Sutradara Joko Anwar (Foto: Poplicist)

Joko Anwar Ingin Bangkitkan Narasi Cerita Folklor di Perfilman Indonesia

20 May 2025   |   10:05 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Di tengah demam film berlabel ‘kisah nyata’ yang melanda perfilman Indonesia, rumah produksi Come and See Pictures mencoba menawarkan pendekatan berbeda. Rumah produksi yang didirikan Joko Anwar dan Tia Hasibuan ini justru memilih kembali ke akar budaya, dengan mengambil kisah dari cerita rakyat.

Melalui proyek terbarunya berjudul Legenda Kelam Malin Kundang, Come and See Pictures mencoba membawa kembali kisah klasik dari Sumatra Barat ke layar lebar, dengan sentuhan reinterpretasi baru yang premisnya cukup menggugah.

Baca juga: Film Dasim Tayang 15 Mei 2025, Angkat Kisah Nyata Jin Penghancur Rumah Tangga

Joko Anwar akan kembali memimpin proyek ini. Namun, bukan sebagai sutradara, melainkan sebagai produser. Adapun bangku sutradara dipercayakan kepada dua sineas muda, Kevin Rahardjo dan Rafki Hidayat, yang juga menjadi debut feature pertama keduanya.

Legenda Kelam Malin Kundang merupakan film yang terinspirasi dari cerita legenda masyarakat Minangkabau dengan setting cerita masa kini. Dikemas dengan genre drama, misteri, dan thriller, film ini akan mengikuti kisah seorang seniman lukisan mikro bernama Alif (diperankan Rio Dewanto).

Setelah pulih dari kecelakaan, dokter mengingatkan bahwa ingatannya belum pulih sepenuhnya. Ketika dia pulang ke rumah dan dijemput oleh istrinya, Nadine (Faradina Mufti) serta anaknya, Emir (Jordan Omar), dia diberitahu bahwa ibunya akan daang berkunjung.

Masalahnya, Alif tidak ingat wajah ibunya, bahkan tidak ingat sama sekali tentang masa lalunya. Ketika perempuan itu tiba, dia curiga bahwa perempuan itu bukanlah ibunya.

Produser Joko Anwar mengatakan bahwa belakangan cerita-cerita rakyat memang terkesan tersisih dalam arus penceritaan di medium budaya pop, termasuk film. Padahal, Joko merasa cerita rakyat Indonesia itu punya narasi yang begitu menarik dan versatile untuk dikembangkan sesuai kondisi sekarang.

“Beberapa waktu lalu kita mengadakan riset kecil-kecilan, ternyata cerita rakyat makin lama makin tidak dikenal di kalangan generasi muda. Jadi, kita mau membawa kembali cerita rakyat agar hidup terus,” ungkap Joko Anwar.

Sutradara peraih Piala Citra ini menyebut dalam hal penceritaan, rumah produksinya punya dua hal besar yang selalu diusahakan. Pertama ialah sebanyak mungkin menghasilkan cerita-cerita orisinal dengan gaya dan genre yang berbeda-beda.

Kedua, lanjutnya, dirinya juga akan menaruh porsi yang besar untuk membawa kembali cerita-cerita lokal yang merupakan perbendaharaan naratif Indonesia. Hal itu bisa berupa cerita rakyat, dongeng, dan sebagainya.

Namun, Joko menyebut cerita rakyat yang dihadirkan tidak serta merta dialihwahanakan begitu saja. Joko mengatakan tetap ada proses kreatif yang terjadi, sehingga cerita-cerita yang ada bisa lebih relevan meski benang merah yang ada akan sama.

Terkait dengan cerita rakyat yang banyak bertendensi berbicara soal moral, Joko tak menampik hal tersebut. Di film ini, sisi moral juga akan diangkat, tetapi bukan sebagai doktrin, melainkan sebuah pertanyaan balik.

“Lewat Malin Kundang, kita ingin mempertanyakan kembali dan melihat kembali ke sisi yang lebih dalam. Cara kita memikirkan legenda-legenda ini mungkin akan melahirkan pemikiran baru yang akan menambah value dari cerita itu sendiri,” imbuhnya.

Sementara itu, Produser Tia Hasibuan mengatakan meski tujuannya ialah memperkenalkan kembali cerita rakyat, dirinya menegaskan akan ada hal yang berbeda. Tia menyebut cerita Malin Kundang akan dikemas dalam gaya ala Come and See Pictures yang unik.

Baca juga: 5 Film Pendakian Terbaik Diangkat dari Kisah Nyata

Tia mengatakan apa yang dilakukan oleh rumah produksinya sebenarnya bukan jadi yang pertama. Dia menyebut dalam skena film horor misalnya, pihaknya juga banyak memunculkan cerita-cerita yang telah lama menjadi perbendaharaan hantu di Indonesia.

Saat ini film Legenda Kelam Malin Kundang telah selesai proses syuting dan saat ini masuk dalam tahap post production. Film ini akan dibintangi oleh deretan aktor dan aktris ternama di Indonesia.

Mereka adalah Rio Dewanto, Faradina Mufti, Vonny Anggraini, Nova Eliza, Jordan Omar, Gambit Saifullah, dan Sulthan Hamonangan. Film Legenda Kelam Malin Kundang direncanakan akan tayang pada akhir tahun 2025.
 

SEBELUMNYA

Kasus Covid-19 Kembali Naik di 3 Negara Asia Tenggara

BERIKUTNYA

Begini Dampak Gemblengan Barak Militer ala KDM dari Aspek Psikologi Anak

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: