Review Head of State: Film Aksi Komedi yang Segar Sekaligus Konyol
07 July 2025 |
15:10 WIB
Lebih dari sekadar aksi komedi khas Amerika Serikat, film Head of States karya sutradara Ilya Naishuller tayang pada 2 Juli 2025 di platform over the top Prime Video, yang menampilkan komedi segar yang cukup menghibur sekaligus konyol. Head of State bercerita tentang dua pemimpin negara yang selalu berbeda pendapat.
Karakter Presiden Amerika Serikat bernama Will Deringger yang diperankan oleh John Cena, dan Perdana Menteri Inggris yang diperankan oleh Idris Elba digambarkan sering berselisih paham bahkan kerap bertengkar. Namun, pada suatu waktu, mereka harus bekerja sama setelah serangkaian teror membuat Air Force One dibajak dan jatuh.
Baca juga: Sinopsis Fight or Flight, Film Aksi Terbaru Josh Hartnett dengan Sentuhan Komedi
Dari sisi alur, sang sutradara menyajikan cerita film ini cukup sederhana dan ringan yang dibagi ke dalam beberapa babak. Genhype tidak perlu berpikir keras ketika menyaksikan karya ini dan cukup mengikuti alur ceritanya.
Babak pertama adalah pengenalan. Pada bagian ini, Genhype akan diperkenalkan dengan latar belakang konflik, profil Sam dan Derringer, serta kehidupan keduanya. Kedua, Genhype juga akan mendapatkan suguhan cerita inti tentang masalah yang dihadapi.
Ketiga adalah babak klimaks ketika cerita diselesaikan. Pembuat film akan mengecoh penonton tentang dalang semua kejadian yang berusaha mencelakakan Presiden Amerika Serikat dan Perdana Menteri Inggris yang jadi karakter utama film tersebut.
Saat menyaksikan cerita film Head of States, Genhype akan langsung teringat dengan film-film aksi jagoan khas Amerika Serikat, yakni pemeran utama yang mampu mengalahkan semua lawan-lawannya dan tidak bisa meninggal.
Meskipun begitu, aksi peperangan khas film negeri Paman Sam itu tetap layak untuk ditonton karena tetap memberikan keseruan. Salah satu segmen yang begitu memukau dalam film ini adalah bagian pembuka.
Di Spanyol, tim gabungan intelijen Amerika Serikat dan Inggris berusaha menangkap penjahat bernama Viktor Gradov. Namun, operasi itu gagal karena ternyata ada pengkhianat yang membocorkannya.
Tidak hanya itu, banyak anggota intelijen dari Amerika Serikat dan Inggris yang meregang nyawa. Dalam bagian ini, Genhype akan menyaksikan aksi tembak-tembakan yang cukup seru.
Di bagian ini, Genhype akan melihat aksi khas Amerika Serikat ketika karakter Noel Bisset yang diperankan oleh Priyanka Chopra Jonas tertembak dari jarak dekat. Namun, tidak meninggal karena menggunakan jaket anti peluru.
Adapun, komedi-komedi yang tersaji dalam bentuk dialogis dan slaptick serta sederhana. Namun, cukup menggelitik atau tertawa. Salah satu di antaranya adalah ketika Derringer dan Sam harus bersembunyi di mobil berisi domba.
Berbicara sinematografi, film ini – tidak bisa dimungkiri – cukup mumpuni. Sajian visual yang memesona tentang aksi tembak – menembak, perkelahian, pembajakan pesawat, dan sebagainya. Namun, tidak ada sudut pengambilan gambar yang luar biasa atau unik.
Selain akting yang memukau dari para aktornya, Genhype juga akan menyajikan perkembangan karakter dalam film ini. Namun, bukan di tokoh utama.
Perkembangan karakter terjadi di karakter Arthur Hammond yang diperankan oleh Stephen Root. Karakter yang menjadi bagian dari Viktor Gradov itu memutuskan untuk mendukung Derringer dan Sam, serta meninggal dunia akibat mengalami luka tembak.
Di antara berbagai aksi yang tersaji, bagian aktor Jack Quaid adalah yang tidak boleh dilewatkan. Sang aktor yang berperan sebagai Marty Comer – penjaga rumah aman – melakukan aksi solo melindungi presiden dan perdana menteri dengan menembak para penjahat yang menembus rumah tersebut. Meskipun pada akhirnya harus kalah dan tewas.
Saat menyaksikan Head of States, Genhype akan langsung teringat dengan konflik nyata di dunia saat ini, yakni antara Amerika Serikat, negara-negara NATO, dan Rusia. Film ini seolah ingin memberikan pesan kepada para penontonnya agar NATO harus tetap bersatu untuk mengatasi musuh-musuhnya di tengah ada keinginan untuk membubarkannya.
Baca juga: Rekomendasi Tontonan Seru di Netflix Edisi Juli 2025, dari Tayangan Indonesia hingga Komedi
Persatuan NATO perlu dilakukan oleh semua negara yang menjadi bagian untuk mengatasi penjahat yang mungkin mengancam – dalam film ini adalah Viktor Gradov dari Rusia. Tidak hanya itu, perselisihan yang ada juga harus dihilangkan antara sesama anggota NATO.
Simbol persatuan itu digambarkan dengan kerja sama dan kekompakan antara Sam dan Derringer pada bagian akhir setelah menyingkirkan wakil presiden Amerika Serikat yang selama ini ternyata menjadi dalang di balik penyerangan keduanya.
