Alternativa 2026 Hadir di Kolombia, Buka Kesempatan untuk Sineas Asia & Amerika Latin
24 June 2025 |
19:36 WIB
Usai sukses menyapa publik Asia Tengah dan Asia Tenggara, Alternativa Film Festival bersiap menapaki babak baru. Kali ini, edisi ketiganya akan digelar di Kolombia pada kuartal kedua 2026 dengan hadiah total sebesar US$120.000 dan tambahan satu kategori penghargaan baru.
Kabar ini diumumkan dalam konferensi pers perdana Alternativa di Amerika Latin yang digelar bertepatan dengan Festival Film Internasional Guadalajara ke-40, beberapa waktu lalu.
Baca juga: Transformasi Sinema di Festival Film Internasional Shanghai 2025, Dari AI hingga Layar Global
Dalam pernyataan resminya, tim Alternativa, yang terdiri atas Liza Surganova (Head of Alternativa), Anna Gudkova (Head of Industry and Labs), serta Andjelka Jankovic (Head of Marketing and Communications) menegaskan bahwa ekspansi ini bukan sekadar pergantian lokasi, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperluas akses dan apresiasi terhadap karya-karya film dari wilayah Global South.
“Kami ingin menciptakan ruang alternatif bagi pembuat film berdampak yang sering terpinggirkan dari arus utama,” demikian pernyataan mereka.
Alternativa tahun ini juga menambahkan satu kategori baru, yaitu penghargaan untuk film panjang dari wilayah fokus, sehingga menjadikan total penghargaan menjadi tujuh kategori. Untuk kategori film panjang, pendaftaran dibuka bagi karya dari Asia dan Amerika Latin, sementara film pendek dikhususkan untuk sineas dari Amerika Latin.
Pendaftaran dibuka mulai 10 Juni hingga 10 Oktober 2025, dan terbuka untuk berbagai genre, mulai dari fiksi, dokumenter, animasi, hingga film hibrida , selama diproduksi setelah 1 Januari 2025.
Pada edisi sebelumnya, Alternativa tak hanya menyuguhkan program kompetisi. Festival ini akan menghadirkan pemutaran film gratis untuk publik, diskusi-diskusi tematik, serta rangkaian acara yang bertujuan memperkuat pengaruh sosial film. Di Yogyakarta pada 2024, festival ini sukses menarik 2.300 penonton dalam 14 pemutaran.
Dalam siaran persnya, Arsen Tomsky, pendiri inDrive yang juga menjadi penggagas Alternativa, menekankan peran seni sebagai katalis perubahan sosial. “Kami percaya bahwa talenta dan kisah yang kuat tak boleh dibatasi oleh batas negara. Alternativa hadir untuk memberi ruang bagi mereka yang memiliki cerita penting untuk diceritakan, terutama dari Global South,” katanya.
Alternativa dikenal sebagai festival yang menantang arus utama. Sejak debutnya di Kazakhstan pada 2023 dan ekspansi ke Asia Tenggara setahun kemudian, Alternativa secara konsisten menyoroti wilayah baru di setiap edisinya. Namun, bukan berarti mereka meninggalkan wilayah sebelumnya.
Pada 2025, misalnya, mereka tetap aktif di Asia dengan agenda seperti Just Futures Impact Story Lab di Bali (bersama In-Docs, Doc Society, dan !mpact), Impact Distribution Lab di Asia Tengah, dan Alternativa Film Days di Almaty dan Jakarta.
Bahkan, pada edisi 2024, dari total 25 film finalis, 14 di antaranya berasal dari Asia, dan lima di antaranya dari Indonesia. Maka tak heran jika penyelenggara optimistis edisi mendatang bakal mencetak rekor baru dalam jumlah pendaftar.
Tak hanya ruang tontonan, Alternativa juga menyiapkan Industry Days, ajang pertemuan para pembuat film, produser, serta pelaku ekosistem dampak sosial dari berbagai belahan dunia. Acara ini dirancang sebagai ruang kolaborasi untuk mempertemukan ide, jaringan, dan kemungkinan baru.
Para sineas yang karyanya terpilih dalam kompetisi akan diundang langsung ke Kolombia, dengan seluruh biaya perjalanan dan akomodasi ditanggung panitia.
Nguyen Duy Anh, sutradara Vietnam yang film pendeknya A Cleaning Service memenangkan penghargaan pada Alternativa 2024, merasakan bagaiamana dukungan dari festival ini. “Pengalaman saya di Alternativa luar biasa. Kurasi program yang cermat, komunitasnya yang suportif, dan ruang diskusi yang terbuka membuat festival ini bukan sekadar ajang pemutaran film, tapi ruang pembelajaran dan pertukaran,” ujarnya.
Kota penyelenggara dan susunan juri internasional akan diumumkan beberapa bulan mendatang. Bagi para sineas yang tertarik untuk mendaftar atau mengetahui persyaratan teknis secara lengkap, informasi tersedia di situs resmi Alternativa, www.alternativa.film.
Baca juga: Sutradara Ryan Adriandhy Ingin Film Animasi Masuk Kategori Penghargaan Umum di Festival Film
Kabar ini diumumkan dalam konferensi pers perdana Alternativa di Amerika Latin yang digelar bertepatan dengan Festival Film Internasional Guadalajara ke-40, beberapa waktu lalu.
Baca juga: Transformasi Sinema di Festival Film Internasional Shanghai 2025, Dari AI hingga Layar Global
Dalam pernyataan resminya, tim Alternativa, yang terdiri atas Liza Surganova (Head of Alternativa), Anna Gudkova (Head of Industry and Labs), serta Andjelka Jankovic (Head of Marketing and Communications) menegaskan bahwa ekspansi ini bukan sekadar pergantian lokasi, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperluas akses dan apresiasi terhadap karya-karya film dari wilayah Global South.
“Kami ingin menciptakan ruang alternatif bagi pembuat film berdampak yang sering terpinggirkan dari arus utama,” demikian pernyataan mereka.
Alternativa tahun ini juga menambahkan satu kategori baru, yaitu penghargaan untuk film panjang dari wilayah fokus, sehingga menjadikan total penghargaan menjadi tujuh kategori. Untuk kategori film panjang, pendaftaran dibuka bagi karya dari Asia dan Amerika Latin, sementara film pendek dikhususkan untuk sineas dari Amerika Latin.
Pendaftaran dibuka mulai 10 Juni hingga 10 Oktober 2025, dan terbuka untuk berbagai genre, mulai dari fiksi, dokumenter, animasi, hingga film hibrida , selama diproduksi setelah 1 Januari 2025.
Pada edisi sebelumnya, Alternativa tak hanya menyuguhkan program kompetisi. Festival ini akan menghadirkan pemutaran film gratis untuk publik, diskusi-diskusi tematik, serta rangkaian acara yang bertujuan memperkuat pengaruh sosial film. Di Yogyakarta pada 2024, festival ini sukses menarik 2.300 penonton dalam 14 pemutaran.
Dalam siaran persnya, Arsen Tomsky, pendiri inDrive yang juga menjadi penggagas Alternativa, menekankan peran seni sebagai katalis perubahan sosial. “Kami percaya bahwa talenta dan kisah yang kuat tak boleh dibatasi oleh batas negara. Alternativa hadir untuk memberi ruang bagi mereka yang memiliki cerita penting untuk diceritakan, terutama dari Global South,” katanya.
Alternativa dikenal sebagai festival yang menantang arus utama. Sejak debutnya di Kazakhstan pada 2023 dan ekspansi ke Asia Tenggara setahun kemudian, Alternativa secara konsisten menyoroti wilayah baru di setiap edisinya. Namun, bukan berarti mereka meninggalkan wilayah sebelumnya.
Pada 2025, misalnya, mereka tetap aktif di Asia dengan agenda seperti Just Futures Impact Story Lab di Bali (bersama In-Docs, Doc Society, dan !mpact), Impact Distribution Lab di Asia Tengah, dan Alternativa Film Days di Almaty dan Jakarta.
Bahkan, pada edisi 2024, dari total 25 film finalis, 14 di antaranya berasal dari Asia, dan lima di antaranya dari Indonesia. Maka tak heran jika penyelenggara optimistis edisi mendatang bakal mencetak rekor baru dalam jumlah pendaftar.
Tak hanya ruang tontonan, Alternativa juga menyiapkan Industry Days, ajang pertemuan para pembuat film, produser, serta pelaku ekosistem dampak sosial dari berbagai belahan dunia. Acara ini dirancang sebagai ruang kolaborasi untuk mempertemukan ide, jaringan, dan kemungkinan baru.
Para sineas yang karyanya terpilih dalam kompetisi akan diundang langsung ke Kolombia, dengan seluruh biaya perjalanan dan akomodasi ditanggung panitia.
Nguyen Duy Anh, sutradara Vietnam yang film pendeknya A Cleaning Service memenangkan penghargaan pada Alternativa 2024, merasakan bagaiamana dukungan dari festival ini. “Pengalaman saya di Alternativa luar biasa. Kurasi program yang cermat, komunitasnya yang suportif, dan ruang diskusi yang terbuka membuat festival ini bukan sekadar ajang pemutaran film, tapi ruang pembelajaran dan pertukaran,” ujarnya.
Kota penyelenggara dan susunan juri internasional akan diumumkan beberapa bulan mendatang. Bagi para sineas yang tertarik untuk mendaftar atau mengetahui persyaratan teknis secara lengkap, informasi tersedia di situs resmi Alternativa, www.alternativa.film.
Baca juga: Sutradara Ryan Adriandhy Ingin Film Animasi Masuk Kategori Penghargaan Umum di Festival Film
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.