ENDIKUP, Album Perpisahan Gustiwiw Bakal Dirilis 6 Juli 2025
04 July 2025 |
16:58 WIB
Sekitar dua pekan setelah kepergiannya yang mengejutkan, musisi Gustiwiw akan kembali “bersuara” lewat album terakhirnya yang berjudul ENDIKUP. Album ini akan dirilis pada Sabtu, 6 Juli 2025, sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi musisi yang dikenal dengan musik jenaka dan tidak biasa tersebut.
Pengumuman perilisan album ini disampaikan oleh kolektif Kedubes Bekasi, tempat Gustiwiw selama ini berkarya. Lewat unggahan di Instagram, mereka juga membagikan cover albumnya yang cukup mencolok. “Nantikan Album Endikup oleh Gustiwiw tanggal 6 Juli 2025,” demikian pernyataan mereka.
Baca juga: Musisi Muda Gustiwiw Meninggal Dunia, Rekan Sejawat Kenang Sosok Jenius dan Tulus
Cover ENDIKUP menampilkan foto close-up wajah Gustiwiw dengan ekspresi kosong tapi tampak intens. Gayanya kontras, antara serius dan absurd. Kacamata besar yang dia pakai dihiasi dua bintang kuning terang.
Judul album dicetak tebal di bagian atas dengan font bergaya majalah, membuat album ini terlihat seperti “headline terakhir” dari karya musik sang musisi. Di sisi kiri cover, ada tulisan “A NEW HOPE” dan kalimat “Hari yang mantap! Gustiwiw rilis album ENDIKUP”, yang seolah menjadi semangat baru dalam menyebarkan karya-karya mendiang.
Album ini berisi sembilan lagu yang dipilih dan diproduksi secara matang oleh Gustiwiw. Lagu-lagu ini dibuat dengan nada yang enak didengar, tapi tetap mempertahankan ciri khas musik Gustiwiw yang terkadang nyeleneh dan eksperimental.
Tak sendiri, di album ini, beberapa musisi lain juga ikut terlibat di dalamnya, seperti Nehru Rindra, Bunga Nafisa, Hifdzi Khoir, Danilla Riyadi, dan Bilal Indrajaya. Kolaborasi ini bukan hanya memperkaya warna musik, tapi juga mencerminkan semangat kerja sama yang sering muncul dalam karya Gustiwiw.
Sebagai informasi, Gusti Irwan Wibowo atau Gustiwiw meninggal pada Minggu pagi, 15 Juni 2025, di sebuah penginapan di Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Dia ditemukan tidak sadarkan diri setelah jatuh di kamar mandi. Akan tetapi, di luar itu juga ada laporan soal komplikasi dari beberapa penyakit seperti tekanan darah tinggi dan gangguan jantung.
Gustiwiw dikenal sebagai musisi serba bisa. Selain mencipta lagu, dia juga dikenal sebagai penata musik, penyiar radio, dan komedian. Salah satu karyanya yang paling dikenal adalah lagu "Diculik Cinta" yang dijadikan lagu tema film GJLS: Ibuku Ibu Ibu (2025).
Dia juga merilis beberapa lagu lain seperti "Icik-Icik Boom", "Rumah Impian", "Hai Kamu", dan "Gita Kenangan". Namanya semakin populer lewat podcast YouTube yang dia bawakan bersama Nehru.
Di balik layar, Gustiwiw juga aktif sebagai produser musik untuk berbagai musisi, seperti Jebung (20), Alsa Aqilah (NA NA NA, I Wanna), Gia Sabila (Halu Merindu), dan Ardhito Pramono dalam proyek seperti album Wijaya Kusuma, serta lagu Arah (OST Story of Dinda) dan Rasa-Rasanya (OST Keluarga Cemara 2).
Baca juga: 7 Lagu Populer yang Diproduseri Gustiwiw, Berpayung Tuhan sampai Dari Planet Lain
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Pengumuman perilisan album ini disampaikan oleh kolektif Kedubes Bekasi, tempat Gustiwiw selama ini berkarya. Lewat unggahan di Instagram, mereka juga membagikan cover albumnya yang cukup mencolok. “Nantikan Album Endikup oleh Gustiwiw tanggal 6 Juli 2025,” demikian pernyataan mereka.
Baca juga: Musisi Muda Gustiwiw Meninggal Dunia, Rekan Sejawat Kenang Sosok Jenius dan Tulus
Cover ENDIKUP menampilkan foto close-up wajah Gustiwiw dengan ekspresi kosong tapi tampak intens. Gayanya kontras, antara serius dan absurd. Kacamata besar yang dia pakai dihiasi dua bintang kuning terang.
Judul album dicetak tebal di bagian atas dengan font bergaya majalah, membuat album ini terlihat seperti “headline terakhir” dari karya musik sang musisi. Di sisi kiri cover, ada tulisan “A NEW HOPE” dan kalimat “Hari yang mantap! Gustiwiw rilis album ENDIKUP”, yang seolah menjadi semangat baru dalam menyebarkan karya-karya mendiang.
Album ini berisi sembilan lagu yang dipilih dan diproduksi secara matang oleh Gustiwiw. Lagu-lagu ini dibuat dengan nada yang enak didengar, tapi tetap mempertahankan ciri khas musik Gustiwiw yang terkadang nyeleneh dan eksperimental.
Tak sendiri, di album ini, beberapa musisi lain juga ikut terlibat di dalamnya, seperti Nehru Rindra, Bunga Nafisa, Hifdzi Khoir, Danilla Riyadi, dan Bilal Indrajaya. Kolaborasi ini bukan hanya memperkaya warna musik, tapi juga mencerminkan semangat kerja sama yang sering muncul dalam karya Gustiwiw.
Sebagai informasi, Gusti Irwan Wibowo atau Gustiwiw meninggal pada Minggu pagi, 15 Juni 2025, di sebuah penginapan di Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Dia ditemukan tidak sadarkan diri setelah jatuh di kamar mandi. Akan tetapi, di luar itu juga ada laporan soal komplikasi dari beberapa penyakit seperti tekanan darah tinggi dan gangguan jantung.
Gustiwiw dikenal sebagai musisi serba bisa. Selain mencipta lagu, dia juga dikenal sebagai penata musik, penyiar radio, dan komedian. Salah satu karyanya yang paling dikenal adalah lagu "Diculik Cinta" yang dijadikan lagu tema film GJLS: Ibuku Ibu Ibu (2025).
Dia juga merilis beberapa lagu lain seperti "Icik-Icik Boom", "Rumah Impian", "Hai Kamu", dan "Gita Kenangan". Namanya semakin populer lewat podcast YouTube yang dia bawakan bersama Nehru.
Di balik layar, Gustiwiw juga aktif sebagai produser musik untuk berbagai musisi, seperti Jebung (20), Alsa Aqilah (NA NA NA, I Wanna), Gia Sabila (Halu Merindu), dan Ardhito Pramono dalam proyek seperti album Wijaya Kusuma, serta lagu Arah (OST Story of Dinda) dan Rasa-Rasanya (OST Keluarga Cemara 2).
Baca juga: 7 Lagu Populer yang Diproduseri Gustiwiw, Berpayung Tuhan sampai Dari Planet Lain
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.