Aktris Tara Basro. (Sumber gambar: Hypeabis.id/Luke Andaresta)

Cerita Tara Basro dan Kecintaannya Membaca Buku

09 July 2025   |   18:05 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Di tengah masifnya perkembangan teknologi digital dan riuhnya media sosial, bagi sebagian orang membaca buku tetap menjadi keasyikan tersendiri. Hal itu pula yang dirasakan oleh aktris Tara Basro. Dia masih bersetia untuk membaca buku, hingga menjadikannya sebagai rutinitas yang dilakukan di sela-sela kesibukannya.

Tara mengatakan di tengah era yang serba digital saat ini, dia mengaku lebih memilih untuk membaca buku fisik. Menurutnya, membaca buku fisik memberikan sensasi pengalaman tersendiri yang langsung bisa dirasakan oleh indera, baik itu sentuhan ataupun aroma buku.

Baca juga: Resensi Buku Pacar Merah Indonesia, Kisah Spionase Tan Malaka dalam Balutan Fiksi Sejarah

"Aku tetap pilih buku [fisik]. Sensasinya beda aja gitu. Enggak ada lampu [cahaya monitor] yang bikin sakit mata, dan enak aja gitu pegang dan wangi bukunya. Apalagi kalau buku-buku yang kertasnya spesial gitu, aku apresiasi dan suka banget," katanya saat ditemui di acara pembukaan Gramedia Jalma di Jakarta, baru-baru ini.
 

Aktris Tara Basro. (Sumber gambar: Hypeabis.id/Luke Andaresta)

Aktris Tara Basro. (Sumber gambar: Hypeabis.id/Luke Andaresta)


Aktris berusia 35 tahun itu mengaku bisa mendapatkan banyak manfaat dari membaca buku. Salah satu benefit yang paling dirasakannya ialah membantu dirinya untuk bisa belajar bahasa Indonesia yang baik dan benar, plus ragam kosa kata yang mungkin selama ini belum pernah diketahuinya. Termasuk, membantu untuk mengasah kreativitas.

Tak heran, Tara pun menjadi salah satu figur publik yang mengoleksi buku-buku bacaan di rumahnya. Dia juga mengaku kerap pergi ke toko buku, baik untuk membeli buku, ataupun bersantai menghabiskan waktu luang dengan mencari toko buku yang nyaman dan bikin betah berlama-lama di dalamnya.

"Aku masih punya banyak banget PR untuk menyelesaikan buku-buku yang sudah aku beli. Biasanya kalau ke toko buku aku lihat-lihat, terus aku foto dulu. Karena aku berjanji sama diri sendiri, aku harus habisin dulu buku-buku yang di rumah, baru beli buku baru," kata aktris pemeran film Pengabdi Setan (2017) itu.
 

Aktris Tara Basro. (Sumber gambar: Hypeabis.id/Luke Andaresta)

Aktris Tara Basro. (Sumber gambar: Hypeabis.id/Luke Andaresta)

Ketika ditanya sedang membaca buku apa, Tara menyebut novel Arok Dedes (1999) karya Pramoedya Ananta Toer. Novel tersebut menceritakan sejarah perlawanan dan pemberontakan Ken Arok terhadap pemerintahan Akuwu Tumampel, Tunggul Ametung. Dalam buku ini, Pram secara jelas mengungkap kondisi sosial politik pada masa itu.

Selain itu, Tara juga mengaku sedang membaca novel Ronggeng Dukuh Paruk (1982) karya Ahmad Tohari. Novel ini bercerita tentang kisah cinta antara Srintil, seorang penari ronggeng, dan Rasis, teman sejak kecil Srintil yang berprofesi sebagai tentara. Kisahnya berlatar di Dukuh Paruk, desa kecil yang dirundung kemiskinan, kelaparan, dan kebodohan. Latar waktu yang diangkat dalam novel ini adalah tahun 1960-an yang penuh gejolak politik.

"Aku suka dengan novel-novel itu karena bisa belajar tentang sejarah dan situasi negara kita di keadaan tertentu gitu. Buat aku tuh kaya masuk ke mesin waktu," ucapnya.

Bagi Tara, membaca karya-karya klasik dari para penulis Indonesia menjadi tuntutan tersendiri bagi dirinya. Menurutnya, nama-nama seperti Pramoedya, Ahmad Tohari, dan penulis-penulis legendaris lainnya sedikit banyaknya menjadi inspirasi untuk penulis yang lebih muda saat ini. "Jadi aku kepengen tau secara lengkapnya penulis Indonesia itu seperti apa sih," imbuhnya.

Aktris pemilik nama asli Andi Mutiara Pertiwi Basro itu bercerita salah satu waktu favoritnya untuk membaca buku ialah ketika sedang merasa suntuk atau butuh inspirasi. Sebagai pekerja di industri kreatif, Tara mengaku butuh terpapar dengan banyak buku yang erat kaitannya dengan bercerita. Hal itu juga yang membantunya untuk tetap bersemangat dalam berkarya.

"Kadang-kadang aku tuh kalau kerja kan sampai tengah malam terus pulang masih pengen baca. Kalau baca sampai tiba-tiba enggak berasa udah jam 5 pagi gitu," ungkapnya.

Tara pun punya cara tersendiri untuk menamatkan buku-buku yang dibacanya. Dia mengaku sering membaca beberapa buku secara berbarengan, alih-alih fokus menamatkannya satu per satu. Selain itu, dia juga selalu membawa buku kemana-mana, demi bisa segera menamatkan bacaannya.

Baca juga: Ketika Seni dan Science Jalan Beriringan Lewat Buku dan Pameran 39 is 0

"Kalau bisa ya dimana-mana baca buku gitu. Apalagi kita kan kalau di jalanan macet dan segala macam, itu adalah waktu yang tepat untuk terus baca aja," kata aktris peraih Piala Citra itu.

Ketika ditanya apakah tertarik untuk menjadi penulis, Tara mengaku untuk saat ini dia lebih senang hanya menjadi penikmat buku. "Kayanya enggak, jauh sih. Mungkin sekarang penikmat tapi kalau nulis enggak deh. Aku enggak tahu, tapi kalau sekarang sih belum," tambahnya.
 

SEBELUMNYA

Jadi Kurcaci di Dunia Nyata, Airbnb Bawa Pengalaman Hidup ala Smurf di Hutan Belgia

BERIKUTNYA

Kerja Sama Produksi, Jurus UMKM Menekan Modal & Tetap Kompetitif

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: