Kementerian Kebudayaan Kembali Buka Program Belajar Bersama Maestro
02 July 2025 |
17:38 WIB
Kementerian Kebudayaan akhirnya membuka kembali salah satu program unggulannya, Belajar Bersama Maestro, untuk periode 2025. Program ini memberi kesempatan bagi anak-anak muda dari berbagai daerah untuk memperdalam minatan terhadap seni dan budaya bersama para maestro Indonesia.
Pada tahun ini, Kementerian Kebudayaan (Kemenkebud) akan menjadikan program Belajar Bersama Maestro sebagai sarana melestarikan budaya lokal, sekaligus memperkenalkannya kepada generasi muda sebagai bentuk pendidikan karakter.
Dalam perjalanannya selama delapan tahun berjalan, program Belajar Bersama Maestro terus berusaha menjadi wadah yang relevan dan dinamis menyesuaikan kondisi saat itu. Hal ini membuat fokus pembelajaran pun bisa berbeda setiap edisi.
Baca juga: Kementerian Kebudayaan Ajukan Tambahan Anggaran Rp4,9 Triliun, Apa Program Prioritasnya?
Misalnya, pada 2024, program ini dikemas dalam bentuk Residensi Pemajuan Kebudayaan. Pada waktu itu, fokus program diperluas menjadi sepuluh Objek Pemajuan Kebudayaan. Namun, tahun ini, program akan berfokus pada tiga Objek Pemajuan Kebudayaan, yakni lisan, seni, dan olahraga tradisional.
"Program Belajar Bersama Maestro akan kembali dilaksanakan dengan format Residensi yang berfokus pada enam bidang seni, yakni sastra, pedalangan, teater, tari, musik keroncong, dan lukis," bunyi pernyataan Kementerian Kebudayaan.
Kementerian Kebudayaan menyatakan bahwa program tahun ini diharapkan tidak terbatas pada pewarisan pengetahuan dari para maestro kepada peserta. Akan tetapi, diharapkan para peserta juga nanti akan berupaya mengembangkan praktik artistik mereka masing-masing sesuai bidangnya.
Setidaknya ada tiga tahapan yang akan dijalani peserta. Pertama adalah Belajar. Pada tahap awal, diharapkan terjadi pewarisan sekaligus pengayaan pengetahuan, keterampilan seni, dari maestro kepada peserta. Kegiatan di dalamnya meliputi workshop dan pelatihan yang mendalam.
Kedua, Penciptaan Karya. Nantinya, peserta diarahkan untuk menciptakan karya seni, baik secara mandiri maupun kolaborasi. Ketiga, Presentasi Karya. Peserta nantinya diarahkan untuk mempresentasikan atau mempertunjukan karya seninya di ruang publik.
"Diharapkan dapat menularkan kesuksesan para maestro kepada para seniman muda. Lalu, ada internalisasi nilai-nilai budaya dari para maestro kepada para seniman muda," imbuhnya.
Tahun ini, Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi telah menunjuk enam maestro yang akan menggawangi program ini. Keenam maestro ini dipilih karena telah berkiprah dan menjadi pelopor pada bidang seni masing-masing, sekurangnya 35 tahun. Kemudian, usia maestro juga telah lebih dari 60 tahun.
Enam maestro tersebut adalah Ki Purbo Asmoro yang akan membidangi seni pedalangan (Solo), Nasirun untuk bidang seni lukis (Yogyakarta), Sundari Soekotjo untuk seni musik (Jakarta), Iman Soleh untuk seni teater (Bandung), Gus tf Sakai untuk seni Sastra(Padang Panjang), dan Didik NIni Thowok untuk seni Tari (Yogyakarta).
Pendaftaran peserta program Belajar Bersama Maestro masih dibuka. Program ini akan diikuti oleh 30 peserta, dengan dua mekanisme berbeda. Sebanyak 30 peserta pertama berasal dari panggilan terbuka, yakni para mahasiswa pada perguruan tinggi yang memiliki rumpun ilmu di bidang seni.
Kemudian, 30 peserta lain adalah afirmasi lokal, yakni peserta yang berasal dari tempat pelaksanaan kegiatan, yakni di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Solo, dan Padang Panjang.
Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi peserta sebelum mendaftar. Yakni, mempunyai kemampuan dasar seni sesuai profesi yang digeluti, belum pernah mengikuti program ini sebelumnya, berusia minimal 18 tahun dan maksimal 25 tahun, memiliki BPJS Kesehatan aktif atau jaminan kesehatan lain, berkiprah di bidang seni dibuktikan dengan portofolio karya mandiri, bersedia menaati tata tertib, dan bersedia menandatangani surat pernyataan untuk mengikuti seluruh rangkaian program.
Periode pendaftaran masih dibuka hingga 5 Juli 2025. Nantinya, seleksi akan dilakukan pada 5-7 Juli 2025 dan pengumuman seleksi dilakukan pada 7 JUli 2025. Pada 9 Juli, akan dilakukan launching kegiatan, disusul pembekalan peserta secara daring pada 11 Juli 2025.
Adapun, pelaksanaan kegiatan program Belajar Bersama Maestro akan digelar pada 20 Juli-19 Agustus 2025. Kemudian, pada 17 Agustus 2025, akan digelar presentasi karya.
