Penanganan Sampah (Sumber Foto: Freepik)

5 Komunitas dan NGO yang Fokus pada Penanganan Sampah di Indonesia

15 March 2025   |   08:32 WIB
Image
Kintan Nabila Jurnalis Hypeabis.id

Masyarakat Indonesia mulai meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah untuk menjaga alam dan lingkungan hidup. Berbagai komunitas dan organisasi non-pemerintah (NGO) telah banyak bermunculan untuk mengatasi permasalahan ini. Mereka berperan aktif dalam edukasi, advokasi, dan aksi nyata untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

Salah satu contoh inspiratif adalah Pandawara Group yang baru-baru ini diundang Presiden Prabowo Subianto ke istana. Ini adalah sebuah komunitas yang berhasil menarik perhatian publik melalui aksi-aksi berani mereka dalam penanganan sampah. Selain Pandawara, masih banyak sejumlah komunitas dan NGO lain yang juga berkontribusi signifikan dalam upaya pengelolaan sampah di Indonesia, berikut di antaranya. 

Baca juga: Inovasi Kelola Sampah, Pelajar Bali Jadi Juara Change it Challenge Australia
 

1. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI)

WALHI merupakan organisasi gerakan lingkungan hidup terbesar di Indonesia. Jumlah anggotanya sebanyak 487 organisasi dari unsur organisasi non pemerintah dan organisasi pencinta alam, serta 203 anggota individu yang tersebar di 28 provinsi di Indonesia.

Sejak 1980 sampai saat ini, WALHI secara aktif mendorong upaya-upaya penyelamatan dan pemulihan lingkungan hidup di Indonesia. Namun, perjuangan tersebut dari hari ke hari makin dihadapkan dengan tantangan yang berat. 

Eksploitasi dan pengerukan sumber daya alam yang tiada habisnya berujung pada krisis lingkungan hidup. Ini kemudian mempengaruhi tatanan kehidupan ekonomi, sosial dan budaya yang pada akhirnya meningkatkan ancaman kerentanan keselamatan dan kehidupan seluruh warga negara, baik di perdesaan maupun perkotaan.


2. Indonesia Solid Waste Association (InSWA)

InSWA merupakan organisasi profesi yang bergerak di bidang manajemen dan teknologi pengelolaan sampah. Didirikan di Jakarta pada 28 Oktober 2003, InSWA berorientasi nirlaba, non partisan dan indenpenden dengan tujuan utama menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat melalui pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

InSWA aktif dalam memberikan pendampingan kepada komunitas untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan dalam pengelolaan sampah, melalui workshop dan pelatihan.

Selain itu juga melakukan berbagai kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti perusahaan ritel Super Indo untuk mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai. Mereka juga bekerjasama dengan Yayasan PERISAI dan Pengelola stasiun Manggarai menyelenggarakan sosialisasi pengelolaan sampah masker kepada masyarakat khususnya pengguna tranportasi commuter line.


3. Zero Waste Indonesia (ZWID)

Zero Waste Indonesia (ZWID) menjadi wadah bagi individu, aktivis lingkungan, dan komunitas yang peduli akan kelestarian lingkungan hidup. Komunitas ini mengedukasi dan menginspirasi masyarakat Indonesia dalam menerapkan gaya hidup zero waste, yaitu gaya hidup yang berupaya meminimalkan produksi sampah dan dampak negatifnya terhadap lingkungan.

Manusia hidup di lingkungan dimana barang-barang sekali pakai digunakan terus menerus. Tanpa disadari, lautan tercemar, dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) ditinggalkan dengan miliaran ton sampah yang tidak dapat terurai selama ratusan tahun dan tidak dapat didaur ulang. Gerakan zero waste benar-benar dperlukan untuk menjaga masa depan ekosistem, mulai dari rumah, mulai dari diri sendiri.


4. Waste4Change

Waste4Change didirikan oleh Mohamad Bijaksana Junerosano dengan nama PT Wasteforchange Alam Indonesia pada 2014. Ide ini pertama kali tercetus dari diskusi antara PT Greeneration Indonesia & Ecobali (PT Bumi Lestari Bali) untuk membentuk perusahaan pengelolaan sampah yang memiliki misi mengurangi jumlah sampah yang berakhir di TPA.

Badan ini menyediakan riset berbasis data serta masukan dari ahli-ahli persampahan di tingkat lokal dalam rangka mengoptimalkan solusi pengelolaan sampah. Memfasilitasi program sosialisasi dan edukasi antar pemangku kepentingan untuk menciptakan perubahan ekosistem dalam rangka mewujudkan Ekonomi Sirkular.

Memfasilitasi klien dengan pengangkutan sampah terpilah, tempat sampah terpilah, serta laporan mengenai alur sampah. Memproses sampah yang terkumpul dengan cara yang bertanggung jawab untuk diubah menjadi material daur ulang. 


5. Pandawara Group

Pandawara adalah kelompok penggerak dan influencer alias pemengaruh yang berfokus pada permasalahan sampah dan kebersihan lingkungan. Kelompok ini terdiri dari lima orang pemuda asal Kopo, Bandung, yaitu Agung Permana, Gilang Rahma, Muhammad Ihsan Kamil, Rafla Pasya, dan Rifki Sa'dulah.

Baca juga: Eko Nugroho x Coach Hadirkan Instalasi T-Rex Lucu dari Sampah Plastik

Pandawara mulai mendapatkan banyak perhatian masyarakat setelah mereka membagikan konten video pembersihan sampah dari sungai melalui TikTok dan media sosial lainnya, dan hingga sekarang konsisten melakukan aksi bersih-bersih sampah di berbagai tempat, khususnya di Bandung.

Mereka juga rajin melakukan kampanye ke sekolah-sekolah untuk menggugah kesadaran generasi muda agar berpartisipasi dalam aksi penanganan sampah yang digelar secara berkelanjutan, sebagai bentuk upaya menjaga habitat hidup dan kelestarian alam.

SEBELUMNYA

Profil Dario Vitale, Chief Creative Officer Baru Versace

BERIKUTNYA

Durasi Puasa di Belahan Bumi Selatan Lebih Pendek dari Utara

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga