru untuk Kendalikan Potensi Bau Pengelolaan Sampah
14 July 2025 |
09:35 WIB
Selain memastikan Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Jakarta yang ada di Rorotan siap beroperasi secara bertahap, Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menambah sejumlah fasilitas dan teknologi pengelolaan sampah guna memberikan rasa nyaman kepada warga sekitar.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap fasilitas RDF Plant Rorotan. Sejumlah fasilitas penting juga telah ditambahkan guna memastikan beroperasi secara aman dan meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan.
“Pemerintah telah melakukan seluruh proses perbaikan secara komprehensif,” ujarnya dalam siaran pers, dikutip pada Senin (14/7/2025).
Baca juga: 5 Komunitas dan NGO yang Fokus pada Penanganan Sampah di Indonesia
Asep menuturkan, berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah merupakan bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas pengelolaan sampah di Jakarta yang modern, aman, efisien, berkelanjutan, serta tidak menimbulkan dampak bagi masyarakat sekitar fasilitas.
Teknologi tambahan yang terdapat di RDF Plant Rorotan adalah 3 unit deodorizer untuk mengendalikan potensi bau di area proses, gudang produk, dan area residu. Penambahan deodorizer ini menjadi salah satu bagian penting yang ada dalam RDF Plant agar operasionalnya tidak mengganggu kenyamanan warga sekitar.
Selain itu, pemerintah juga telah menambahkan sistem pengendalian gas buang. Sistem itu meliputi baghouse filter untuk menyaring partikel debu, wet scrubber kedua untuk menyisihkan polutan gas, wet electrostatistic precipitator untuk menangkap partikulat halus dan kabut pada gas buang, serta alat carbon active yang mampu menyerap senyawa kimia berbahaya dalam gas buang.
Alat induced draft fan kedua juga menjadi bagian dalam penambahan yang dilakukan oleh pemerintah provinsi DKI Jakarta untuk mengoptimalkan aliran gas menuju cerobong. “Selain itu, dua alat eksisting juga telah kami modifikasi, yakni wet scrubber dan cerobong, agar emisi yang dilepaskan ke udara benar-benar aman dan memenuhi baku mutu lingkungan,” tambahnya.
Dia menambahkan, RDF Plant Rorotan menjadi wujud transisi Jakarta menuju pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan. Melalui sistem pengendalian yang sudah diperkuat, pemerintah berharap RDF Plant Rorotan akan beroperasi secara optimal. Tidak hanya itu, mereka juga berharap RDF Plant menjadi contoh pengelolaan sampah modern perkotaan di Indonesia.
Untuk diketahui, teknologi pengolahan sampah RDF memiliki keunggulan dibandingkan teknologi-teknologi lainnya, yakni biaya investasi dan operasional yang cukup efisien. Fasilitas pengelolaan sampah itu memiliki kapasitas 2.500 ton per hari dengan hasil RDF sebesar 35 persen-40 persen.
Kemudian, material daur ulang berupa logam sebanyak 1 persen-2 persen dan 15 persen dalam bentuk residu seperti beling, kerikil, pasir dan keramik. Selebihnya, hasil dari pengelolaan sampah itu merupakan air lindi dan kadar air terhadap sampah yang dapat menguap dalam proses pengeringan.
RDF Plant Jakarta akan melayani 16 kecamatan di Provinsi DKI Jakarta. Terdiri dari seluruh kecamatan wilayah Jakarta Utara yang meliputi 4 kecamatan, yakni Cilincing, Kelapa Gading, Koja, Tanjung Priok, Pademangan, dan Penjaringan. Lalu, 4 kecamatan di Jakarta Pusat, yaitu Cempaka Putih, Kemayoran, Johar Baru, dan Senen, serta enam kecamatan di Jakarta Timur, yakni Cakung, Pulogadung, Duren Sawit, Jatinegara, Matraman, dan Makasar.
Baca juga: Eko Nugroho x Coach Hadirkan Instalasi T-Rex Lucu dari Sampah Plastik
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap fasilitas RDF Plant Rorotan. Sejumlah fasilitas penting juga telah ditambahkan guna memastikan beroperasi secara aman dan meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan.
“Pemerintah telah melakukan seluruh proses perbaikan secara komprehensif,” ujarnya dalam siaran pers, dikutip pada Senin (14/7/2025).
Baca juga: 5 Komunitas dan NGO yang Fokus pada Penanganan Sampah di Indonesia
Asep menuturkan, berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah merupakan bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas pengelolaan sampah di Jakarta yang modern, aman, efisien, berkelanjutan, serta tidak menimbulkan dampak bagi masyarakat sekitar fasilitas.
Teknologi tambahan yang terdapat di RDF Plant Rorotan adalah 3 unit deodorizer untuk mengendalikan potensi bau di area proses, gudang produk, dan area residu. Penambahan deodorizer ini menjadi salah satu bagian penting yang ada dalam RDF Plant agar operasionalnya tidak mengganggu kenyamanan warga sekitar.
Selain itu, pemerintah juga telah menambahkan sistem pengendalian gas buang. Sistem itu meliputi baghouse filter untuk menyaring partikel debu, wet scrubber kedua untuk menyisihkan polutan gas, wet electrostatistic precipitator untuk menangkap partikulat halus dan kabut pada gas buang, serta alat carbon active yang mampu menyerap senyawa kimia berbahaya dalam gas buang.
Alat induced draft fan kedua juga menjadi bagian dalam penambahan yang dilakukan oleh pemerintah provinsi DKI Jakarta untuk mengoptimalkan aliran gas menuju cerobong. “Selain itu, dua alat eksisting juga telah kami modifikasi, yakni wet scrubber dan cerobong, agar emisi yang dilepaskan ke udara benar-benar aman dan memenuhi baku mutu lingkungan,” tambahnya.
Dia menambahkan, RDF Plant Rorotan menjadi wujud transisi Jakarta menuju pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan. Melalui sistem pengendalian yang sudah diperkuat, pemerintah berharap RDF Plant Rorotan akan beroperasi secara optimal. Tidak hanya itu, mereka juga berharap RDF Plant menjadi contoh pengelolaan sampah modern perkotaan di Indonesia.
Untuk diketahui, teknologi pengolahan sampah RDF memiliki keunggulan dibandingkan teknologi-teknologi lainnya, yakni biaya investasi dan operasional yang cukup efisien. Fasilitas pengelolaan sampah itu memiliki kapasitas 2.500 ton per hari dengan hasil RDF sebesar 35 persen-40 persen.
Kemudian, material daur ulang berupa logam sebanyak 1 persen-2 persen dan 15 persen dalam bentuk residu seperti beling, kerikil, pasir dan keramik. Selebihnya, hasil dari pengelolaan sampah itu merupakan air lindi dan kadar air terhadap sampah yang dapat menguap dalam proses pengeringan.
RDF Plant Jakarta akan melayani 16 kecamatan di Provinsi DKI Jakarta. Terdiri dari seluruh kecamatan wilayah Jakarta Utara yang meliputi 4 kecamatan, yakni Cilincing, Kelapa Gading, Koja, Tanjung Priok, Pademangan, dan Penjaringan. Lalu, 4 kecamatan di Jakarta Pusat, yaitu Cempaka Putih, Kemayoran, Johar Baru, dan Senen, serta enam kecamatan di Jakarta Timur, yakni Cakung, Pulogadung, Duren Sawit, Jatinegara, Matraman, dan Makasar.
Baca juga: Eko Nugroho x Coach Hadirkan Instalasi T-Rex Lucu dari Sampah Plastik
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.