Genhype yang ingin menyaksikan film aksi dengan komedi yang menyegarkan dapat menjadikan Head of State sebagai salah satu pilihan.
Karakter Presiden Amerika Serikat bernama Will Deringger yang diperankan oleh John Cena, dan Perdana Menteri Inggris yang diperankan oleh Idris Elba digambarkan sering berselisih paham bahkan kerap bertengkar. Namun, pada suatu waktu, mereka harus bekerja sama setelah serangkaian teror membuat Air Force One dibajak dan jatuh.
Baca juga: Sinopsis Fight or Flight, Film Aksi Terbaru Josh Hartnett dengan Sentuhan Komedi
Dari sisi alur, sang sutradara menyajikan cerita film ini cukup sederhana dan ringan yang dibagi ke dalam beberapa babak. Genhype tidak perlu berpikir keras ketika menyaksikan karya ini dan cukup mengikuti alur ceritanya.
Babak pertama adalah pengenalan. Pada bagian ini, Genhype akan diperkenalkan dengan latar belakang konflik, profil Sam dan Derringer, serta kehidupan keduanya. Kedua, Genhype juga akan mendapatkan suguhan cerita inti tentang masalah yang dihadapi.
Ketiga adalah babak klimaks ketika cerita diselesaikan. Pembuat film akan mengecoh penonton tentang dalang semua kejadian yang berusaha mencelakakan Presiden Amerika Serikat dan Perdana Menteri Inggris yang jadi karakter utama film tersebut.
Saat menyaksikan cerita film Head of States, Genhype akan langsung teringat dengan film-film aksi jagoan khas Amerika Serikat, yakni pemeran utama yang mampu mengalahkan semua lawan-lawannya dan tidak bisa meninggal.
Meskipun begitu, aksi peperangan khas film negeri Paman Sam itu tetap layak untuk ditonton karena tetap memberikan keseruan. Salah satu segmen yang begitu memukau dalam film ini adalah bagian pembuka.
Di Spanyol, tim gabungan intelijen Amerika Serikat dan Inggris berusaha menangkap penjahat bernama Viktor Gradov. Namun, operasi itu gagal karena ternyata ada pengkhianat yang membocorkannya.
Tidak hanya itu, banyak anggota intelijen dari Amerika Serikat dan Inggris yang meregang nyawa. Dalam bagian ini, Genhype akan menyaksikan aksi tembak-tembakan yang cukup seru.
Di bagian ini, Genhype akan melihat aksi khas Amerika Serikat ketika karakter Noel Bisset yang diperankan oleh Priyanka Chopra Jonas tertembak dari jarak dekat. Namun, tidak meninggal karena menggunakan jaket anti peluru.
Adapun, komedi-komedi yang tersaji dalam bentuk dialogis dan slaptick serta sederhana. Namun, cukup menggelitik atau tertawa. Salah satu di antaranya adalah ketika Derringer dan Sam harus bersembunyi di mobil berisi domba.
Berbicara sinematografi, film ini – tidak bisa dimungkiri – cukup mumpuni. Sajian visual yang memesona tentang aksi tembak – menembak, perkelahian, pembajakan pesawat, dan sebagainya. Namun, tidak ada sudut pengambilan gambar yang luar biasa atau unik.
Selain akting yang memukau dari para aktornya, Genhype juga akan menyajikan perkembangan karakter dalam film ini. Namun, bukan di tokoh utama.
Perkembangan karakter terjadi di karakter Arthur Hammond yang diperankan oleh Stephen Root. Karakter yang menjadi bagian dari Viktor Gradov itu memutuskan untuk mendukung Derringer dan Sam, serta meninggal dunia akibat mengalami luka tembak.
Di antara berbagai aksi yang tersaji, bagian aktor Jack Quaid adalah yang tidak boleh dilewatkan. Sang aktor yang berperan sebagai Marty Comer – penjaga rumah aman – melakukan aksi solo melindungi presiden dan perdana menteri dengan menembak para penjahat yang menembus rumah tersebut. Meskipun pada akhirnya harus kalah dan tewas.
Saat menyaksikan Head of States, Genhype akan langsung teringat dengan konflik nyata di dunia saat ini, yakni antara Amerika Serikat, negara-negara NATO, dan Rusia. Film ini seolah ingin memberikan pesan kepada para penontonnya agar NATO harus tetap bersatu untuk mengatasi musuh-musuhnya di tengah ada keinginan untuk membubarkannya.
Baca juga: Rekomendasi Tontonan Seru di Netflix Edisi Juli 2025, dari Tayangan Indonesia hingga Komedi
Persatuan NATO perlu dilakukan oleh semua negara yang menjadi bagian untuk mengatasi penjahat yang mungkin mengancam – dalam film ini adalah Viktor Gradov dari Rusia. Tidak hanya itu, perselisihan yang ada juga harus dihilangkan antara sesama anggota NATO.
Simbol persatuan itu digambarkan dengan kerja sama dan kekompakan antara Sam dan Derringer pada bagian akhir setelah menyingkirkan wakil presiden Amerika Serikat yang selama ini ternyata menjadi dalang di balik penyerangan keduanya.
Genhype yang ingin menyaksikan film aksi dengan komedi yang menyegarkan dapat menjadikan Head of State sebagai salah satu pilihan.
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.