Pengunjung mengamati koleksi Museum Wayang di kawasan Kota Tua, Jakarta, Jumat (11/4/2025). (sumber gambar: Hypeabis.id/ Arief Hermawan P)

Kalah dengan Iran, Kemenkebud Siap Geber Pembangunan Museum di Tanah Air

01 July 2025   |   10:00 WIB
Image
Prasetyo Agung Ginanjar Jurnalis Hypeabis.id

Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia memiliki harapan besar terhadap masa depan permuseuman di Tanah Air. Salah satunya adalah menjadikan Indonesia sebagai negeri dengan seribu museum, serta dapat mendekatkannya kepada publik luas dengan cara yang lebih inklusif.

Berdasarkan data dari Kementerian Kebudayaan, saat ini terdapat 454 museum yang dimiliki Indonesia. Dari 454 museum tersebut, 114 di antaranya dimiliki oleh pemerintah pusat, kemudian 187 milik pemerintah daerah, dan 153 dimiliki oleh perorangan yang tersebar di Tanah Air.

Dirjen Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan, Restu Gunawan mengatakan, bila dibandingkan dengan Iran, yang notabenenya sebuah negara kecil, jumlah museum di negara yang sempat menjadi pusat peradaban Persia Kuno, itu jauh lebih banyak yakni sebanyak 800 museum.

Baca juga: Hypereport: Efisiensi Anggaran Kemenkebud, Menavigasi Tantangan & Menjaga Harapan

"Ini perlu kita provokasi juga, upaya mendorong masyarakat untuk pergi ke museum di daerah-daerah dan sebagainya. Harapannya tentu setiap kabupaten, kota punya museum bisa menjadi tempat belajar anak-anak kita, katanya dalam diskusi di Bentara Budaya, Jakarta, Senin, ( 30/6/25).

Restu mengungkap, selain jumlah, rendahnya minat kunjungan publik untuk mengunjungi museum juga dikarenakan masih menganggap museum sebagai tempat kuno. Padahal, saat ini sejumlah museum juga sudah memiliki program yang interaktif, tematik, dan edukatif lewat di dalamnya.

Menurut Restu, paradigma masyarakat terkait kebudayaan juga masih sebatas masa lalu. Padahal, kebudayaan merupakan bagian dari masa lalu, masa kini, dan narasi untuk membaca masa depan. Oleh karena itu, alih alih mengeksploitasi tambang, sebuah negara seharusnya lebih banyak mengeksplorasi kebudayaan.

"Maka perubahan berpikir kita, perubahan paradigma berpikir kita kita harus mengubah paradigma berpikir bahwa kebudayaan itu adalah investasi. Jangan berpikir kebudayaan itu kos atau biaya," imbuhnya.
 

Dirjen Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan, Restu Gunawan, saat ditemui awak media di Bentara Budaya, Jakarta, Senin (30/6/25). (sumber gambar: Hypeabis.id/Prasetyo Agung Ginanjar)

Dirjen Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan, Restu Gunawan, saat ditemui awak media di Bentara Budaya, Jakarta, Senin (30/6/25). (sumber gambar: Hypeabis.id/Prasetyo Agung Ginanjar)


Lebih lanjut, Restu menjelaskan, Kementerian Kebudayaan sejauh ini juga terus menggalakan atau meresmikan sejumlah museum di Tanah Air. Belum lama ini misal, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, setidaknya sudah meresmikan 10-12 museum baru, sejak dilantik pada Oktober 2024.

Selain itu, pihaknya juga melakukan standarisasi terhadap museum-museum yang mencakup tata pengelolaan, tanah dan bangunan, pengamanan, pengelolaan koleksi, pengkajian, pendanaan, aktivitas, dan yang lain, agar memiliki standar A,B, C dan sebagainya.

"Setelah itu kalau yang punya pemerintah daerah, pemerintah [pusat] juga sudah mengalokasikan yang namanya dana alokasi khusus untuk museum-museum tersebut," imbuhnya.

Sebelumnya. Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan, di tengah perkembangan dunia yang pesat serta disrupsi teknologi yang mengubah kehidupan sehari-hari masyarakat, sejumlah museum di dunia memang menghadapi masalah penting terkait sejauh mana mana peran mereka tetap relevan pada era kiwari.

Di kawasan Asia Tenggara, menurutnya terdapat 2.500 museum yang sedang menghadapi tantangan bagaimana membuat program museum yang inklusif dan menarik. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi untuk memastikan bahwa museum juga berkaitan bagi semua generasi, latar belakang, dan komunitas.

"Museum bukan ruang pasif, tetapi sebuah institusi hidup yang harus berkembang bersama masyarakat yang dilayaninya. Kita harus melangkah bersama dan memastikan bahwa museum-museum se-Asean terus berinovasi, inklusif, dan berwawasan ke depan," katanya dalam gelaran SEA Museum Collaboration.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News
 

SEBELUMNYA

Trailer Demon Slayer: Infinity Castle Dirilis, Babak Pamungkas Franchise Legendaris Dimulai

BERIKUTNYA

Beras Premium Tapi Campuran? Begini Cara Membedakannya

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga