Sutradara film Jumbo Ryan Adriandhy memberikan paparan saat acara Kamis Santuy di Wisma Bisnis Indonesia, Jakarta, Kamis (19/6/2025). (Sumber gambar: JIBI/Bisnis/Fanny Kusumawardhani)

Sutradara Ryan Adriandhy Ingin Film Animasi Masuk Kategori Penghargaan Umum di Festival Film

19 June 2025   |   18:20 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Keberhasilan film animasi Jumbo tidak hanya menjadi tonggak baru bagi perfilman Indonesia. Kemunculan film ini, baik dilihat secara komersial maupun artistik, juga kembali memantik perdebatan lama tentang posisi animasi di dalam industri perfilman.

Dalam banyak festival maupun penghargaan sinema, film animasi kerap kali dikelompokkan menjadi kategori tersendiri. Film animasi bahkan jarang dimasukkan ke dalam kategori utama yang diasosiasikan untuk film live action semata.

Sutradara film Jumbo, Ryan Adriandhy, mengatakan sudah sepantasnya film animasi dianggap setara dengan film live action. Dia pun menyampaikan harapannya agar animasi tidak lagi hanya dikurung di dalam kategori khusus.

Baca Juga: 5 Film Produksi Visinema Pictures yang Dapat Apresiasi Besar dari Penonton

“Menurut gue pribadi, agak enggak asyik sebenarnya kalau acara penghargaan itu film animasi hanya masuk ke kategori animasi,” ucap Ryan saat berkunjung ke Wisma Bisnis Indonesia dalam acara Kamis Santuy, Kamis, (19/6/2025).

Sebab, struktur pembuatan film animasi dan film live action itu sama. Ryan menyebut film animasi juga dibuat berkat kolaborasi lintas disiplin, dari sutradara, editor, costume designer, penulis naskah, make up artist, dan masih banyak lagi.

Menurut Ryan, kerja kreatif pembuatan film live action dan animasi itu sama. Bahkan, film animasi juga punya sinematografer untuk mengarahkan filmnya.

“Animasi itu tetap sinema. Dia bentuk lain dari film saja. Tentu live action dia merekam aktor, tetapi animasi juga bikin itu di software dan kerjanya itu melibatkan semua elemen film juga,” imbuhnya.
 

CEO Visinema sekaligus Eksekutif Produser Film Jumbo Angga Dwimas Sasongko (kanan) dan Sutradara Ryan Adriandhy memberikan paparan saat acara Kamis Santuy di Wisma Bisnis Indonesia, Jakarta, Kamis (19/6/2025).

CEO Visinema sekaligus Eksekutif Produser Film Jumbo Angga Dwimas Sasongko (kanan) dan Sutradara Ryan Adriandhy memberikan paparan saat acara Kamis Santuy di Wisma Bisnis Indonesia, Jakarta, Kamis (19/6/2025).  (Sumber gambar: JIBI/Bisnis/Fanny Kusumawardhani)


Oleh karena itu, Ryan meyakini bahwa semua elemen yang membentuk sebuah film, itu juga jadi elemen di dalam animasi. Dirinya menyangsikan animasi hanya dikotakkan menjadi genre.

Ryan bercerita fondasi ini juga yang dipakai oleh dirinya dan Visinema ketika membuat film Jumbo. Di Jumbo, dirinya banyak menggandeng talenta-talenta di perfilman konvensional untuk turut membantu mengarahkan Jumbo.

Ryan mencontohkan bahkan untuk elemen tampilan si karakter, dirinya juga menggandeng makeup artist. Tentu, katanya, pola kerja  makeup artist ini tidak memoles karakter secara nyata, tapi dia mengimplementasikan itu di dalam software.

Hal sama juga terjadi di bagian sinematografer. Dengan menggandeng sinematografer, dirinya bisa meramu visual dengan lebih baik. Sebab, sinematografer live action yang terjun ke animasi bisa menambahkan perspektif yang lebih matang, seperti konsep cahaya di dalam adegan dan sebagainya.

Film animasi Jumbo saat ini masih tayang di bioskop. Menurut laporan Cinepoint, film yang diproduseri oleh dua sineas perempuan, Anggia Kharisma dan Novia Puspa Sari, ini telah mencapai 10.171.372 penonton.

Film ini masih berpotensi menambah jumla penontonnya di bioskop, meski jumlah layar kian menipis. Kendati demikian, film ini masih akan memperpanjang penayangannya di kancah global.

Distribusi film ini masuk ke negara-negara yang sangat beragam. Sebab, film yang distribusinya salah satunya bekerja sama dengan Magic Fair ini menyasar tak hanya Asia Tenggara saja, tetapi juga Asia Tengah, seperti Uzbekistan hingga Kyrgystan.

Kemudian, film ini juga didistribusikan ke Eropa Timur, Timur Tengah, hingga Afrika. Angga juga menyebut film ini bakal ditayangkan juga di Eropa Timur, Latin Amerika, dan negara-negara berbahasa Prancis.

Baca Juga: 10 Film Indonesia Terlaris Sepanjang Masa, Jumbo Peringkat Satu

SEBELUMNYA

Ikut Tren Kamis Pakai Lokal, Cek Inspirasi Outfit ke Kantor yang Modis

BERIKUTNYA

Ryan Adriandhy Buka Kemungkinan Sutradarai Film Live Action

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga