Mengenal Tren Perawatan Kulit Skinification dan Aplikasinya dalam Produk Kecantikan
24 June 2025 |
19:49 WIB
Skinification menjadi tren baru di dunia kecantikan. Istilah ini mengacu pada fenomena ketika bahan-bahan aktif yang biasanya ditemukan dalam skincare, kini mulai diterapkan secara luas di luar produk wajah seperti makeup, hair care, body care dan oral care. Bahan aktif kini mulai ditambahkan ke dalam produk-produk di luar skincare yang diaplikasikan ke wajah.
Bahan aktif seperti niacinamide, hyaluronic acid, ceramides, peptide, hingga retinol jadi bahan utama dalam produk perawatan. Contohnya, shampoo dan serum kulit kepala kini diformulasikan dengan hyaluronic acid dan salicylic acid untuk merawat kesehatan kulit kepala.
Baca juga: Tren Skincare Telur Ceplok, Metode Perawatan Kulit yang Playful dengan Face Oil
Body lotion dan sabun mandi mulai mengandung retinol, ceramide, hingga vitamin C untuk memperlambat penuaan dan memperbaiki lapisan kulit. Sementara untuk riasan wajah, skinfication memunculkan produk-produk perpaduan skincare dan makeup seperti tinted moisturizer dan foundation dengan kandungan niacinamide, SPF, serta antioksidan.
Mengutip Aesthetic Today, awalnya tren ini muncul sebagai life hack di media sosial seperti TikTok, ketika orang mulai bereksperimen menggunakan krim wajah di bagian tubuh lain, atau sebaliknya. Tren skinification kemudian mulai dikenal orang-orang sebagai praktik memperluas manfaat skincare ke seluruh tubuh.
Hal penting dari skinification adalah pendekatan holistik. Tujuannya bukan lagi sekadar membuat wajah glowing, tapi mendapatkan kulit yang sehat di seluruh tubuh. Tren ini mencerminkan keinginan konsumen terhadap produk multifungsi yang bisa merawat kesehatan kulit sekaligus menjalankan fungsi utamanya.
Bahan-bahan seperti hyaluronic acid dan niacinamide kini banyak digunakan dalam produk perawatan kulit kepala, karena keduanya membantu menjaga kelembapan dan kesehatan kulit kepala. Kulit kepala yang sehat adalah kunci dari rambut yang kuat dan berkilau.
Produk seperti serum kulit kepala yang mengandung aloe vera untuk menenangkan dan salicylic acid untuk mengangkat sel kulit mati kini makin mudah ditemukan. Tujuannya adalah menyeimbangkan produksi minyak di kulit kepala sambil mendukung pertumbuhan rambut yang sehat.
Kini ada produk perawatan mulut seperti gum serum (serum gusi) yang tak hanya membersihkan mulut, tapi juga membantu menjaga kesehatan gusi dan kulit di sekitarnya. Beberapa produk oral kini mengandung bahan alami seperti tea tree oil dan ekstrak mint yang tak hanya menjaga kebersihan mulut, tapi juga merawat kulit di sekitar bibir.
Baca juga: 6 Tren Skincare yang Digandrungi Gen Z dan Millenial, Produk Hybrid hingga Clean Beauty
Banyak produk body care sekarang diformulasikan dengan retinol, bahan aktif yang terkenal untuk melawan tanda-tanda penuaan. Bahan ini digunakan untuk merawat area seperti leher, lengan, dan bagian dada ata. Ini sangat bermanfaat bagi orang-orang yang ingin merawat seluruh tubuh dengan perhatian yang sama seperti yang mereka berikan pada wajah, misalnya untuk mengatasi garis halus, warna kulit tidak merata, atau kulit kering.
Kosmetik sehari-hari seperti foundation, lip tint, dan blush kini diperkaya bahan skincare seperti hyaluronic acid, niacinamide, dan peptides. Misalnya, lip tint dan lip gloss dengan kandungan hyaluronic acid memberi hidrasi dan efek plumping pada bibir. Sementara tinted moisturizer dan concealer mengandung ceramides atau squalane untuk menjaga kelembapan dan memperkuat skin barrier.
Bahan aktif seperti niacinamide, hyaluronic acid, ceramides, peptide, hingga retinol jadi bahan utama dalam produk perawatan. Contohnya, shampoo dan serum kulit kepala kini diformulasikan dengan hyaluronic acid dan salicylic acid untuk merawat kesehatan kulit kepala.
Baca juga: Tren Skincare Telur Ceplok, Metode Perawatan Kulit yang Playful dengan Face Oil
Body lotion dan sabun mandi mulai mengandung retinol, ceramide, hingga vitamin C untuk memperlambat penuaan dan memperbaiki lapisan kulit. Sementara untuk riasan wajah, skinfication memunculkan produk-produk perpaduan skincare dan makeup seperti tinted moisturizer dan foundation dengan kandungan niacinamide, SPF, serta antioksidan.
Mengutip Aesthetic Today, awalnya tren ini muncul sebagai life hack di media sosial seperti TikTok, ketika orang mulai bereksperimen menggunakan krim wajah di bagian tubuh lain, atau sebaliknya. Tren skinification kemudian mulai dikenal orang-orang sebagai praktik memperluas manfaat skincare ke seluruh tubuh.
Hal penting dari skinification adalah pendekatan holistik. Tujuannya bukan lagi sekadar membuat wajah glowing, tapi mendapatkan kulit yang sehat di seluruh tubuh. Tren ini mencerminkan keinginan konsumen terhadap produk multifungsi yang bisa merawat kesehatan kulit sekaligus menjalankan fungsi utamanya.
Skinification dalam Produk Sehari-hari
Hair Care
Bahan-bahan seperti hyaluronic acid dan niacinamide kini banyak digunakan dalam produk perawatan kulit kepala, karena keduanya membantu menjaga kelembapan dan kesehatan kulit kepala. Kulit kepala yang sehat adalah kunci dari rambut yang kuat dan berkilau. Produk seperti serum kulit kepala yang mengandung aloe vera untuk menenangkan dan salicylic acid untuk mengangkat sel kulit mati kini makin mudah ditemukan. Tujuannya adalah menyeimbangkan produksi minyak di kulit kepala sambil mendukung pertumbuhan rambut yang sehat.
Oral Care
Kini ada produk perawatan mulut seperti gum serum (serum gusi) yang tak hanya membersihkan mulut, tapi juga membantu menjaga kesehatan gusi dan kulit di sekitarnya. Beberapa produk oral kini mengandung bahan alami seperti tea tree oil dan ekstrak mint yang tak hanya menjaga kebersihan mulut, tapi juga merawat kulit di sekitar bibir.Baca juga: 6 Tren Skincare yang Digandrungi Gen Z dan Millenial, Produk Hybrid hingga Clean Beauty
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.