Film (Sumber gambar: Unsplash/Jakob Owens)

Industri Perfilman Indonesia Jajaki Kolaborasi dengan Prancis, Apa Usulan Programnya?

04 July 2025   |   16:30 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Industri film Indonesia sedang membuka peluang kerja sama dengan institusi perfilman Prancis, Centre national du cinéma et de l'image animée (CNC). Inisiatif ini menjadi langkah lanjutan dari pertemuan bilateral sebelumnya antara Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan Kementerian Kebudayaan Prancis.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan pihaknya tengah merancang sejumlah strategi agar kerja sama dengan perfilman Prancis punya dampak yang lebih luas. Sebab, kerja sama perfilman antara Indonesia dan Prancis ini punya fungsi yang penting untuk memajukan kebudayaan kedua negara. 

Dengan menggandeng Prancis, salah satu negara dengan ekosistem perfilman paling mapan di dunia, diharapkan hal ini dapat memperluas jangkauan distribusi film Indonesia ke pasar Eropa dan global. 

Baca juga: Joko Anwar Ingin Bangkitkan Narasi Cerita Folklor di Perfilman Indonesia

Fadli percaya bahwa film adalah salah satu representasi budaya yang menarik. Dirinya menilai film bukan sekadar tontonan, melainkan medium yang mampu merekam dan mengekspresikan berbagai aspek budaya, mulai dari seni pertunjukan, musik, seni visual, kostum, tradisi bertutur, sastra, hingga kekayaan kuliner. 

“Film dapat mencerminkan nilai, identitas, dan pandangan tentang masyarakat dan budaya  Indonesia. Kami percaya bahwa film adalah salah satu instrumen diplomasi budaya yang paling  kuat,” kata Fadli Zon dalam pertemuan French-Indonesia Film Networking Night di Jakarta. 

Dalam penjajakan kerja sama ini, pihaknya mengusulkan sejumlah inisiatif strategis kepada CNC. Beberapa di antaranya adalah produksi bersama untuk film layar lebar, animasi, dokumenter, serta format imersif.

Selain itu, pihaknya juga menilai perlu ada program residensi dan fellowship untuk sineas, animator, dan seniman visual, termasuk pelatihan teknis di bidang CGI, efek visual, dan teknologi media mutakhir.

Kerja sama ini juga diharapkan mencakup kolaborasi dalam festival dan galeri film di kedua negara, pertukaran akademik antarsekolah film, serta kemitraan distribusi konten digital melalui festival online dan platform inovatif.

Fadli juga menyebut pihaknya merencanakan adanya skema pendanaan bersama untuk mendukung proyek lintas budaya dan eksperimental, promosi lokasi syuting, serta penyediaan wadah inkubasi proyek seperti Producers Lab guna memperluas akses ke pasar global.

Fadli Zon berharap kolaborasi ini akan memperkuat jalinan institusional sekaligus menjembatani pemahaman antarwarga Indonesia dan Prancis melalui budaya, pengetahuan, dan kreativitas. 

"Tentunya kami siap untuk bersama-sama menciptakan, berbagi pengetahuan, dan membantu membentuk kolaborasi tentang kekuatan budaya. Bersama-sama, kita dapat mengubah industri budaya menjadi perdamaian, ketahanan, dan kemakmuran bersama yang melampaui batas-batas negara dan generasi," imbuhnya.

Di luar kerja sama ini, Indonesia juga tengah mempererat hubungan dengan Prancis dalam bidang lain, terutama soal pasar film. Indonesia menargetkan diri menjadi "Country of Honor" di pasar film Cannes pada 2028. 

Ini adalah target ambisius yang sedang dipersiapkan oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia untuk membawa industri perfilman Indonesia ke panggung global. Tujuan ini juga sejalan dengan upaya delegasi Indonesia untuk terus membuka jaringan distribusi film antarnegara. 

Baca juga: Profil Tokoh-tokoh Penting Perfilman Nasional, Asrul Sani sampai Usmar Ismail

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor:

SEBELUMNYA

Mengenal Struktur Modular, Konsep Bangunan Sementara yang Fleksibel & Tahan Lama

BERIKUTNYA

ENDIKUP, Album Perpisahan Gustiwiw Bakal Dirilis 6 Juli 2025

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: