Penggemar Matcha Wajib Tahu, Seberapa Banyak Kandungan Kafeinnya?
01 July 2025 |
19:54 WIB
Sampai saat ini minuman matcha masih menjadi minuman favorit banyak orang. Jika Genhype sering menemukan varian unik seperti matcha soft‑served, soda, atau bahkan mie, tentu sudah kenal dengan bentuk tradisionalnya, teh bubuk hijau asal Jepang yang biasanya diseduh hangat.
Tapi sebelum menikmati cita rasa yang lembut, ada satu pertanyaan yang sering muncul, yaitu seberapa banyak kafein sebenarnya dalam secangkir matcha?
Menurut Cafely, sebagai patokan, dalam secangkir kopi 240 ml biasanya menyimpan ±95–200 mg kafein, sementara matcha hanya mengandung sekitar 40–70 mg per penyajian (1–2 gram bubuk). Artinya, matcha memang lebih ringan, tapi jika diseduh maka kadarnya akan lebih kuat, bisa mencapai level espresso sekitar 70 mg per sendok teh.
Baca juga: Tren Konsumsi Matcha Sebagai Superfood, Ini Manfaatnya Menurut Ahli Nutrisi
Alasan matcha terasa lebih stabil karena kandungan L‑theanine—amino acid unik dalam teh—yang memperlambat penyerapan kafein menurut laporan Aiya-america. Hasilnya, Energi terasa lebih berkepanjangan hingga 4–6 jam, tanpa gejala jitter atau crash yang biasanya hadir setelah ngopi.
Apabila Genhype ingin alert cepat, kopi masih lebih unggul. Tapi kalau menginginkan manfaat energi yang halus dan menciptakan mental yang tenang, matcha bisa jadi pemenangnya. Banyak orang, termasuk penulis Verywell Mind, beralih ke matcha karena merasa mood jadi lebih stabil, tekanan stres menurun, dan energi yang dirasakan lebih seimbang.
Adapun faktor yang membuat kandungan kafeinnya berbeda antara lain, jenis bubuknya seperti matcha ceremonial, yang diambil dari daun muda, biasanya memiliki kandungan 40–70 mg kafein, dan dalam takaran culinary itu bisa naik jadi 176 mg.
Selain itu, sara penyeduhan juga cukup memengaruhi. Prinsipnya, makin banyak bubuk dan makin panas air, makin tinggi kafeinnya. Lalu faktor kesegaran bubuknya, jika sudah yang terlalu lama, justru bisa kehilangan kafeinnya.
Meski begitu, Genhype bisa menikmati matcha tanpa takut berlebihan, yaitu dengan takaran 400 mg kafein per hari sebagai batas aman untuk orang dewasa non-hamil. Tapi, jika ingin lebih aman, batasi konsumsi matcha hanya satu atau dua cangkir sehari.
Apalagi pas larut malam, sebaiknya hindari minum matcha agar tidur tetap nyenyak. Jika ingin matcha yang lebih ringan, kurangi takarannya atau tambahkan susu dan rempah seperti jahe atau chia seeds. Selain mengurangi kafein, juga menambah tekstur dan rasa.
Adapun manfaat matcha antara lain, kaya antioksidan di mana matcha mengandung kombinasi katekin dan polifenol yang tinggi. Senyawa ini sangat baik untuk mengurangi peradangan, menangkal radikal bebas, dan menjaga kesehatan jantung.
Matcha juga bermanfaat membantu meningkatkan konsentrasi dan relaksasi, lantaran perpaduan kafein dan L-theanine dalam matcha membantu merangsang gelombang alfa di otak. Efek ini sangat ideal untuk meningkatkan fokus saat bekerja atau beraktivitas yang membutuhkan konsentrasi tinggi sekaligus memberikan efek menenangkan.
Selain itu, matcha juga tergolong ramah untuk pencernaan dan lebih lembut di lambung dibandingkan dengan kopi. Ini menjadikannya pilihan yang lebih baik bagi Genhype yang mudah mengalami masalah pencernaan atau sensitif terhadap kopi. Manfaat lainnya, matcha tidak meninggalkan noda gelap pada gigi, sehingga warna gigi tetap terjaga.
Baca juga: Tren Bisnis Minuman Berbasis Matcha yang Melesat di Kalangan Anak Muda
Matcha bukan sekadar teh hijau bubuk yang memiliki ciri khas rasa. Namun, matcha adalah minuman berkafein yang dikategorikan sebagai pilihan minum yang cerdas, memberikan cukup energi, serta memiliki rasa khas tanpa efek samping jika dikonsumsi sesuai aturan.
