Kerja Sama Produksi, Jurus UMKM Menekan Modal & Tetap Kompetitif
09 July 2025 |
22:00 WIB
Kerja sama merupakan langkah penting bagi pelaku usaha kecil, mikro, dan menengah (UMKM) dalam menjalankan usaha yang dimilikinya. Selain lebih efisien dari segi biaya, langkah ini juga dapat memberdayakan banyak pihak. Namun, tetap dapat menjaga kualitas produk yang dihasilkan untuk dijual ke konsumen.
Anthony Widianto, pemilik usaha Kalon, mengatakan bahwa langkah kerja sama yang dilakukan oleh Kalon dalam memproduksi produk, tidak bisa dimungkiri lebih efisien jika dibandingkan dengan melakukannya sendiri pada saat ini.
“Karena kan kita di luar sisi penjualan harus ada pemasarannya Jadi, pemasaran juga membutuhkan dan menguras banyak waktu serta energi,” katanya kepada Hypeabis.id beberapa waktu lalu.
Baca juga: Ekspansi Bisnis Kuliner Jangan Hanya Andalkan Rasa, Siapkan Strateginya
Dengan kondisi itu, langkah menyerahkan produksi ke pihak lain menjadi yang terbaik untuk saat ini. Selain itu, modal yang diperlukan untuk memproduksi sendiri juga salah satu alasan lainnya mengingat membangun pabrik produksi tidak murah.
Dia pun mengungkapkan belum memiliki pikiran untuk melakukan produksi sendiri. Ketika membangun pabrik sendiri, langkah itu membuat masalah baru baginya. Fokus manajemen akan lebih terpecah dengan langkah itu.
Meskipun begitu, selektif dalam memilih partner untuk menghasilkan produk yang diinginkan adalah suatu keharusan. Jadi, langkah pertama yang harus diperhatikan ketika hendak bekerja sama dengan suatu pabrik adalah harus ada kecocokan dari segi kualitas.
Dia menuturkan, setiap pabrik memiliki kualitas yang berbeda antara satu dengan yang lain. Tidak hanya itu, setiap pabrik juga mempunyai keunggulannya. Sebagai contoh, pabrik A lebih cocok untuk produk diet. Sementara itu, pabrik B untuk menghasilkan produk pengembang badan.
Untuk mengetahui produk yang dihasilkan oleh partner cocok atau tidak adalah dengan memanfaatkan barang contoh terlebih dahulu untuk dicoba. Sebelum merilis produk yang akan dijual, manajemen biasanya akan mencoba ke 100 orang.
Dia mengatakan akan meluncurkan produk yang hendak dijual ketika angka kecocokan produk yang menjadi contoh dengan sampel mencapai 90 persen.
Pada saat ini, tempat pengolahan produk-produk yang dihasilkan oleh Kalon berada di Jawa Timur dan Jawa Barat. Keberadaan tempat pengolahan tersebut lantaran dekat dengan bahan baku yang dibutuhkan dalam pembuatannya.
Kalon merupakan brand wellness lokal yang didirikan pada 2021. Pada saat ini, jenama asli Indonesia ini telah memiliki sejumlah produk, seperti Sugar Wax, Kalon Tea, dan Sboost. Dalam satu bulan, mereka dapat menjual produk sekitar 150.000-200.000 secara daring.
Sementara itu, Marketing Manager dan Graphic Designer Bunama Store Sahal Lisanul Anwar mengungkapkan kerja sama yang dilakukan oleh Bunama dengan pihak lain terjadi ketika permintaan sudah melebihi stok yang dimiliki.
Dari sisi waktu, produksi sendiri akan kurang efisien untuk memenuhi permintaan ketika terjadi peningkatan signifikan. Jadi, Bunama Store melakukan kerja sama dengan garmen-garmen atau pabrik-pabrik yang ada di sekitar Bunama Store.
Saat mengajak pihak lain untuk berpartner memproduksi produk, ada beberapa kriteria yang memang harus dipenuhi. Di antara itu, kualitas menjadi yang paling utama. “Jadi, kan ada mungkin beberapa garmen atau misalkan kayak ternyata klasifikasinya tidak masuk dengan jahitan kita,” ujarnya.
Untuk diketahui, Bunama menghadirkan berbagai produk fesyen seperti hoodie, jaket varsity, dan t-shirt dengan desain yang terinspirasi dari tren global dan budaya, seperti seni Jepang. Salah satu produk ikoniknya adalah hoodie “Full Moon”.
Setiap hari, Bunama mampu memproduksi hingga 4.000 produk per hari, menggunakan bahan baku lokal dari Cigondewah dan sekitarnya. Dalam produksinya, mereka melibatkan sekitar 60 karyawan dan sejumlah konveksi di Majalaya dan Batujajar, Jawa Barat.
Sementara itu, merek ini mampu menjual 20.000 produk setiap bulan dengan memanfaatkan berbagai fitur, seperti video pendek, live streaming, dan beberapa kampanye.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Anthony Widianto, pemilik usaha Kalon, mengatakan bahwa langkah kerja sama yang dilakukan oleh Kalon dalam memproduksi produk, tidak bisa dimungkiri lebih efisien jika dibandingkan dengan melakukannya sendiri pada saat ini.
“Karena kan kita di luar sisi penjualan harus ada pemasarannya Jadi, pemasaran juga membutuhkan dan menguras banyak waktu serta energi,” katanya kepada Hypeabis.id beberapa waktu lalu.
Baca juga: Ekspansi Bisnis Kuliner Jangan Hanya Andalkan Rasa, Siapkan Strateginya
Dengan kondisi itu, langkah menyerahkan produksi ke pihak lain menjadi yang terbaik untuk saat ini. Selain itu, modal yang diperlukan untuk memproduksi sendiri juga salah satu alasan lainnya mengingat membangun pabrik produksi tidak murah.
Dia pun mengungkapkan belum memiliki pikiran untuk melakukan produksi sendiri. Ketika membangun pabrik sendiri, langkah itu membuat masalah baru baginya. Fokus manajemen akan lebih terpecah dengan langkah itu.
Meskipun begitu, selektif dalam memilih partner untuk menghasilkan produk yang diinginkan adalah suatu keharusan. Jadi, langkah pertama yang harus diperhatikan ketika hendak bekerja sama dengan suatu pabrik adalah harus ada kecocokan dari segi kualitas.
Dia menuturkan, setiap pabrik memiliki kualitas yang berbeda antara satu dengan yang lain. Tidak hanya itu, setiap pabrik juga mempunyai keunggulannya. Sebagai contoh, pabrik A lebih cocok untuk produk diet. Sementara itu, pabrik B untuk menghasilkan produk pengembang badan.
Untuk mengetahui produk yang dihasilkan oleh partner cocok atau tidak adalah dengan memanfaatkan barang contoh terlebih dahulu untuk dicoba. Sebelum merilis produk yang akan dijual, manajemen biasanya akan mencoba ke 100 orang.
Dia mengatakan akan meluncurkan produk yang hendak dijual ketika angka kecocokan produk yang menjadi contoh dengan sampel mencapai 90 persen.
Pada saat ini, tempat pengolahan produk-produk yang dihasilkan oleh Kalon berada di Jawa Timur dan Jawa Barat. Keberadaan tempat pengolahan tersebut lantaran dekat dengan bahan baku yang dibutuhkan dalam pembuatannya.
Kalon merupakan brand wellness lokal yang didirikan pada 2021. Pada saat ini, jenama asli Indonesia ini telah memiliki sejumlah produk, seperti Sugar Wax, Kalon Tea, dan Sboost. Dalam satu bulan, mereka dapat menjual produk sekitar 150.000-200.000 secara daring.
Sementara itu, Marketing Manager dan Graphic Designer Bunama Store Sahal Lisanul Anwar mengungkapkan kerja sama yang dilakukan oleh Bunama dengan pihak lain terjadi ketika permintaan sudah melebihi stok yang dimiliki.
Dari sisi waktu, produksi sendiri akan kurang efisien untuk memenuhi permintaan ketika terjadi peningkatan signifikan. Jadi, Bunama Store melakukan kerja sama dengan garmen-garmen atau pabrik-pabrik yang ada di sekitar Bunama Store.
Saat mengajak pihak lain untuk berpartner memproduksi produk, ada beberapa kriteria yang memang harus dipenuhi. Di antara itu, kualitas menjadi yang paling utama. “Jadi, kan ada mungkin beberapa garmen atau misalkan kayak ternyata klasifikasinya tidak masuk dengan jahitan kita,” ujarnya.
Untuk diketahui, Bunama menghadirkan berbagai produk fesyen seperti hoodie, jaket varsity, dan t-shirt dengan desain yang terinspirasi dari tren global dan budaya, seperti seni Jepang. Salah satu produk ikoniknya adalah hoodie “Full Moon”.
Setiap hari, Bunama mampu memproduksi hingga 4.000 produk per hari, menggunakan bahan baku lokal dari Cigondewah dan sekitarnya. Dalam produksinya, mereka melibatkan sekitar 60 karyawan dan sejumlah konveksi di Majalaya dan Batujajar, Jawa Barat.
Sementara itu, merek ini mampu menjual 20.000 produk setiap bulan dengan memanfaatkan berbagai fitur, seperti video pendek, live streaming, dan beberapa kampanye.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.