Beras Premium Tapi Campuran? Begini Cara Membedakannya
01 July 2025 |
10:30 WIB
Belakangan ini, pemerintah menemukan adanya kecurangan dari sejumlah oknum yang mencampur beras premium dengan beras medium demi meraup keuntungan. Jadi, para konsumen perlu lebih jeli agar tidak tertipu membeli beras oplosan.
Beras premium yang dicampur dengan beras medium akan menguntungkan penjual. Namun, tidak demikian bagi para pembeli. Bukan tanpa alasan, masyarakat harus mengeluarkan harga yang lebih mahal untuk membeli beras premium, tetapi mendapatkan beras yang tidak sepenuhnya sesuai dengan yang dibeli karena ada campuran.
Baca juga: Mengenal Beras Porang dan Manfaatnya untuk Kesehatan Tubuh
Tidak hanya itu, kenikmatan menyantap makanan juga tentu akan berbeda mengingat karakteristik antara beras premium dan beras medium memiliki sejumlah perbedaan. Karakteristik ini akan menentukan rasa dan kualitas nasi yang dihasilkan.
Nasi dari beras premium biasanya kerap memiliki tekstur yang pulen, sehingga tidak keras atau pera ketika dimasak dengan tepat. Kondisi ini berbeda dengan nasi dari beras medium yang terkadang kurang pulen atau cenderung agak pera.
Sangat sulit untuk membedakan beras premium ketika dicampur dengan kualitas medium lantaran tidak semua orang paham dengan karakteristiknya. Tidak hanya itu, pengoplos beras premium dengan kualitas medium juga cukup pintar agar masyarakat awam sulit untuk mengenalinya.
Meskipun begitu, ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan oleh calon pembeli guna mengetahui apakah beras premium yang dijual mengalami oplosan atau tidak. Berikut cara untuk memeriksanya dirangkum oleh Hypeabis.id dari berbagai sumber:
Langkah pertama untuk mengetahui beras yang akan dibeli memiliki kualitas premium atau campuran adalah dengan melihat dari warnanya. Pada umumnya, beras kualitas premium memiliki warna yang lebih putih bersih dan mengkilap dibandingkan kualitas yang lebih rendah.
Warna beras putih bersih dan mengkilap dapat terjadi lantaran proses pengolahan yang baik. Sementara itu, beras biasa kadang kusam atau bercampur dengan warna kekuningan. Jika melihat ada beras berlabel premium dengan warna yang tidak semuanya putih bersih atau mengkilap, pembeli perlu curiga.
Selain warna, penting juga untuk memperhatikan kondisi beras yang ada di dalam kemasan untuk mengetahui apakah murni beras premium atau campuran dengan medium. Pada umumnya, beras berlogo premium kerap memiliki jumlah patahan yang sangat kecil, cenderung mengarah ke tidak ada.
Saat melihat beras berlabel premium dengan jumlah beras yang patah sangat banyak, calon konsumen perlu curiga dengan beras yang akan dibeli. Mungkin perlu membandingkan dengan merek beras premium lainnya untuk meyakinkan diri.
Ukuran butir beras juga dapat menjadi cara untuk mengetahui apakah beras yang akan dibeli berkualitas premium atau tidak. Beras berlabel premium cenderung memiliki ukuran yang seragam dan rapi mengingat proporsi beras kepala mencapai 95 persen.
Dengan kata lain, sulit ditemukan butir beras yang terlalu kecil dan besar dalam satu kemasan. Jika menemukan ukuran butir beras yang cenderung tidak konsisten dan dalam jumlah yang cukup besar, ada baiknya pembeli mencurigainya.
Tidak ada gabah atau batu
Salah satu keunggulan beras premium adalah proses pengolahannya yang teliti, sehingga tidak ada gabah – apalagi batu, yang ikut terbawa. Jadi, masyarakat perlu mempertanyakan beras yang berlabel premium, tetapi masih ada gabah atau batu dalam kemasannya.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Beras premium yang dicampur dengan beras medium akan menguntungkan penjual. Namun, tidak demikian bagi para pembeli. Bukan tanpa alasan, masyarakat harus mengeluarkan harga yang lebih mahal untuk membeli beras premium, tetapi mendapatkan beras yang tidak sepenuhnya sesuai dengan yang dibeli karena ada campuran.
Baca juga: Mengenal Beras Porang dan Manfaatnya untuk Kesehatan Tubuh
Tidak hanya itu, kenikmatan menyantap makanan juga tentu akan berbeda mengingat karakteristik antara beras premium dan beras medium memiliki sejumlah perbedaan. Karakteristik ini akan menentukan rasa dan kualitas nasi yang dihasilkan.
Nasi dari beras premium biasanya kerap memiliki tekstur yang pulen, sehingga tidak keras atau pera ketika dimasak dengan tepat. Kondisi ini berbeda dengan nasi dari beras medium yang terkadang kurang pulen atau cenderung agak pera.
Sangat sulit untuk membedakan beras premium ketika dicampur dengan kualitas medium lantaran tidak semua orang paham dengan karakteristiknya. Tidak hanya itu, pengoplos beras premium dengan kualitas medium juga cukup pintar agar masyarakat awam sulit untuk mengenalinya.
Meskipun begitu, ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan oleh calon pembeli guna mengetahui apakah beras premium yang dijual mengalami oplosan atau tidak. Berikut cara untuk memeriksanya dirangkum oleh Hypeabis.id dari berbagai sumber:
1. Warna
Langkah pertama untuk mengetahui beras yang akan dibeli memiliki kualitas premium atau campuran adalah dengan melihat dari warnanya. Pada umumnya, beras kualitas premium memiliki warna yang lebih putih bersih dan mengkilap dibandingkan kualitas yang lebih rendah.Warna beras putih bersih dan mengkilap dapat terjadi lantaran proses pengolahan yang baik. Sementara itu, beras biasa kadang kusam atau bercampur dengan warna kekuningan. Jika melihat ada beras berlabel premium dengan warna yang tidak semuanya putih bersih atau mengkilap, pembeli perlu curiga.
2. Jumlah patahan
Selain warna, penting juga untuk memperhatikan kondisi beras yang ada di dalam kemasan untuk mengetahui apakah murni beras premium atau campuran dengan medium. Pada umumnya, beras berlogo premium kerap memiliki jumlah patahan yang sangat kecil, cenderung mengarah ke tidak ada.Saat melihat beras berlabel premium dengan jumlah beras yang patah sangat banyak, calon konsumen perlu curiga dengan beras yang akan dibeli. Mungkin perlu membandingkan dengan merek beras premium lainnya untuk meyakinkan diri.
3. Ukuran
Ukuran butir beras juga dapat menjadi cara untuk mengetahui apakah beras yang akan dibeli berkualitas premium atau tidak. Beras berlabel premium cenderung memiliki ukuran yang seragam dan rapi mengingat proporsi beras kepala mencapai 95 persen.Dengan kata lain, sulit ditemukan butir beras yang terlalu kecil dan besar dalam satu kemasan. Jika menemukan ukuran butir beras yang cenderung tidak konsisten dan dalam jumlah yang cukup besar, ada baiknya pembeli mencurigainya.
Tidak ada gabah atau batu
Salah satu keunggulan beras premium adalah proses pengolahannya yang teliti, sehingga tidak ada gabah – apalagi batu, yang ikut terbawa. Jadi, masyarakat perlu mempertanyakan beras yang berlabel premium, tetapi masih ada gabah atau batu dalam kemasannya.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.