Kemenbud Luncurkan GSMS & BBM untuk Jembatani Dunia Seni & Pendidikan
10 July 2025 |
15:15 WIB
Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia secara resmi meluncurkan dua program terbarunya untuk memperkuat sinergi antara dunia seni dan pendidikan nasional. Kedua program tersebut adalah Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) dan Belajar Bersama Maestro (BBM).
Melalui program ini, Kemenbud ingin mendekatkan siswa dengan dunia seni secara langsung melalui kehadiran para seniman dan maestro di lingkungan pendidikan. Program GSMS dirancang untuk menghadirkan seniman ke sekolah-sekolah sebagai pendamping dalam kegiatan seni budaya.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan GSMS akan lebih menyasar pada para pelajar di jenjang pendidikan dasar dan menengah. Sementara itu, BBM akan difokuskan pada para mahasiswa di tingkat pendidikan tinggi.
Baca Juga: Ekosistem Seni Rupa Indonesia Kiwari: Tatkala Negara, Pasar, dan Media Bertemu
"Belajar Bersama Maestro merupakan salah satu program prioritas Kementerian Kebudayaan untuk menghubungkan langsung antara ekosistem kebudayaan dengan ekosistem pendidikan dasar dan menengah di Indonesia," ungkapnya.
Menbud mengatakan nantinya melalui program ini para siswa yang terpilih melalui seleksi akan diberi kesempatan untuk belajar langsung dengan para maestro dan tokoh seni budaya yang telah mendedikasikan hidupnya untuk menjaga, mengembangkan, dan mewariskan nilai-nilai luhur bangsa. Dirinya ingin dua program ini menjadi jembatan penting agar seni tidak terpisah dari dunia pendidikan formal.
"Dengan kehadiran seniman ke sekolah, siswa tidak hanya belajar seni sebagai teori, tapi juga menghidupi semangatnya, memahami konteks budayanya, merasakan nilai-nilai spiritual, estetika, sosial, dan praktik seni tersebut langsung di tempat masing-masing," imbuhnya.
Menurut Menbud, mulai tahun ini, program GSMS turut memperkuat prinsip inklusivitas dunia pendidikan bahwa setiap peserta didik berhak mendapatkan pendidikan juga kesenian dan kebudayaan secara menyeluruh.
Dirinya berharap program Belajar Bersama Maestro dan Gerakan Seniman Masuk Sekolah ini bisa menjadi upaya untuk mentransfer pengetahuan, keterampilan, keahlian, keluhuran nilai-nilai budaya kepada generasi muda. Selain itu, esensi dari program ini bukan semata-mata mencetak generasi seniman, melainkan menanamkan pemahaman, penghargaan, dan nilai-nilai luhur dari seni dan budaya. Harapannya, nilai-nilai itu akan tetap melekat hingga dewasa dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Tahun 2025 menandai pelaksanaan GSMS yang ke-8. Pada edisi ini, pihaknya akan melibatkan 220 seniman dan 224 sekolah yang terdiri atas 89 SD, 91 SMP, 42 SMA/SMK, dan 2 SLB dari 27 pemerintah daerah, meliputi 5 provinsi, 5 kota, dan 17 kabupaten. Kegiatan ini akan berlangsung mulai 28 Juli hingga 28 November 2025.
Sementara itu, program BBM tahun ini diikuti oleh 60 seniman muda berusia 18–25 tahun. Mereka terpilih dari 573 pendaftar dari 189 perguruan tinggi di 31 provinsi. Para peserta BBM akan mulai menjalani residensi pada 20 Juli nanti hingga 18 Agustus 2025 di enam bidang seni.
Para seniman muda ini akan dibimbing langsung oleh maestro Indonesia, yaitu sastra bersama Gus TF Sakai (Padang Panjang), pedalangan bersama Ki Purbo Asmoro (Solo), teater bersama Iman Soleh (Bandung), tari bersama Didik Nini Thowok (Yogyakarta), musik keroncong bersama Sundari Soekotjo (Jakarta), dan seni lukis bersama Nasirun (Yogyakarta).
Baca Juga: Simak Kiat Menulis Artikel Feature Seni Budaya yang Menarik & Enak Dibaca
Melalui program ini, Kemenbud ingin mendekatkan siswa dengan dunia seni secara langsung melalui kehadiran para seniman dan maestro di lingkungan pendidikan. Program GSMS dirancang untuk menghadirkan seniman ke sekolah-sekolah sebagai pendamping dalam kegiatan seni budaya.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan GSMS akan lebih menyasar pada para pelajar di jenjang pendidikan dasar dan menengah. Sementara itu, BBM akan difokuskan pada para mahasiswa di tingkat pendidikan tinggi.
Baca Juga: Ekosistem Seni Rupa Indonesia Kiwari: Tatkala Negara, Pasar, dan Media Bertemu
"Belajar Bersama Maestro merupakan salah satu program prioritas Kementerian Kebudayaan untuk menghubungkan langsung antara ekosistem kebudayaan dengan ekosistem pendidikan dasar dan menengah di Indonesia," ungkapnya.
Menbud mengatakan nantinya melalui program ini para siswa yang terpilih melalui seleksi akan diberi kesempatan untuk belajar langsung dengan para maestro dan tokoh seni budaya yang telah mendedikasikan hidupnya untuk menjaga, mengembangkan, dan mewariskan nilai-nilai luhur bangsa. Dirinya ingin dua program ini menjadi jembatan penting agar seni tidak terpisah dari dunia pendidikan formal.
"Dengan kehadiran seniman ke sekolah, siswa tidak hanya belajar seni sebagai teori, tapi juga menghidupi semangatnya, memahami konteks budayanya, merasakan nilai-nilai spiritual, estetika, sosial, dan praktik seni tersebut langsung di tempat masing-masing," imbuhnya.
Menurut Menbud, mulai tahun ini, program GSMS turut memperkuat prinsip inklusivitas dunia pendidikan bahwa setiap peserta didik berhak mendapatkan pendidikan juga kesenian dan kebudayaan secara menyeluruh.
Dirinya berharap program Belajar Bersama Maestro dan Gerakan Seniman Masuk Sekolah ini bisa menjadi upaya untuk mentransfer pengetahuan, keterampilan, keahlian, keluhuran nilai-nilai budaya kepada generasi muda. Selain itu, esensi dari program ini bukan semata-mata mencetak generasi seniman, melainkan menanamkan pemahaman, penghargaan, dan nilai-nilai luhur dari seni dan budaya. Harapannya, nilai-nilai itu akan tetap melekat hingga dewasa dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Tahun 2025 menandai pelaksanaan GSMS yang ke-8. Pada edisi ini, pihaknya akan melibatkan 220 seniman dan 224 sekolah yang terdiri atas 89 SD, 91 SMP, 42 SMA/SMK, dan 2 SLB dari 27 pemerintah daerah, meliputi 5 provinsi, 5 kota, dan 17 kabupaten. Kegiatan ini akan berlangsung mulai 28 Juli hingga 28 November 2025.
Sementara itu, program BBM tahun ini diikuti oleh 60 seniman muda berusia 18–25 tahun. Mereka terpilih dari 573 pendaftar dari 189 perguruan tinggi di 31 provinsi. Para peserta BBM akan mulai menjalani residensi pada 20 Juli nanti hingga 18 Agustus 2025 di enam bidang seni.
Para seniman muda ini akan dibimbing langsung oleh maestro Indonesia, yaitu sastra bersama Gus TF Sakai (Padang Panjang), pedalangan bersama Ki Purbo Asmoro (Solo), teater bersama Iman Soleh (Bandung), tari bersama Didik Nini Thowok (Yogyakarta), musik keroncong bersama Sundari Soekotjo (Jakarta), dan seni lukis bersama Nasirun (Yogyakarta).
Baca Juga: Simak Kiat Menulis Artikel Feature Seni Budaya yang Menarik & Enak Dibaca
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.