Dough Darlings buka outlet di Doha, Qatar (sumber : Dough Darlings)

Kisah Sukses Dough Darlings, Dari Dapur Kecil Hingga Ekspansi ke Doha

24 June 2025   |   08:30 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Dari dapur kecil di Surabaya, Dough Darlings kini resmi menjadi brand donat artisanal Indonesia pertama yang membuka gerai di luar negeri. Sebuah pencapaian bagi bisnis kuliner lokal yang lahir dari semangat dan kecintaan terhadap produk berkualitas.

Didirikan pada Juni 2015 oleh Ivan Mario bersama Karin Binanto, Agnes Dyke, dan Sidney Mohede, Dough Darlings memulai kiprahnya dari dapur rumahan yang disulap menjadi tempat produksi.

“Sejak awal, kami hadir membawa misi sederhana yakni menciptakan donat yang dibuat dengan tangan [handcrafted], menggunakan bahan premium, bebas pengawet, dan diproses dengan kasih sayang,” ujar Ivan Mario

Baca juga: 5 Strategi Branding UMKM agar Naik Kelas di Tengah Persaingan Ketat

Harapannya, setiap gigitan bisa membawa kehangatan dan rasa sayang, seperti filosofi di balik nama Dough Darlings, yang merupakan paduan dari kata dough yang berarti adonan dan darlings yang berarti kesayangan.

Tak heran bila Dough Darlings memiliki tagline ‘handcraft artisanal doughnuts’ dan filosofi handcrafted with love, yang menjadi visi mereka untuk menciptakan donat premium tanpa bahan pengawet dan varian rasa yang unik.

Perjalanan Dough Darlings dimulai secara online. Setahun kemudian, mimpi untuk menjadi brand donat lokal yang dikenal oleh masyarakat internasional mulai diwujudkan dengan pembukaan gerai pertama di Seminyak, Bali.

Ekspansi dilanjutkan dengan pembukaan gerai di  Jimbaran, Bali, pada 2017 dan Senopati, Jakarta pada 2019, lalu Canggu, Bali, pada 2021, dan Ubud, Bali, pada 2022.  Pada 2023, Dough Darlings berkolaborasi dengan Koultoura Coffee untuk menjangkau konsumen yang lebih luas melalui distribusi di seluruh gerai kopi tersebut.

Walau saat ini Dough Darlings belum membuka peluang untuk franchise untuk menjaga konsistensi produk, tapi brand ini tidak menutup peluang untuk kolaborasi dengan brand lokal lainnya, baik untuk distribusi produk maupun pengembangan kreatif.

Kini, setelah satu dekade berdiri, Dough Darlings berhasil mengembangkan sayapnya hingga ke luar negeri dengan membuka gerai baru di Msheireb Downtown, Doha, Qatar pada 28 Mei 2025.

Langkah ini menjadi pencapaian monumental, bukan hanya karena menjadikan Dough Darlings sebagai brand donat artisanal lokal pertama yang ekspansi internasional, tapi juga karena bertepatan dengan ulang tahun mereka yang ke-10.

"Go international memang sudah menjadi mimpi kami sejak awal Dough Darlings berdiri. Kami ingin membuat produk Indonesia bisa dikenal secara luas karena kami percaya bahwa produk lokal pasti bisa bersaing di pasar global," ujar Ivan.

Menariknya, ekspansi ke Timur Tengah ini tidak lahir dari strategi agresif yang kaku, melainkan dari hubungan personal. Seorang pelanggan asal Doha yang pernah mencicipi donat mereka di Bali jatuh hati pada cita rasa khas dan kualitas premium donat buatan tangan Dough Darlings.

Kecintaannya tak berhenti di sana. Dia begitu terpikat hingga mengajak Dough Darlings untuk menjalin kerjasama dan membuka gerai pertama di luar negeri. Gerai flagship di Bali tersebut memang menjadi titik krusial. Di gerai tiga lantai mereka di Canggu, pengunjung tidak hanya datang untuk menikmati donat, tapi juga pengalaman kuliner lengkap dengan menu eggwich, burger, pasta, hingga rooftop view yang Instagramable.

Tak hanya berangkat dari kisah pelanggan yang penuh antusiasme, keputusan ini juga didukung oleh potensi besar pasar di Doha yang terus berkembang. Dengan ekonomi yang dinamis dan selera pasar yang semakin terbuka terhadap produk artisan berkualitas tinggi, Dough Darlings melihat kesempatan emas untuk memperluas jejaknya secara global dan tidak menyia-nyiakannya.

“Kami melihat Doha sebagai kota yang sedang bertumbuh dengan pesat, penuh peluang dan semangat baru. Sama seperti saat kami memulai dari Bali pada 2016. Ini bukan hanya soal membuka cabang baru, tapi juga mewujudkan mimpi kami untuk membawa produk lokal Indonesia ke pasar global,” jelas Ivan.

Dalam setiap ekspansi, Dough Darlings selalu memegang prinsip kualitas. Semua donat dibuat secara manual dengan sentuhan tangan, menggunakan bahan-bahan premium seperti mentega Eropa, buah segar, dan tanpa tambahan pengawet.

Selama satu dekade, lebih dari 150 varian rasa donat, mulai dari rasa klasik, lokal khas Indonesia, hingga savory donuts dan donat burger. Dua menu ikonik Dough Darlings yang digemari konsumen adalah Klepon Donut, yang menghadirkan sensasi menikmati klepon dalam bentuk donat, serta Mozzarella Doughnut, perpaduan keju mozzarella dengan glaze butter gurih yang meleleh di mulut. Termasuk versi gluten-free, vegan, dan non-dairy, untuk menjangkau konsumen dengan kebutuhan khusus.

Salah satu keunggulan Dough Darlings adalah kemampuannya untuk menjangkau berbagai segmen konsumen, termasuk mereka dengan kebutuhan diet khusus. Dough Darlings menawarkan varian non-dairy, gluten-free, hingga vegan (egg-free), menjadikan produk mereka inklusif dan dapat dinikmati oleh lebih banyak orang.

Tak hanya fokus pada produk, Dough Darlings juga menaruh perhatian besar pada pengembangan tim dan sumber daya manusia. Pelatihan rutin, pemahaman nilai-nilai brand, serta komitmen menjaga kualitas menjadi bagian penting dalam menjaga konsistensi produk dan pelayanan yang terbaik.

Langkah ke Doha bukanlah titik akhir. Bagi Ivan dan timnya, ini adalah awal dari misi yang lebih besar: membuktikan bahwa keterampilan lokal bisa punya tempat di panggung internasional. Mereka telah membuktikan bahwa Indonesia tidak hanya bisa mengekspor produk mentah atau komoditas, tapi juga nilai, estetika, dan rasa.

"Tentu saja kami tidak akan berhenti sampai di Qatar saja. Kami punya mimpi besar untuk terus membuka cabang internasional lainnya di berbagai negara," ujar Ivan optimistis.

Semangat ini sejalan dengan transformasi banyak UMKM dan brand lokal yang berani naik kelas dengan membawa identitas dan kualitas ke level global.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

Mengenal Virus Hanta, Penyakit Zoonosis yang Ditularkan dari Hewan Pengerat

BERIKUTNYA

Transformasi Sinema di Festival Film Internasional Shanghai 2025, Dari AI hingga Layar Global

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga