Bahaya Adiksi Roblox, Psikolog Sarankan Hal Ini
07 July 2025 |
22:00 WIB
Roblox menjadi platform permainan yang cukup populer di kalangan generasi Alpha saat ini. Pasalnya, gim yang rilis pada 2006 itu bukan sekadar tempat hiburan, tetapi ruang untuk mereka mengeksplorasi hingga bersosialisasi. Kendati demikian, risiko kejahatan serius turut mengintai anak-anak di Roblox. Mulai dari serangan siber hingga predator seksual, menjaring korbannya melalui permainan ini.
Hal ini tentu sangat berbahaya terutama bagi anak-anak yang belum mengerti modus kejahatan yang mengintai mereka melalui gim. Sayangnya, tidak sedikit anak yang kecanduan bermain Roblox.
Psikolog Anak dan Keluarga, Pritta Tyas menerangkan gim ini tidak diperkenankan untuk dimainkan anak-anak, terutama di bawah usia 13 tahun. “(Bermain gim) Roblox minimal 13 tahun dengan pendampingan,” ujarnya kepada Hypeabis.id, beberapa waktu lalu.
Baca juga: 3 Kategori Kecerdasan Anak Ini Bisa Diasah dengan Media Tablet
Terlebih jika anak tantrum ketika dilarang bermain Roblox. Orang tua menurutnya harus segera menghapus aplikasinya jika anaknya yang berusia dini main di platform tersebut.
“Nggak ada toleransi. Harus uninstall. Sama lagi yang viral itu, yang anomali-anomali gitu. Bahaya itu, tetapi masih lebih bahaya Roblox,” tegas Pritta.
Dia menyarankan sebaiknya anak-anak diberikan aplikasi atau permainan yang sesuai dengan usianya. Menurutnya, masih banyak permainan atau tontonan edukatif yang bisa diberikan orang tua kepada anaknya.
Untuk menemukan permainan yang tepat, orang tua bisa bertanya kepada anak apa yang diminatinya saat ini. Kemudian, cari gim yang sesuai dengan minatnya. Selanjutnya, orang tua harus mencoba gim itu terlebih dahulu untuk memastikan gim sesuai dan aman untuk dimainkan anak-anak.
Pritta juga mengingatkan agar orang tua menginvestasikan waktunya untuk bermain bersama anak. Waktu bermain menggunakan gawai dan beraktivitas di luar rumah harus seimbang.
Pritta menambahkan, usia ideal anak yang bisa menggunakan gawai yakni minimal 3 tahun, dengan catatan adanya pendampingan orang tua. Durasinya pun dibatasi antara 15 menit hingga 1 jam dalam sehari.
Ya, tidak sedikit anak tantrum ketika dilarang bermain Roblox. Lantas bagaimana langkah cepat mengatasi anak tantrum ini? Pritta menyarankan agar orang tua sebaiknya segera membawa anak yang sedang tantrum ke kasur, terutama ketika si kecil mulai melempar barng di sekitarnya. “Pastikan dia aman, kalau dia ngelempar barang dan lain-lain bawa ke kasur,” sarannya.
Kemudian, temani anak untuk meluapkan emosinya hingga tangisan dan amarahnya reda. Setelah itu, validasi emosinya. Namun, jika anak masih tantrum dan kejadian tersebut berulang secara rutin, Pritta menyarankan untuk membawa mereka ke psikolog anak.
Dia menyebut bahwa tantrum merupakan gejala adiksi atau kecanduan. Adiksi bermain gim, bisa menyebabkan anak cemas, terutama jika dilepaskan dari gawainya.
Mereka juga kehilangan minat untuk melakukan aktivitas lain selain dengan gadget. Selain itu, anak menjadi sulit berpikir ketika sedang tidak menggunakan perangkat tersebut. “Jadi enggak tau mau ngapain lagi, selain main (gim),” tuturnya.
Hal ini tentu sangat berbahaya terutama bagi anak-anak yang belum mengerti modus kejahatan yang mengintai mereka melalui gim. Sayangnya, tidak sedikit anak yang kecanduan bermain Roblox.
Psikolog Anak dan Keluarga, Pritta Tyas menerangkan gim ini tidak diperkenankan untuk dimainkan anak-anak, terutama di bawah usia 13 tahun. “(Bermain gim) Roblox minimal 13 tahun dengan pendampingan,” ujarnya kepada Hypeabis.id, beberapa waktu lalu.
Baca juga: 3 Kategori Kecerdasan Anak Ini Bisa Diasah dengan Media Tablet
Terlebih jika anak tantrum ketika dilarang bermain Roblox. Orang tua menurutnya harus segera menghapus aplikasinya jika anaknya yang berusia dini main di platform tersebut.
“Nggak ada toleransi. Harus uninstall. Sama lagi yang viral itu, yang anomali-anomali gitu. Bahaya itu, tetapi masih lebih bahaya Roblox,” tegas Pritta.
Dia menyarankan sebaiknya anak-anak diberikan aplikasi atau permainan yang sesuai dengan usianya. Menurutnya, masih banyak permainan atau tontonan edukatif yang bisa diberikan orang tua kepada anaknya.
Untuk menemukan permainan yang tepat, orang tua bisa bertanya kepada anak apa yang diminatinya saat ini. Kemudian, cari gim yang sesuai dengan minatnya. Selanjutnya, orang tua harus mencoba gim itu terlebih dahulu untuk memastikan gim sesuai dan aman untuk dimainkan anak-anak.
Pritta juga mengingatkan agar orang tua menginvestasikan waktunya untuk bermain bersama anak. Waktu bermain menggunakan gawai dan beraktivitas di luar rumah harus seimbang.
Pritta menambahkan, usia ideal anak yang bisa menggunakan gawai yakni minimal 3 tahun, dengan catatan adanya pendampingan orang tua. Durasinya pun dibatasi antara 15 menit hingga 1 jam dalam sehari.
Menangani Tantrum
Ya, tidak sedikit anak tantrum ketika dilarang bermain Roblox. Lantas bagaimana langkah cepat mengatasi anak tantrum ini? Pritta menyarankan agar orang tua sebaiknya segera membawa anak yang sedang tantrum ke kasur, terutama ketika si kecil mulai melempar barng di sekitarnya. “Pastikan dia aman, kalau dia ngelempar barang dan lain-lain bawa ke kasur,” sarannya.Kemudian, temani anak untuk meluapkan emosinya hingga tangisan dan amarahnya reda. Setelah itu, validasi emosinya. Namun, jika anak masih tantrum dan kejadian tersebut berulang secara rutin, Pritta menyarankan untuk membawa mereka ke psikolog anak.
Dia menyebut bahwa tantrum merupakan gejala adiksi atau kecanduan. Adiksi bermain gim, bisa menyebabkan anak cemas, terutama jika dilepaskan dari gawainya.
Mereka juga kehilangan minat untuk melakukan aktivitas lain selain dengan gadget. Selain itu, anak menjadi sulit berpikir ketika sedang tidak menggunakan perangkat tersebut. “Jadi enggak tau mau ngapain lagi, selain main (gim),” tuturnya.
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.