Fakta Menarik di Balik Viralnya Manga The Future I Saw yang Prediksi Bencana di Jepang
07 July 2025 |
07:46 WIB
Sebuah manga lama mendadak jadi buah bibir. Manga berjudul The Future I Saw karya Ryo Tatsuki tersebut menjadi terkenal bukan karena gaya gambarnya, tokoh utama, atau jalan cerita fiksi yang memukau. Komik ini justru disorot karena isinya yang disebut-sebut berisi ramalan tentang bencana.
Bukan sekadar ramalan, beberapa kejadian di manga ini konon menjadi kenyataan. Manga berjudul asli Watashi ga Mita Mirai: Kanzenban ini pun dianggap akurat memprediksi peristiwa-peristiwa nyata.
Baca juga: Cek Fakta Ramalan Manga The Future I Saw Karya Ryo Tatsuki tentang Megathrust Jepang
Salah satu ramalan terkenalnya ialah saat komik ini berbicara soal bencana di Jepang pada Maret 2011, yang kemudian diyakini merujuk pada gempa dan tsunami besar di Tohoku. Komik ini pun jadi begitu terkenal dan dicetak ulang pada 2021. Hal menariknya, pada edisi terbaru, ada ramalan tambahan yang dimunculkan.
Ramalan tambahan itu konon terjadi pada Juli 2025. Lantas, seperti apa ramalan itu dan apa saja hal menarik di balik komik ini? Berikut adalah ulasannya:
Komik The Future I Saw, yang sebelumnya kurang dikenal, mendadak mengalami lonjakan popularitas sejak dicetak ulang pada 2021. Hingga kini, jumlah eksemplar yang terjual telah melampaui satu juta. Komik ini kini dipandang bukan sekadar karya seni, melainkan sebagai cerminan kegelisahan bersama terutama memasuki bulan Juli yang banyak dibicarakan.
Ketenaran sang penulis, Ryo Tatsuki, pun kini makin terdongkrak. Dia bahkan mendapat julukan “Baba Vanga dari Jepang”. Julukan ini merujuk pada sosok peramal asal Bulgaria yang dikenal luas karena ramalan-ramalan masa depannya.
Manga The Future I Saw karya Ryo Tatsuki pertama kali muncul pada 1999 dan kembali dicetak ulang pada 2021. Dalam versi terbarunya, komik ini menampilkan prediksi soal gempa bumi dan tsunami besar yang disebut-sebut bakal terjadi di Jepang dan sekitarnya pada Juli 2025.
Perhatian publik terhadap komik ini sebenarnya sudah dimulai sejak ramalannya soal bencana Maret 2011 terbukti selaras dengan kenyataan. Dalam edisi awalnya, tertulis peringatan “Bencana akan tiba pada Maret 2011” di sampul, yang belakangan dianggap merujuk pada gempa besar di Tohoku.
Kini, ramalan serupa kembali menjadi sorotan setelah pada 5 Juli 2025 terjadi gempa bermagnitudo 5,4 di wilayah Tokara, momen yang dianggap sebagian orang sebagai pengulangan keakuratan komik tersebut.
Menurut survei nasional oleh Sky Perfect JSAT pada Juni 2025, hampir separuh masyarakat Jepang telah mendengar tentang ramalan dalam manga tersebut. Kelompok yang paling banyak mengetahui isu ini adalah remaja putri dan perempuan berusia 50-an.
Media sosial dan platform digital menjadi jalur utama penyebaran informasi ini. YouTube menjadi sumber utama yang paling banyak disebut, diikuti oleh televisi dan situs berita daring. Situasi ini menunjukkan bagaimana informasi viral menyebar cepat di era digital.
Ramalan bencana dalam The Future I Saw ternyata memberi dampak nyata terhadap sektor pariwisata Jepang. Mengutip Independent, kekhawatiran yang muncul membuat sejumlah maskapai, termasuk dari Hong Kong, membatalkan penerbangan menuju Jepang. Pemesanan tiket pesawat di Jepang anjlok 50 persen setelah seorang seniman manga 'meramalkan' bencana alam.
Memasuki Mei, terjadi penurunan drastis, khususnya dari pelancong asal Hong Kong dan daratan China, dua pasar utama pariwisata Jepang. Padahal, pada April 2025, negara itu baru saja mencatat rekor jumlah kunjungan wisatawan tertinggi sepanjang masa.
Badan Meteorologi Jepang (JMA) menegaskan bahwa isi manga tersebut tidak dapat dijadikan dasar ilmiah untuk memprediksi gempa. Hingga kini, belum ada teknologi yang mampu memprediksi waktu, lokasi, dan kekuatan gempa secara akurat.
JMA telah beberapa kali membantah isu ini secara resmi. Mereka menyebutnya sebagai hoaks dan disinformasi. Sejalan dengan itu, para pakar dari Universitas Tokyo juga menambahkan bahwa prediksi gempa seperti dalam manga tidak memiliki dasar ilmiah dan hanya kebetulan belaka.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Bukan sekadar ramalan, beberapa kejadian di manga ini konon menjadi kenyataan. Manga berjudul asli Watashi ga Mita Mirai: Kanzenban ini pun dianggap akurat memprediksi peristiwa-peristiwa nyata.
Baca juga: Cek Fakta Ramalan Manga The Future I Saw Karya Ryo Tatsuki tentang Megathrust Jepang
Salah satu ramalan terkenalnya ialah saat komik ini berbicara soal bencana di Jepang pada Maret 2011, yang kemudian diyakini merujuk pada gempa dan tsunami besar di Tohoku. Komik ini pun jadi begitu terkenal dan dicetak ulang pada 2021. Hal menariknya, pada edisi terbaru, ada ramalan tambahan yang dimunculkan.
Ramalan tambahan itu konon terjadi pada Juli 2025. Lantas, seperti apa ramalan itu dan apa saja hal menarik di balik komik ini? Berikut adalah ulasannya:
1. Terjual Lebih dari 900.000 Eksemplar
Komik The Future I Saw, yang sebelumnya kurang dikenal, mendadak mengalami lonjakan popularitas sejak dicetak ulang pada 2021. Hingga kini, jumlah eksemplar yang terjual telah melampaui satu juta. Komik ini kini dipandang bukan sekadar karya seni, melainkan sebagai cerminan kegelisahan bersama terutama memasuki bulan Juli yang banyak dibicarakan.Ketenaran sang penulis, Ryo Tatsuki, pun kini makin terdongkrak. Dia bahkan mendapat julukan “Baba Vanga dari Jepang”. Julukan ini merujuk pada sosok peramal asal Bulgaria yang dikenal luas karena ramalan-ramalan masa depannya.
2. Isi Manga The Future I Saw
Manga The Future I Saw karya Ryo Tatsuki pertama kali muncul pada 1999 dan kembali dicetak ulang pada 2021. Dalam versi terbarunya, komik ini menampilkan prediksi soal gempa bumi dan tsunami besar yang disebut-sebut bakal terjadi di Jepang dan sekitarnya pada Juli 2025.Perhatian publik terhadap komik ini sebenarnya sudah dimulai sejak ramalannya soal bencana Maret 2011 terbukti selaras dengan kenyataan. Dalam edisi awalnya, tertulis peringatan “Bencana akan tiba pada Maret 2011” di sampul, yang belakangan dianggap merujuk pada gempa besar di Tohoku.
Kini, ramalan serupa kembali menjadi sorotan setelah pada 5 Juli 2025 terjadi gempa bermagnitudo 5,4 di wilayah Tokara, momen yang dianggap sebagian orang sebagai pengulangan keakuratan komik tersebut.
3. Ramalan ini Viral di Kalangan Remaja

Cover manga The Future I Saw. (Sumber gambar: Amazon Japan)
Media sosial dan platform digital menjadi jalur utama penyebaran informasi ini. YouTube menjadi sumber utama yang paling banyak disebut, diikuti oleh televisi dan situs berita daring. Situasi ini menunjukkan bagaimana informasi viral menyebar cepat di era digital.
4. Bikin Pariwisata Jepang Menurun
Ramalan bencana dalam The Future I Saw ternyata memberi dampak nyata terhadap sektor pariwisata Jepang. Mengutip Independent, kekhawatiran yang muncul membuat sejumlah maskapai, termasuk dari Hong Kong, membatalkan penerbangan menuju Jepang. Pemesanan tiket pesawat di Jepang anjlok 50 persen setelah seorang seniman manga 'meramalkan' bencana alam.Memasuki Mei, terjadi penurunan drastis, khususnya dari pelancong asal Hong Kong dan daratan China, dua pasar utama pariwisata Jepang. Padahal, pada April 2025, negara itu baru saja mencatat rekor jumlah kunjungan wisatawan tertinggi sepanjang masa.
5. BMKG Jepang Bantah Ramalan Manga
Badan Meteorologi Jepang (JMA) menegaskan bahwa isi manga tersebut tidak dapat dijadikan dasar ilmiah untuk memprediksi gempa. Hingga kini, belum ada teknologi yang mampu memprediksi waktu, lokasi, dan kekuatan gempa secara akurat.JMA telah beberapa kali membantah isu ini secara resmi. Mereka menyebutnya sebagai hoaks dan disinformasi. Sejalan dengan itu, para pakar dari Universitas Tokyo juga menambahkan bahwa prediksi gempa seperti dalam manga tidak memiliki dasar ilmiah dan hanya kebetulan belaka.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.