Versi Terjemahan Inggris Kitab Kawin karya Laksmi Pamuntjak Raih Penghargaan di AS
30 June 2025 |
16:00 WIB
Kabar menggembirakan datang dari dunia sastra Indonesia. Versi terjemahan bahasa Inggris buku kumpulan cerpen Kitab Kawin (The Book of Mating) karya Laksmi Pamuntjak meraih penghargaan Humanities in Translation Prize 2025 di Amerika Serikat.
Humanities in Translation (HiT) Prize adalah penghargaan yang digagas oleh tiga institusi dari Amerika Serikat yakni The Buffett Institute for Global Affairs, the Alice Kaplan Institute for the Humanities, dan Northwestern University Press. Penghargaan tahunan ini diberikan kepada karya terjemahan baru dari seluruh dunia agar semakin dikenal oleh pembaca secara global.
Baca juga: Ikapi Beberkan Kerugian Finansial dari Pembajakan Buku Capai Ratusan Miliar
HiT Prize juga bertujuan untuk mendorong penerjemahan baru buku-buku sastra dan ilmiah penting dari seluruh dunia, khususnya dari bahasa-bahasa non-Barat yang jarang diterjemahkan. Sehingga, lebih banyak pembaca internasional yang mengapresiasi dan mendukung karya-karya terjemahan.
Tahun ini, HiT Prize memilih terjemahan kumpulan cerpen Kitab Kawin dari Laksmi Pamuntjak sebagai pemenangnya. Buku yang pertama kali terbit tahun 2012 lewat penerbit Gramedia Pustaka Utama (GPU) itu diterjemahkan oleh Annie Tucker, penulis sekaligus penerjemah asal Los Angeles, yang sebelumnya pernah menejemahkan novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan.
Berkat penghargaan itu, Tucker akan menerima total hadiah uang tunai sebesar US$5.000 atau sekitar Rp81 juta, serta akses penerbitan oleh Northwestern University Press.
Laura Brueck, Direktur Alice Kaplan Institute for the Humanities, mengatakan Kitab Kawin merupakan buku kumpulan 12 cerita pendek dengan kisah yang 'hidup' dan menawarkan eksplorasi tentang keragaman kehidupan kontemporer perempuan di Indonesia.
Versi terjemahan dari Tucker, katanya, dengan apik mengungkap keragaman gaya naratif yang digunakan Laksmi Pamuntjak untuk menunjukkan pengalaman perempuan, yang dibentuk oleh kehidupan mereka dari gedung-gedung tinggi di perkotaan Jakarta hingga hutan palem di Pulau Buru.
"Di antara kiriman kumpulan cerpen yang benar-benar luar biasa, cerita-cerita Pamuntjak menonjol karena perhatiannya yang 'hidup' pada karakter dan tempat, yang dirayakan dengan sangat indah oleh terjemahan Tucker," katanya dikutip dari situs resmi Northwestern University Press.
Deborah Cohen selaku Direktur Buffett Institute for Global Affairs mengamini pendapat tersebut dan mengatakan bahwa kekayaan dan keterampilan yang tampak pada kedua belas cerpen Pamuntjak diimbangi oleh kepiawaian terjemahan Tucker, yang melengkapi kedua versi teks tersebut.
"Hubungan yang kuat antara lembaga-lembaga Northwestern dan Indonesia, termasuk melalui Program Equality Development & Globalization Studies (EDGS), menjadikan pilihan juri sebagai kejutan yang menyenangkan," ujarnya.
Adapun, versi terjemahan bahasa Inggris Kitab Kawin akan bergabung dengan karya-karya terjemahan pemenang sebelumnya dalam katalog Northwestern University Press, termasuk Valor: Stories karya penulis Turki Murathan Mungan dan diterjemahkan oleh Aron Aji dan David Gramling, The Beast, and Other Tales karya Jóusè d'Arbaud yang diterjemahkan oleh Joyce Zonana, dan masih banyak lagi.
Dia menambahkan terjemahan hebat Annie Tucker mampu menangkap perpaduan antara narasi, genre, dan tema yang hidup, sehingga menjadikan buku Kitab Kawin (The Book of Mating) sebagai kontribusi yang unik dan mendesak bagi katalog mereka.
"Kami sangat bangga memperkenalkan kisah-kisah cemerlang dan sangat feminis karya Laksmi Pamuntjak kepada para pembaca NUP [Northwestern University Press] yang beragam dan cerdas dari literatur yang kurang terwakili dari luar Global North,” kata Manajer Akuisisi dan Editor Senior untuk Scholarly Titles Faith, Wilson Stein.
Gramedia Pustaka Utama selaku penerbit juga menyampaikan kabar menggembirakan ini melalui akun media sosial mereka. Penerbit pun mengumumkan bahwa buku antologi cerpen Kitab Kawin akan terbit dengan sampul baru.
"Kabar bahagia datang dari penulis kami Laksmi Pamuntjak. Versi terjemahan bahasa Inggris Kitab Kawin (The Book of Mating) karya Laksmi Pamuntjak meraih penghargaan Humanities in Translation (HiT) Prize 2025-2026 di Amerika Serikat. Edisi Indonesia Kitab Kawin akan terbit dengan sampul baru," demikian tulis akun Instagram @bukugpu.
Sementara itu, Kitab Kawin adalah buku kumpulan cerpen karya Laksmi Pamuntjak yang terbit pertama kali tahun 2021. Buku setebal 312 halaman ini memuat 11 cerpen tentang perempuan dengan beragam latar belakang, mulai dari pekerja toserba, karyawan, seniman paruh baya, instruktur yoga, hingga ibu-ibu borju. Permasalahan yang diangkat dalam tiap kisah pun beragam.
Dari rumah-rumah kelas menengah atas Jakarta, kota kecil di daerah pedesaan Jawa Tengah, atau pedalaman Pulau Buru, cerita-cerita ini tak hanya berkisah tentang jiwa-jiwa yang buncah, kesepian dan telantar, serta tubuh-tubuh yang terpasung dan disakiti, tapi juga tentang jiwa-jiwa yang berontak dan merdeka, dan yang berani merumuskan ulang hukum-hukum perkawinan bagi diri mereka sendiri.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Humanities in Translation (HiT) Prize adalah penghargaan yang digagas oleh tiga institusi dari Amerika Serikat yakni The Buffett Institute for Global Affairs, the Alice Kaplan Institute for the Humanities, dan Northwestern University Press. Penghargaan tahunan ini diberikan kepada karya terjemahan baru dari seluruh dunia agar semakin dikenal oleh pembaca secara global.
Baca juga: Ikapi Beberkan Kerugian Finansial dari Pembajakan Buku Capai Ratusan Miliar
HiT Prize juga bertujuan untuk mendorong penerjemahan baru buku-buku sastra dan ilmiah penting dari seluruh dunia, khususnya dari bahasa-bahasa non-Barat yang jarang diterjemahkan. Sehingga, lebih banyak pembaca internasional yang mengapresiasi dan mendukung karya-karya terjemahan.
Tahun ini, HiT Prize memilih terjemahan kumpulan cerpen Kitab Kawin dari Laksmi Pamuntjak sebagai pemenangnya. Buku yang pertama kali terbit tahun 2012 lewat penerbit Gramedia Pustaka Utama (GPU) itu diterjemahkan oleh Annie Tucker, penulis sekaligus penerjemah asal Los Angeles, yang sebelumnya pernah menejemahkan novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan.
Berkat penghargaan itu, Tucker akan menerima total hadiah uang tunai sebesar US$5.000 atau sekitar Rp81 juta, serta akses penerbitan oleh Northwestern University Press.
Laura Brueck, Direktur Alice Kaplan Institute for the Humanities, mengatakan Kitab Kawin merupakan buku kumpulan 12 cerita pendek dengan kisah yang 'hidup' dan menawarkan eksplorasi tentang keragaman kehidupan kontemporer perempuan di Indonesia.
Versi terjemahan dari Tucker, katanya, dengan apik mengungkap keragaman gaya naratif yang digunakan Laksmi Pamuntjak untuk menunjukkan pengalaman perempuan, yang dibentuk oleh kehidupan mereka dari gedung-gedung tinggi di perkotaan Jakarta hingga hutan palem di Pulau Buru.
"Di antara kiriman kumpulan cerpen yang benar-benar luar biasa, cerita-cerita Pamuntjak menonjol karena perhatiannya yang 'hidup' pada karakter dan tempat, yang dirayakan dengan sangat indah oleh terjemahan Tucker," katanya dikutip dari situs resmi Northwestern University Press.
Deborah Cohen selaku Direktur Buffett Institute for Global Affairs mengamini pendapat tersebut dan mengatakan bahwa kekayaan dan keterampilan yang tampak pada kedua belas cerpen Pamuntjak diimbangi oleh kepiawaian terjemahan Tucker, yang melengkapi kedua versi teks tersebut.
"Hubungan yang kuat antara lembaga-lembaga Northwestern dan Indonesia, termasuk melalui Program Equality Development & Globalization Studies (EDGS), menjadikan pilihan juri sebagai kejutan yang menyenangkan," ujarnya.
Adapun, versi terjemahan bahasa Inggris Kitab Kawin akan bergabung dengan karya-karya terjemahan pemenang sebelumnya dalam katalog Northwestern University Press, termasuk Valor: Stories karya penulis Turki Murathan Mungan dan diterjemahkan oleh Aron Aji dan David Gramling, The Beast, and Other Tales karya Jóusè d'Arbaud yang diterjemahkan oleh Joyce Zonana, dan masih banyak lagi.
Dia menambahkan terjemahan hebat Annie Tucker mampu menangkap perpaduan antara narasi, genre, dan tema yang hidup, sehingga menjadikan buku Kitab Kawin (The Book of Mating) sebagai kontribusi yang unik dan mendesak bagi katalog mereka.
"Kami sangat bangga memperkenalkan kisah-kisah cemerlang dan sangat feminis karya Laksmi Pamuntjak kepada para pembaca NUP [Northwestern University Press] yang beragam dan cerdas dari literatur yang kurang terwakili dari luar Global North,” kata Manajer Akuisisi dan Editor Senior untuk Scholarly Titles Faith, Wilson Stein.
Gramedia Pustaka Utama selaku penerbit juga menyampaikan kabar menggembirakan ini melalui akun media sosial mereka. Penerbit pun mengumumkan bahwa buku antologi cerpen Kitab Kawin akan terbit dengan sampul baru.
"Kabar bahagia datang dari penulis kami Laksmi Pamuntjak. Versi terjemahan bahasa Inggris Kitab Kawin (The Book of Mating) karya Laksmi Pamuntjak meraih penghargaan Humanities in Translation (HiT) Prize 2025-2026 di Amerika Serikat. Edisi Indonesia Kitab Kawin akan terbit dengan sampul baru," demikian tulis akun Instagram @bukugpu.
Sementara itu, Kitab Kawin adalah buku kumpulan cerpen karya Laksmi Pamuntjak yang terbit pertama kali tahun 2021. Buku setebal 312 halaman ini memuat 11 cerpen tentang perempuan dengan beragam latar belakang, mulai dari pekerja toserba, karyawan, seniman paruh baya, instruktur yoga, hingga ibu-ibu borju. Permasalahan yang diangkat dalam tiap kisah pun beragam.
Dari rumah-rumah kelas menengah atas Jakarta, kota kecil di daerah pedesaan Jawa Tengah, atau pedalaman Pulau Buru, cerita-cerita ini tak hanya berkisah tentang jiwa-jiwa yang buncah, kesepian dan telantar, serta tubuh-tubuh yang terpasung dan disakiti, tapi juga tentang jiwa-jiwa yang berontak dan merdeka, dan yang berani merumuskan ulang hukum-hukum perkawinan bagi diri mereka sendiri.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.