Sandal Prada yang mirip Kolhapuri Chappal (Sumber Foto: Prada)

Prada Tuai Kontroversi Usai Rilis Sandal Mirip Kolhapuri Chappals di Milan Men's Fashion Week 2026

06 July 2025   |   21:34 WIB
Image
Kintan Nabila Jurnalis Hypeabis.id

Rumah mode mewah asal Italia, Prada, resmi meluncurkan koleksi pria Spring/Summer 2026 dalam perhelatan Milan Men's Fashion Week. Koleksi ini karya Miuccia Prada dan Raf Simons menampilkan desain-desain busana bergaya minimalis khas musim semi dan panas yang berpadu dengan sentuhan retro-modern.

Namun, perhatian publik justru tertuju pada salah satu aksesori sandal kulit pria bergaya anyaman yang memicu kontroversi. Mengutip The Guardian, sandal koleksi Prada tersebut dinilai memiliki kemiripan dengan Kolhapuri chappals, sandal kulit tradisional asal Maharashtra, India.

 

Look Prada yang Menampilkan Saldal Kohalpuri Chappal (Sumber Foto: Prada)

Look Prada yang Menampilkan Saldal Kolhapuri Chappal (Sumber Foto: Prada)



Kolhapuri chappals sendiri memiliki sejarah panjang sebagai bagian dari kerajinan tangan India yang telah berusia lebih dari delapan abad. Sandal ini biasanya dijual dengan harga sangat terjangkau di India, yakni sekitar US$10 hingga US$12. Namun, versi Prada yang dipamerkan di runway tersebut diperkirakan dibanderol hingga puluhan kali lipat lebih mahal.

Kontroversi bermula ketika Prada awalnya tidak menyebutkan sumber inspirasi desain sandal tersebut. Hal ini memicu kritik dari masyarakat India, perajin lokal, hingga politisi, yang menuduh Prada melakukan cultural appropriation atau pengambilan budaya tanpa izin. Media sosial pun meramaikan isu ini dengan tagar #KolhapuriChappals, serta menuntut Prada untuk mengakui inspirasi desainnya.

Menanggapi sorotan tersebut, Prada akhirnya mengakui bahwa sandal dalam koleksi tersebut memang terinspirasi dari sandal tradisional India. Lorenzo Bertelli, Head of Corporate Social Responsibility Prada, dalam pernyataannya kepada Kamar Dagang Maharashtra (MACCIA), menyatakan bahwa sandal itu "terinspirasi dari kerajinan tangan tradisional India yang memiliki warisan berabad-abad." Mereka juga menyebutkan bahwa sandal itu masih dalam tahap pengembangan awal dan belum diproduksi secara massal.

Lebih lanjut, Prada berencana mengadakan pertemuan dengan perwakilan perajin Kolhapuri Chappals pada pertengahan Juli 2025 mendatang, guna membahas kemungkinan kolaborasi atau pemberian bentuk penghargaan lainnya.

MACCIA sebelumnya telah meminta Prada untuk secara resmi mengakui hak Geographical Indication (GI) dari Kolhapuri chappals, serta membuka peluang kerja sama yang saling menguntungkan.
Di India, kontroversi ini justru mendorong lonjakan popularitas Kolhapuri chappals di pasar lokal. Beberapa merek India meluncurkan kampanye untuk membangkitkan kebanggaan akan kerajinan lokal, yang berujung pada peningkatan penjualan hingga lima kali lipat.
 

Mengenal Kolhapuri chappals

Kolhapuri chappals sendiri merupakan sandal kulit tradisional India yang dibuat secara handmade dari kulit sapi atau kerbau yang diwarnai dengan pewarna alami. Sandal ini memiliki sol berlapis-lapis yang dijahit kuat sehingga menghasilkan bunyi khas saat melangkah.

Ciri khas desainnya yang ikonik adalah strap berbentuk huruf T dan lingkaran kecil di bagian depan yang menahan ibu jari. Desainnya bervariasi, untuk versi yang lebih mewah bisa dihiasi ukiran dan anyaman rumit, bahkan penambahan manik-manik atau aksen metalik.

Sandal ini memiliki warna asli coklat, namun versi modernnya hadir dalam warna hitam, putih, atau dihiasi kristal dan bordir berwarna-warni. Struktur sol kulit yang bertumpuk dan fleksibel membuat Kolhapuri chappals tahan lama dan nyaman, karena kulitnya akan menyesuaikan bentuk kaki pemakainya seiring waktu.

Baca Juga: Profil Gianfranco D'Attis, CEO Prada yang Resmi Undur Diri

SEBELUMNYA

Fakta Menarik di Balik Viralnya Manga The Future I Saw yang Prediksi Bencana di Jepang

BERIKUTNYA

Prospek Karier Jurusan Ilmu Perpustakaan di Indonesia

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga