My Chemical Romance Jadi Headliner Hammersonic 2026, Cek Penjualan Tiketnya
07 July 2025 |
09:01 WIB
Band rock legendaris My Chemical Romance (MCR) dipastikan akan menjadi headliner utama dalam gelaran Hammersonic Festival 2026 bertajuk Decade of Dominion. Festival musik cadas terbesar di Asia Tenggara ini dijadwalkan berlangsung pada 2–3 Mei 2026, dengan MCR akan tampil pada hari terakhir, Ahad, 3 Mei 2026.
Kepastian ini diumumkan oleh pihak penyelenggara melalui akun media sosial resmi Hammersonic. Pengumuman tersebut pun langsung disambut antusias para penggemar yang telah menantikan lama penampilan MCR di Indonesia.
"My Chemical Romance, Minggu, 3 Mei 2025, Jakarta, Indonesia," tulisnya.
Baca juga: Welcome to the Black Parade, Lagu My Chemical Romance yang Jadi Anthem Emo Dunia
Meski konsernya baru berlangsung tahun depan, penjualan tiket umum akan dibuka sebentar lagi. Tiket dari Hammersonic akan dijual pada 9 Juli 2025 pukul 13.00 WIB, dan hanya tersedia melalui situs resmi hammersonic.com.
Setelah hampir dua dekade berlalu, MCR akhirnya bakal kembali mengunjungi Indonesia. Gerard Way dan kawan-kawan terakhir kali ke Indonesia pada 2008. Ketika itu, mereka menggelar konser tur MCR di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, Senayan.
Kini, mereka kembali ke Jakarta juga dengan misi khusus. Selain menjadi bagian dari 10 tahun perayaan Hammersonic, MCR juga memang tengah menggelar tur global bertajuk Long Live The Black Parade. Dalam tur tarbarunya ini, band yang telah membentuk identitas kuat sejak era 2000-an ini akan membawakan kembali album klasiknya tersebut secara penuh.
My Chemical Romance memulai tur dunia mereka yang bertajuk Long Live The Black Parade di Seattle, Amerika Serikat, pada 11 Juli 2025. Setelah itu, mereka melanjutkan rangkaian tur ke wilayah Amerika Selatan, dengan tampil di sejumlah negara seperti Brasil, Argentina, Peru, Kolombia, dan Cile.
Hari ini, Senin (7/7), grup yang terdiri dari Gerard Way, Mikey Way, Ray Toro, dan Frank Iero mengumumkan bahwa mereka akan memperluas jadwal tur ke kawasan Asia. Indonesia masuk dalam daftar negara yang akan mereka kunjungi, bersama dengan Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Korea Selatan.
Dalam konser-konser tersebut, MCR digadang-gadang akan membawakan seluruh lagu dari album The Black Parade. Tak hanya itu, beberapa tembang andalan dari album lain seperti Helena, I’m Not Okay (I Promise), hingga Sing, juga diperkirakan akan dibawakan oleh sang vokalis, Gerard Way.
The Black Parade merupakan album studio ketiga dari band My Chemical Romance. Dirilis pada 2006 di bawah label Reprise Records, album ini diproduseri oleh Rob Cavallo.
Menariknya, ini menjadi satu-satunya album MCR yang menampilkan Bob Bryar sebagai drummer, setelah dia menggantikan Matt Pelissier yang hengkang dari band pada Juli 2004. Bob Bryar sendiri kemudian keluar dari My Chemical Romance pada Maret 2010.
Album The Black Parade mengusung konsep rock opera yang lirik-liriknya berfokus pada sosok fiktif bernama "The Patient". Ceritanya mengikuti perjalanan sang tokoh menuju kematian, diselingi dengan kilas balik berbagai kenangan semasa hidupnya.
Dalam narasi album ini, kematian digambarkan datang dalam bentuk sebuah parade, perwujudan dari keyakinan Gerard Way bahwa seseorang akan dijemput oleh kematian melalui kenangan terindah dalam hidupnya.
Bisa dibilang, The Black Parade adalah perwujudan dari album konsep. Dalam album konsep, ceritanya saling terkait dan membentuk satu kesatuan yang utuh. Album ini mengeksplorasi tema kematian, kehidupan, dan pengalaman setelah kematian.
Beberapa lagu populer dari album ini antara lain "Welcome to the Black Parade", "Famous Last Words", "I Don't Love You", dan "Teenagers". Album ini sukses secara komersial dan kritis, serta membawa My Chemical Romance meraih popularitas yang lebih luas.
The Black Parade tercatat telah terjual sekitar 1.610.000 keping di Amerika Serikat per Oktober 2010, sehingga album ini berhasil mendapatkan sertifikasi platinum dari RIAA. Album ini juga menerima sertifikasi 2 kali platinum di Inggris dan sertifikasi Emas di Argentina dan Chili.
The Black Parade juga berhasil membawa My Chemical Romance ke nominasi Grammy Award. Dengan berbagai pencapaian tersebut, album ini dianggap sebagai album yang berpengaruh dalam genre emo dan rock alternatif, serta menginspirasi banyak musisi lain.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Kepastian ini diumumkan oleh pihak penyelenggara melalui akun media sosial resmi Hammersonic. Pengumuman tersebut pun langsung disambut antusias para penggemar yang telah menantikan lama penampilan MCR di Indonesia.
"My Chemical Romance, Minggu, 3 Mei 2025, Jakarta, Indonesia," tulisnya.
Baca juga: Welcome to the Black Parade, Lagu My Chemical Romance yang Jadi Anthem Emo Dunia
Meski konsernya baru berlangsung tahun depan, penjualan tiket umum akan dibuka sebentar lagi. Tiket dari Hammersonic akan dijual pada 9 Juli 2025 pukul 13.00 WIB, dan hanya tersedia melalui situs resmi hammersonic.com.
Setelah hampir dua dekade berlalu, MCR akhirnya bakal kembali mengunjungi Indonesia. Gerard Way dan kawan-kawan terakhir kali ke Indonesia pada 2008. Ketika itu, mereka menggelar konser tur MCR di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, Senayan.
Kini, mereka kembali ke Jakarta juga dengan misi khusus. Selain menjadi bagian dari 10 tahun perayaan Hammersonic, MCR juga memang tengah menggelar tur global bertajuk Long Live The Black Parade. Dalam tur tarbarunya ini, band yang telah membentuk identitas kuat sejak era 2000-an ini akan membawakan kembali album klasiknya tersebut secara penuh.
My Chemical Romance memulai tur dunia mereka yang bertajuk Long Live The Black Parade di Seattle, Amerika Serikat, pada 11 Juli 2025. Setelah itu, mereka melanjutkan rangkaian tur ke wilayah Amerika Selatan, dengan tampil di sejumlah negara seperti Brasil, Argentina, Peru, Kolombia, dan Cile.
Hari ini, Senin (7/7), grup yang terdiri dari Gerard Way, Mikey Way, Ray Toro, dan Frank Iero mengumumkan bahwa mereka akan memperluas jadwal tur ke kawasan Asia. Indonesia masuk dalam daftar negara yang akan mereka kunjungi, bersama dengan Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Korea Selatan.
Dalam konser-konser tersebut, MCR digadang-gadang akan membawakan seluruh lagu dari album The Black Parade. Tak hanya itu, beberapa tembang andalan dari album lain seperti Helena, I’m Not Okay (I Promise), hingga Sing, juga diperkirakan akan dibawakan oleh sang vokalis, Gerard Way.
The Black Parade merupakan album studio ketiga dari band My Chemical Romance. Dirilis pada 2006 di bawah label Reprise Records, album ini diproduseri oleh Rob Cavallo.
Menariknya, ini menjadi satu-satunya album MCR yang menampilkan Bob Bryar sebagai drummer, setelah dia menggantikan Matt Pelissier yang hengkang dari band pada Juli 2004. Bob Bryar sendiri kemudian keluar dari My Chemical Romance pada Maret 2010.
Album The Black Parade mengusung konsep rock opera yang lirik-liriknya berfokus pada sosok fiktif bernama "The Patient". Ceritanya mengikuti perjalanan sang tokoh menuju kematian, diselingi dengan kilas balik berbagai kenangan semasa hidupnya.
Dalam narasi album ini, kematian digambarkan datang dalam bentuk sebuah parade, perwujudan dari keyakinan Gerard Way bahwa seseorang akan dijemput oleh kematian melalui kenangan terindah dalam hidupnya.
Bisa dibilang, The Black Parade adalah perwujudan dari album konsep. Dalam album konsep, ceritanya saling terkait dan membentuk satu kesatuan yang utuh. Album ini mengeksplorasi tema kematian, kehidupan, dan pengalaman setelah kematian.
Beberapa lagu populer dari album ini antara lain "Welcome to the Black Parade", "Famous Last Words", "I Don't Love You", dan "Teenagers". Album ini sukses secara komersial dan kritis, serta membawa My Chemical Romance meraih popularitas yang lebih luas.
The Black Parade tercatat telah terjual sekitar 1.610.000 keping di Amerika Serikat per Oktober 2010, sehingga album ini berhasil mendapatkan sertifikasi platinum dari RIAA. Album ini juga menerima sertifikasi 2 kali platinum di Inggris dan sertifikasi Emas di Argentina dan Chili.
The Black Parade juga berhasil membawa My Chemical Romance ke nominasi Grammy Award. Dengan berbagai pencapaian tersebut, album ini dianggap sebagai album yang berpengaruh dalam genre emo dan rock alternatif, serta menginspirasi banyak musisi lain.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.