Dengan kandungan kafein 40–70 mg per cangkir dan pengaruh hybrid caffeine+L‑theanine, matcha memberikan fokus yang stabil dan mood yang lebih rileks. Cocok buat Genhype yang mau produktif tanpa harus merasa tegang atau sulit tidur pada malam hari.
Tapi sebelum menikmati cita rasa yang lembut, ada satu pertanyaan yang sering muncul, yaitu seberapa banyak kafein sebenarnya dalam secangkir matcha?
Menurut Cafely, sebagai patokan, dalam secangkir kopi 240 ml biasanya menyimpan ±95–200 mg kafein, sementara matcha hanya mengandung sekitar 40–70 mg per penyajian (1–2 gram bubuk). Artinya, matcha memang lebih ringan, tapi jika diseduh maka kadarnya akan lebih kuat, bisa mencapai level espresso sekitar 70 mg per sendok teh.
Baca juga: Tren Konsumsi Matcha Sebagai Superfood, Ini Manfaatnya Menurut Ahli Nutrisi
Alasan matcha terasa lebih stabil karena kandungan L‑theanine—amino acid unik dalam teh—yang memperlambat penyerapan kafein menurut laporan Aiya-america. Hasilnya, Energi terasa lebih berkepanjangan hingga 4–6 jam, tanpa gejala jitter atau crash yang biasanya hadir setelah ngopi.
Apabila Genhype ingin alert cepat, kopi masih lebih unggul. Tapi kalau menginginkan manfaat energi yang halus dan menciptakan mental yang tenang, matcha bisa jadi pemenangnya. Banyak orang, termasuk penulis Verywell Mind, beralih ke matcha karena merasa mood jadi lebih stabil, tekanan stres menurun, dan energi yang dirasakan lebih seimbang.
Adapun faktor yang membuat kandungan kafeinnya berbeda antara lain, jenis bubuknya seperti matcha ceremonial, yang diambil dari daun muda, biasanya memiliki kandungan 40–70 mg kafein, dan dalam takaran culinary itu bisa naik jadi 176 mg.
Selain itu, sara penyeduhan juga cukup memengaruhi. Prinsipnya, makin banyak bubuk dan makin panas air, makin tinggi kafeinnya. Lalu faktor kesegaran bubuknya, jika sudah yang terlalu lama, justru bisa kehilangan kafeinnya.
Meski begitu, Genhype bisa menikmati matcha tanpa takut berlebihan, yaitu dengan takaran 400 mg kafein per hari sebagai batas aman untuk orang dewasa non-hamil. Tapi, jika ingin lebih aman, batasi konsumsi matcha hanya satu atau dua cangkir sehari.
Apalagi pas larut malam, sebaiknya hindari minum matcha agar tidur tetap nyenyak. Jika ingin matcha yang lebih ringan, kurangi takarannya atau tambahkan susu dan rempah seperti jahe atau chia seeds. Selain mengurangi kafein, juga menambah tekstur dan rasa.
Adapun manfaat matcha antara lain, kaya antioksidan di mana matcha mengandung kombinasi katekin dan polifenol yang tinggi. Senyawa ini sangat baik untuk mengurangi peradangan, menangkal radikal bebas, dan menjaga kesehatan jantung.
Matcha juga bermanfaat membantu meningkatkan konsentrasi dan relaksasi, lantaran perpaduan kafein dan L-theanine dalam matcha membantu merangsang gelombang alfa di otak. Efek ini sangat ideal untuk meningkatkan fokus saat bekerja atau beraktivitas yang membutuhkan konsentrasi tinggi sekaligus memberikan efek menenangkan.
Selain itu, matcha juga tergolong ramah untuk pencernaan dan lebih lembut di lambung dibandingkan dengan kopi. Ini menjadikannya pilihan yang lebih baik bagi Genhype yang mudah mengalami masalah pencernaan atau sensitif terhadap kopi. Manfaat lainnya, matcha tidak meninggalkan noda gelap pada gigi, sehingga warna gigi tetap terjaga.
Baca juga: Tren Bisnis Minuman Berbasis Matcha yang Melesat di Kalangan Anak Muda
Matcha bukan sekadar teh hijau bubuk yang memiliki ciri khas rasa. Namun, matcha adalah minuman berkafein yang dikategorikan sebagai pilihan minum yang cerdas, memberikan cukup energi, serta memiliki rasa khas tanpa efek samping jika dikonsumsi sesuai aturan.
Dengan kandungan kafein 40–70 mg per cangkir dan pengaruh hybrid caffeine+L‑theanine, matcha memberikan fokus yang stabil dan mood yang lebih rileks. Cocok buat Genhype yang mau produktif tanpa harus merasa tegang atau sulit tidur pada malam hari.
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.