Baca juga: Kementerian Kebudayaan Kembali Buka Program Dana Indonesia 2025, Cek Informasinya
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Pada tahun ini, Kementerian Kebudayaan (Kemenkebud) akan menjadikan program Belajar Bersama Maestro sebagai sarana melestarikan budaya lokal, sekaligus memperkenalkannya kepada generasi muda sebagai bentuk pendidikan karakter.
Dalam perjalanannya selama delapan tahun berjalan, program Belajar Bersama Maestro terus berusaha menjadi wadah yang relevan dan dinamis menyesuaikan kondisi saat itu. Hal ini membuat fokus pembelajaran pun bisa berbeda setiap edisi.
Baca juga: Kementerian Kebudayaan Ajukan Tambahan Anggaran Rp4,9 Triliun, Apa Program Prioritasnya?
Misalnya, pada 2024, program ini dikemas dalam bentuk Residensi Pemajuan Kebudayaan. Pada waktu itu, fokus program diperluas menjadi sepuluh Objek Pemajuan Kebudayaan. Namun, tahun ini, program akan berfokus pada tiga Objek Pemajuan Kebudayaan, yakni lisan, seni, dan olahraga tradisional.
"Program Belajar Bersama Maestro akan kembali dilaksanakan dengan format Residensi yang berfokus pada enam bidang seni, yakni sastra, pedalangan, teater, tari, musik keroncong, dan lukis," bunyi pernyataan Kementerian Kebudayaan.
Kementerian Kebudayaan menyatakan bahwa program tahun ini diharapkan tidak terbatas pada pewarisan pengetahuan dari para maestro kepada peserta. Akan tetapi, diharapkan para peserta juga nanti akan berupaya mengembangkan praktik artistik mereka masing-masing sesuai bidangnya.
Setidaknya ada tiga tahapan yang akan dijalani peserta. Pertama adalah Belajar. Pada tahap awal, diharapkan terjadi pewarisan sekaligus pengayaan pengetahuan, keterampilan seni, dari maestro kepada peserta. Kegiatan di dalamnya meliputi workshop dan pelatihan yang mendalam.
Kedua, Penciptaan Karya. Nantinya, peserta diarahkan untuk menciptakan karya seni, baik secara mandiri maupun kolaborasi. Ketiga, Presentasi Karya. Peserta nantinya diarahkan untuk mempresentasikan atau mempertunjukan karya seninya di ruang publik.
"Diharapkan dapat menularkan kesuksesan para maestro kepada para seniman muda. Lalu, ada internalisasi nilai-nilai budaya dari para maestro kepada para seniman muda," imbuhnya.
Tahun ini, Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi telah menunjuk enam maestro yang akan menggawangi program ini. Keenam maestro ini dipilih karena telah berkiprah dan menjadi pelopor pada bidang seni masing-masing, sekurangnya 35 tahun. Kemudian, usia maestro juga telah lebih dari 60 tahun.
Enam maestro tersebut adalah Ki Purbo Asmoro yang akan membidangi seni pedalangan (Solo), Nasirun untuk bidang seni lukis (Yogyakarta), Sundari Soekotjo untuk seni musik (Jakarta), Iman Soleh untuk seni teater (Bandung), Gus tf Sakai untuk seni Sastra(Padang Panjang), dan Didik NIni Thowok untuk seni Tari (Yogyakarta).
Pendaftaran Masih Dibuka
Pendaftaran peserta program Belajar Bersama Maestro masih dibuka. Program ini akan diikuti oleh 30 peserta, dengan dua mekanisme berbeda. Sebanyak 30 peserta pertama berasal dari panggilan terbuka, yakni para mahasiswa pada perguruan tinggi yang memiliki rumpun ilmu di bidang seni.Kemudian, 30 peserta lain adalah afirmasi lokal, yakni peserta yang berasal dari tempat pelaksanaan kegiatan, yakni di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Solo, dan Padang Panjang.
Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi peserta sebelum mendaftar. Yakni, mempunyai kemampuan dasar seni sesuai profesi yang digeluti, belum pernah mengikuti program ini sebelumnya, berusia minimal 18 tahun dan maksimal 25 tahun, memiliki BPJS Kesehatan aktif atau jaminan kesehatan lain, berkiprah di bidang seni dibuktikan dengan portofolio karya mandiri, bersedia menaati tata tertib, dan bersedia menandatangani surat pernyataan untuk mengikuti seluruh rangkaian program.
Periode pendaftaran masih dibuka hingga 5 Juli 2025. Nantinya, seleksi akan dilakukan pada 5-7 Juli 2025 dan pengumuman seleksi dilakukan pada 7 JUli 2025. Pada 9 Juli, akan dilakukan launching kegiatan, disusul pembekalan peserta secara daring pada 11 Juli 2025.
Adapun, pelaksanaan kegiatan program Belajar Bersama Maestro akan digelar pada 20 Juli-19 Agustus 2025. Kemudian, pada 17 Agustus 2025, akan digelar presentasi karya.
Baca juga: Kementerian Kebudayaan Kembali Buka Program Dana Indonesia 2025, Cek Informasinya
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.