Ilustrasi (Dok. Jasmin Sessler/Unsplash)

Genhype, Ini Loh Alasan Kenapa Membakar Sampah Itu Berbahaya

28 September 2021   |   19:55 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Pengelolaan sampah masih menjadi salah satu persoalan yang serius di Indonesia. Masih banyak masyarakat yang tidak memiliki akses pengangkutan sampah sehingga opsi pembakaran sampah kerap menjadi solusi instan. Alih-alih mengatasi sampah, pembakaran sampah justru membuat persoalan lain bagi lingkungan.

Seperti dilansir dari Scientific American, Selasa (28/9), sekitar 40 persen atau setara dengan 1,1 miliar ton sampah di dunia dibakar di tempat terbuka. Di Indonesia, hampir 60 persen rumah tangga menyatakan bahwa membakar sampah adalah cara terbaik dalam mengelola sampah.

Meskipun terlihat praktis, praktik membakar sampah justru dapat menimbulkan asap yang berbahaya bagi tubuh, seperti karbondioksida (CO2) yang 15 kali lipat lebih berbahaya dari senyawa gas metana yang dihasilkan sampah organik. Dengan kata lain, pembakaran ini lebih berbahaya daripada membiarkan sampah terurai dengan sendirinya.

Emisi akibat pembakaran sampah yang tidak terkendali ini akhirnya menghasilkan senyawa karsinogenik seperti PCDDs dan PCDFs yang dihasilkan plastik seperti PVC dan jenis plastik lainnya. Senyawa ini bisa menimbulkan gangguan pernapasan akut hingga kanker paru-paru.
 

Ilustrasi (Dok. Hermes Rivera/Unsplash)

Ilustrasi (Dok. Hermes Rivera/Unsplash)

Selain itu, pembakaran sampah juga bisa memicu kebakaran dan hujan asam. Pada tahun 2019, terjadi kebakaran di hutan gunung Bentar Probolinggo Jawa Timur diduga akibat ulah masyarakat yang sengaja membakar sampah tanpa pengawasan. Api pembakaran itu pun merambat ke tanaman gunung dan membuat ekosistem di kawasan hutan menjadi rusak.

Tak hanya itu, pembakaran sampah di ruang terbuka juga bisa menimbulkan fenomena hujan asam karena adanya sulfat di atmosfer yang menghasilkan hidrogen sulfida (H2S) dan mengandung logam berat, yang dapat meningkatkan pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan.

Adapun, salah satu penyebab masih banyaknya praktik pembakaran sampah adalah masih minimnya ketersediaan tempat pembuangan sampah (TPS) di seluruh desa di Indonesia. Data Potensi Desa (PODES) 2018 oleh BPS menunjukkan bahwa dari 83.931 desa yang ada hanya 16.005 yang memiliki TPS.

Tetapi yang paling penting dari pengelolaan sampah adalah mengurangi sampah itu sendiri, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, membiasakan membawa wadah sendiri, mengompos, dan lainnya.


Editor: Avicenna

SEBELUMNYA

Terlalu Banyak Tidur Siang Bisa Sebabkan Risiko Ini Loh

BERIKUTNYA

Absen 2 Tahun, Festival Dreamville Kembali Diadakan Tahun Depan

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: