John Cena & Idris Elba dalam film Heads of State. (Sumber gambar: Prime Video)

5 Alasan Film Heads of State Menarik Ditonton, Dibintangi John Cena hingga Priyanka Chopra

30 June 2025   |   15:45 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Layanan streaming Prime Video akan merilis film komedi aksi Amerika berjudul Heads of State pada 2 Juli 2025. Film tentang dua pemimpin dunia yang melawan konspirasi global ini menyedot perhatian lantaran diperankan oleh jajaran aktor dan aktris ternama seperti John Cena, Idris Elba hingga Priyanka Chopra.

Heads of State bercerita tentang dua pemimpin dunia yang sangat powerful yakni Presiden Amerika Serikat (AS) dan Perdana Menteri Inggris. Mereka kerap adu kekuatan bahkan saling sindir.

Baca juga: Peacemaker 2 Tayang Agustus 2025, Kembalinya John Cena sebagai Pahlawan Kontroversial

Namun, keduanya dikisahkan menjadi target musuh asing yang kejam. Mereka pun harus menurunkan ego masing-masing dan mengesampingkan persaingan, demi menggagalkan konspirasi global, menyelamatkan dunia yang nyaris hancur.
 

Heads of State. (Sumber gambar: Prime Video)

Heads of State. (Sumber gambar: Prime Video)

Memadukan aksi eksplosif, dialog komedi yang tajam, dan petualangan mendebarkan lintas negara, film ini menghadirkan rangkaian adegan cepat, stunt yang kreatif, serta sentuhan nostalgia yang kuat dengan pesona khas era keemasan film buddy action komedi tahun 90-an.

Head of State digarap oleh sutradara asal Rusia, Ilya Naishuller, yang dikenal berkat film aksi Hardcore Henry (2015) dan Nobody (2021). Berikut adalah 5 alasan film Heads of State menarik untuk ditonton.


1. Reuni Idris Elba & John Cena

Film Heads of State menjadi ajang reuni bagi Idris Elba dan John Cena setelah penampilan mereka dalam The Suicide Squad (2021). Idris Elba berperan sebagai Sam Clarke, Perdana Menteri Inggris yang serius dan berpengalaman di militer, sementara John Cena memerankan Will Derringer, mantan aktor film laga yang naik jabatan jadi Presiden AS karena pesonanya.

Idris Elba berkata di film tersebut, dia dan John Cena memainkan dinamika klasik antara karakter laki-laki serius (straight man) dan humoris (funny man). Sam Clarke digambarkan sebagai seorang Perdana Menteri yang serius, penuh tekanan politik, dan selalu waspada. Sementara karakter John Cena, Will Derringer, adalah presiden yang penuh percaya diri dan sangat santai.

"Dua karakter ini bahkan mungkin tidak bisa sepakat soal makan siang. Tapi dari perbedaan itulah muncul dinamika yang lucu dan menyentuh. Di awal, penonton mungkin mengira mereka tidak akan pernah cocok dan menganggap ‘Mereka saling membenci satu sama lain’, tapi seiring cerita berkembang, hubungan mereka justru jadi cukup mengharukan," kata Elba.
 

f

John Cena & Idris Elba dalam film Heads of State. (Sumber gambar: Prime Video)


2. Gabungkan aksi gila & komedi tajam

Heads of State menyuguhkan aksi penuh energi seperti jatuhnya Air Force One, aksi kejar-kejaran di jalanan Trieste, hingga festival tomat yang berantakan. Sutradara Ilya Naishuller mengatakan menggabungkan elemen aksi dan humor justru membuat efek komedi dalam film terasa lebih kuat, karena kontras antara kedua unsur tersebut. 

"Adegan aksinya pun terasa lebih menghantam, bahkan dalam rating PG-13. Kami tidak mengandalkan efek ‘darah’, tapi semua tetap terasa intens dan kuat,” ungkap IIya.

Selain itu, pemilihan karakter lainnya juga semakin mendukung unsur aksi dalam film ini. Seperti Jack Quaid yang berperan sebagai Marty Comer, salah satu agen CIA yang ditempatkan di sebuah pertambangan berkedok safehouse di Warsawa.

“Marty sudah sangat siap dengan persediaan senjata, jebakan, dan segala persiapan lainnya. Ini adalah kesempatan baginya untuk melindungi idolanya, bintang film Water Cobra, dan menunjukkan kemampuannya sebenarnya," kata Jack Quaid.
 

Priyanka Chopra dalam film Heads of State. (Sumber gambar: Prime Video)

Priyanka Chopra dalam film Heads of State. (Sumber gambar: Prime Video)


3. Priyanka Chopra perankan karakter unik

Berperan sebagai Noel Bissett, Priyanka Chopra Jonas tampil dominan sebagai agen yang kuat, strategis, dan punya sejarah asmara dengan Sam. Di tengah adu argumen para pemimpin negara, dia tetap fokus menyelamatkan dunia dengan gaya khasnya dan permainan kata-kata meledek.

Priyanka Chopra mengatakan penonton akan melihat Noel pertama kali di Festival Tomatina, di mana awalnya dia terlihat seperti jurnalis, tapi ternyata, dia adalah pembunuh bayaran yang terjebak dalam situasi gila. Dia sempat menghilang lalu muncul kembali untuk membantu kedua pria petinggi negara. 

"Reuni itu sangat menarik karena dia dan Sam memiliki kisah masa lalu bersama, dan kami semua kaget karena melihat satu sama lain masih hidup. Dia [Noel] adalah pembunuh bayaran yang suka membuat lelucon garing. Saya benar-benar menikmati peran itu, sampai saya jadi sering membuat lelucon garing di kehidupan nyata," ungkapnya.
 


4. Adegan aksi yang terasa nyata

Mengambil lokasi syuting di Prancis, Italia, Serbia, dan Inggris, Heads of State menghadirkan latar yang intens dan nyata, mulai dari tempat persembunyian di zona konflik, penyergapan di kebun anggur, hingga aksi kejar-kejaran di jalanan berbatu khas Eropa. 

John Rickard selaku produser mengatakan Heads of State merupakan film road trip sesungguhnya di mana seluruh pemain dan kru benar-benar menjelajahi dunia untuk menangkap beragam latar yang eklektik guna kebutuhan film. 

Perjalanan Will dan Sam melintasi berbagai tempat, kata Rickard, menghadirkan tantangan tersendiri bagi mereka, dan justru hal itu lah yang menjaga film tetap segar dari awal hingga akhir, karena karakternya terus bergerak dan berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya.

“Saya rasa dengan karakter cerita yang berskala global, ditambah dengan keberagaman lokasi syuting yang kami gunakan membuat film ini terasa sangat besar," ujar dia.


5. Cerita berbalut satir politik 

Di balik aksi-aksi menantang dan tawa, Heads of State disebut sebagai sebuah refleksi cerdas tentang dunia politik saat ini di mana popularitas kadang lebih penting dari kompetensi. Tetapi, film ini mengemasnya dengan ringan, humanis, dan banyak momen yang terasa relevan.

“Di awal, hubungan mereka [Sam Clarke & Will Derringer] sangat tegang dan penuh pertentangan. Tapi setelah mereka diculik, mereka tak punya pilihan selain bekerja sama. Percakapan sengit antara karakter kami menjadi bagian dari komedi, dan aksi-aksinya juga sangat keren. Ini benar-benar bentuk pure escapism yang menyenangkan," kata Idris Elba.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 

SEBELUMNYA

Jess No Limit Raih Dua Penghargaan Guiness World Records

BERIKUTNYA

Versi Terjemahan Inggris Kitab Kawin karya Laksmi Pamuntjak Raih Penghargaan di AS

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: