Aktor Ario Bayu Menjadi Dirut PT Tripar Multivision Plus
26 June 2025 |
19:53 WIB
Nama Ario Bayu tengah menjadi sorotan masyarakat. Aktor yang kini juga menjabat sebagai Ketua Komite Festival Film Indonesia periode 2024-2026, Ario Bayu Wicaksono diangkat menjadi Direktur Utama PT Tripar Multivison Plus Tbk.
Dalam keterangan resmi pers perusahaan yang dilihat Hypeabis.id dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, pengangkatan aktor pemeran karakter Soeraja dalam serial Gadis Kretek itu setelah rapat umum pemegang saham menyetujuinya. Selain mengangkat Ario sebagai Direktur Utama, RUPST itu juga mengangkat Gita Sjahrir sebagai komisaris independen.
Baca juga: Ucapan & Harapan Sineas untuk Hari Film Nasional 2025, Dian Sastro hingga Ario Bayu
“Penambahan dua tokoh terkemuka ini mencerminkan komitmen RAAM dalam memadukan kepemimpinan kreatif dengan tata kelola strategis, seiring perusahaan melanjutkan ekspansinya dalam produksi film, konten digital, dan operasional bioskop di seluruh Indonesia dan kawasan regional yang lebih luas,” demikian tertulis.
Pengangkatannya sebagai Direktur Utama diharapkan dapat membuat rumah produksi dalam posisi strategis untuk mendorong inovasi dalam penciptaan konten, memperluas jangkauan regional, dan memperkuat kemitraan dengan berbagai platform global.
Ario Bayu dinilai dapat membawa perpaduan dinamis antara visi artistik dan strategi operasional ke dalam tubuh perusahaan rumah produksi tersebut mengingat pengalaman yang dimiliki selama lebih dari dua dekade, dalam bidang akting, produksi, dan kepemimpinan eksekutif.
Ario adalah aktor yang dikenal oleh banyak pencinta film di dalam negeri lewat karya berjudul Soekarno, Sultan Agung, dan Java Heat selain serial Gadis Kretek yang diputar di platform over the top Netflix.
Selain itu, sang aktor juga memiliki pengalaman dalam menjabat berbagai posisi pemimpin di sejumlah bisnis. Salah satu di antaranya adalah CEO PT Indokaria Nusantara Sejahtara dan Presiden Komisaris PT Market Laut Indonesia.
Pria yang kini juga dipercaya sebagai Ketua Komite Festival Film Indonesia (FFI) periode 2024-2026 itu telah memainkan peran penting dalam memajukan industri perfilman di dalam negeri.
Raam Punjabi, Komisaris PT Tripar Multivision Plus Tbk, percaya bahwa pengangkatan sang aktor sebagai direktur utama akan meningkatkan nilai bagi pemegang saham. Tidak hanya itu, penunjukannya juga akan memosisikan bisnis untuk ekspansi jangka panjang.
Rilis film
Selain mengangkat Ario Bayu sebagai direktur utama, PT Tripar Multivison Plus Tbk. juga akan merilis film anyar berjudul Dia Bukan Ibu. Karya dengan genre horor-thriller itu mendapatkan arahan dari sutradara Randolph Zaini dan akan rilis pada 25 September 2025 di seluruh bioskop Indonesia.
Sejumlah aktor dan aktris berbakat dari dalam negeri menjadi bagian dalam film itu. Mereka adalah Artika Sari Devi, Aly Fikri, Aurora Ribero, Dian Sidik, dan Sita Nursanti. Karya ini akan menghadirkan kisah menegangkan dan penuh emosi tentang keluarga, perjuangan bertahan hidup, dan teror supranatural.
Baca juga: Hypeprofil Ario Bayu: Dedikasi & Komitmen untuk Perfilman Indonesia
Dalam keterangan resmi pers perusahaan yang dilihat Hypeabis.id dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, pengangkatan aktor pemeran karakter Soeraja dalam serial Gadis Kretek itu setelah rapat umum pemegang saham menyetujuinya. Selain mengangkat Ario sebagai Direktur Utama, RUPST itu juga mengangkat Gita Sjahrir sebagai komisaris independen.
Baca juga: Ucapan & Harapan Sineas untuk Hari Film Nasional 2025, Dian Sastro hingga Ario Bayu
“Penambahan dua tokoh terkemuka ini mencerminkan komitmen RAAM dalam memadukan kepemimpinan kreatif dengan tata kelola strategis, seiring perusahaan melanjutkan ekspansinya dalam produksi film, konten digital, dan operasional bioskop di seluruh Indonesia dan kawasan regional yang lebih luas,” demikian tertulis.
Pengangkatannya sebagai Direktur Utama diharapkan dapat membuat rumah produksi dalam posisi strategis untuk mendorong inovasi dalam penciptaan konten, memperluas jangkauan regional, dan memperkuat kemitraan dengan berbagai platform global.
Ario Bayu dinilai dapat membawa perpaduan dinamis antara visi artistik dan strategi operasional ke dalam tubuh perusahaan rumah produksi tersebut mengingat pengalaman yang dimiliki selama lebih dari dua dekade, dalam bidang akting, produksi, dan kepemimpinan eksekutif.
Ario adalah aktor yang dikenal oleh banyak pencinta film di dalam negeri lewat karya berjudul Soekarno, Sultan Agung, dan Java Heat selain serial Gadis Kretek yang diputar di platform over the top Netflix.
Selain itu, sang aktor juga memiliki pengalaman dalam menjabat berbagai posisi pemimpin di sejumlah bisnis. Salah satu di antaranya adalah CEO PT Indokaria Nusantara Sejahtara dan Presiden Komisaris PT Market Laut Indonesia.
Pria yang kini juga dipercaya sebagai Ketua Komite Festival Film Indonesia (FFI) periode 2024-2026 itu telah memainkan peran penting dalam memajukan industri perfilman di dalam negeri.
Raam Punjabi, Komisaris PT Tripar Multivision Plus Tbk, percaya bahwa pengangkatan sang aktor sebagai direktur utama akan meningkatkan nilai bagi pemegang saham. Tidak hanya itu, penunjukannya juga akan memosisikan bisnis untuk ekspansi jangka panjang.
Rilis film
Selain mengangkat Ario Bayu sebagai direktur utama, PT Tripar Multivison Plus Tbk. juga akan merilis film anyar berjudul Dia Bukan Ibu. Karya dengan genre horor-thriller itu mendapatkan arahan dari sutradara Randolph Zaini dan akan rilis pada 25 September 2025 di seluruh bioskop Indonesia.
Sejumlah aktor dan aktris berbakat dari dalam negeri menjadi bagian dalam film itu. Mereka adalah Artika Sari Devi, Aly Fikri, Aurora Ribero, Dian Sidik, dan Sita Nursanti. Karya ini akan menghadirkan kisah menegangkan dan penuh emosi tentang keluarga, perjuangan bertahan hidup, dan teror supranatural.
Baca juga: Hypeprofil Ario Bayu: Dedikasi & Komitmen untuk Perfilman Indonesia
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.