6 Kebiasaan Ini Ternyata Menguras Emosi dan Energi Menurut Psikolog
18 June 2025 |
21:09 WIB
Genhype pasti pernah mengalami hari-hari ketika badan terasa lemas total. Kita sering kali menyalahkan jadwal yang padat atau jam tidur yang berantakan. Akan tetapi jika rasa lelah terus menerus, bahkan saat tidak terlalu sibuk, bisa jadi penyebabnya ada di kebiasaan harian yang tanpa sadar bikin energi terkuras habis.
Menurut Dr. Sanam Hafeez, psikolog dari New York dan direktur Comprehend the Mind, kelelahan karena kebiasaan itu beda dengan stres sesaat. Jika stres biasa umumnya akan hilang setelah beristirahat atau ganti suasana, rasa capek karena kebiasaan buruk justru cenderung menetap.
Baca juga: Pekerja Bisa Alami Luka Psikologis di Kantor, Apa Tandanya?
Genhype bisa saja bangun di hari Minggu tanpa agenda padat, tapi tetap merasa lesu sepanjang hari. “Kuncinya adalah menyadari pola ini dan mulai mengubah cara kamu menjalani keseharian,” ujar Dr. Hafeez.
Nah, berikut ini enam kebiasaan yang kelihatannya sepele, tapi ternyata bisa jadi penyedot emosi dan energi utama dalam hidupmu.
Coba saja kerjakan satu hal dalam satu waktu. Otakmu akan lebih fokus, dan Genhype jadi tidak akan mudah lelah. “Ambil jeda secara rutin dan latih diri buat mindful. Hasilnya, kamu akan merasa lebih tenang dan terkendali,” tambahnya.
Cara mengatasinya? Pecah tugas besar jadi bagian kecil dan jadwalkan waktu buat mulai, bukan selesai sempurna. “Mulai saja dulu, karena memulai adalah bagian tersulit,” sarannya.
Untuk mengatasinya, hal tersebut bisa dilakukan dengan pelan-pelan. Misalnya, decluttering selama 30 menit sambil nonton acara favorit atau minum minuman kesukaan. “Berikan otak kamu hadiah kecil setelah berhasil menyelesaikan,” saran Dr. White.
Mikirin hal yang sama berulang-ulang, membayangkan skenario terburuk, atau ngerasa stuck di satu pikiran? Itu tandanya kamu sedang ruminasi (ruminating), dan itu sangat menguras energi mental. “Banyak orang merasa overthinking membantu, padahal justru bikin makin cemas,” kata Dr. White.
Alih-alih melawan pikiran itu, coba alihkan. Misalnya dengan menyanyikan pikiranmu, atau bilang ke diri sendiri, “Itu cuma pikiran, bukan fakta”.
Solusinya? Delegasikan kalau bisa, atau pasang batas waktu buat ambil keputusan. Misalnya, “Aku cuma punya 5 menit buat pilih makan malam, namun hidup berlanjut.”
Dari situ, kalian bisa tahu mana yang menguras energi dan mana yang menyegarkan. Lalu, coba challenge diri untuk stop satu kebiasaan draining selama dua minggu. “Dalam waktu itu saja biasanya sudah terasa perubahannya. Dan perasaan positif itu akan memotivasi kamu untuk lanjut,” ujarnya.
Baca juga: Cara Efektif Menjaga Kesehatan Mental Wanita Pekerja Menurut Psikolog
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Menurut Dr. Sanam Hafeez, psikolog dari New York dan direktur Comprehend the Mind, kelelahan karena kebiasaan itu beda dengan stres sesaat. Jika stres biasa umumnya akan hilang setelah beristirahat atau ganti suasana, rasa capek karena kebiasaan buruk justru cenderung menetap.
Baca juga: Pekerja Bisa Alami Luka Psikologis di Kantor, Apa Tandanya?
Genhype bisa saja bangun di hari Minggu tanpa agenda padat, tapi tetap merasa lesu sepanjang hari. “Kuncinya adalah menyadari pola ini dan mulai mengubah cara kamu menjalani keseharian,” ujar Dr. Hafeez.
Nah, berikut ini enam kebiasaan yang kelihatannya sepele, tapi ternyata bisa jadi penyedot emosi dan energi utama dalam hidupmu.
1. Multitasking terus-menerus
Beralih dari satu tugas ke tugas lainnya dengan cepat-cepat memang kelihatannya produktif. Tapi otak kamu harus terus-menerus refocus, dan itu butuh energi besar. “Alih-alih lebih efisien, multitasking malah sering bikin kamu bikin kesalahan, tambah stres, dan susah konsentrasi,” kata Dr. Hafeez.Coba saja kerjakan satu hal dalam satu waktu. Otakmu akan lebih fokus, dan Genhype jadi tidak akan mudah lelah. “Ambil jeda secara rutin dan latih diri buat mindful. Hasilnya, kamu akan merasa lebih tenang dan terkendali,” tambahnya.
2. Suka menunda-nunda
Bagi yang sering ngaret mengerjakan tugas, kalian harus berhati-hati. Ini bukan cuma bikin deadline-mu keteteran, tapi juga menyedot energi mental karena otakmu terus-menerus memikirkan apa yang belum dikerjakan. “Semakin lama ditunda, semakin besar beban pikiran yang dirasa,” kata Dr. Hafeez.Cara mengatasinya? Pecah tugas besar jadi bagian kecil dan jadwalkan waktu buat mulai, bukan selesai sempurna. “Mulai saja dulu, karena memulai adalah bagian tersulit,” sarannya.
3. Selalu berusaha menyenangkan orang
Kalau Genhype sering menomorsatukan orang lain sampai lupa kebutuhan sendiri, itu bisa jadi alasan kamu merasa cepat habis energi. “People pleasing seringkali membuat harga diri turun karena kamu merasa nilai dirimu ditentukan oleh pendapat orang,” jelas Dr. Hafeez.4. Membiarkan clutter menumpuk
Kamar yang berantakan tidak hanya mengganggu visual, tapi juga ganggu pikiran. “Clutter itu bisa jadi siklus: makin banyak, makin bikin cemas, makin ditunda, makin bikin malu,” kata Dr. Madison White, psikolog klinis dan founder MSW Psychological Associates.Untuk mengatasinya, hal tersebut bisa dilakukan dengan pelan-pelan. Misalnya, decluttering selama 30 menit sambil nonton acara favorit atau minum minuman kesukaan. “Berikan otak kamu hadiah kecil setelah berhasil menyelesaikan,” saran Dr. White.
5. Overthinking & ruminasi
Mikirin hal yang sama berulang-ulang, membayangkan skenario terburuk, atau ngerasa stuck di satu pikiran? Itu tandanya kamu sedang ruminasi (ruminating), dan itu sangat menguras energi mental. “Banyak orang merasa overthinking membantu, padahal justru bikin makin cemas,” kata Dr. White.Alih-alih melawan pikiran itu, coba alihkan. Misalnya dengan menyanyikan pikiranmu, atau bilang ke diri sendiri, “Itu cuma pikiran, bukan fakta”.
6. Terlalu banyak ambil keputusan kecil
Dari milih outfit sampai nentuin menu makan malam, kalau Genhype terlalu sering mikirin hal kecil, itu bisa memicu kelelahan kognitif. “Banyak orang buang waktu terlalu lama buat keputusan sepele, karena ingin hasil yang sempurna,” jelas Dr. White.Solusinya? Delegasikan kalau bisa, atau pasang batas waktu buat ambil keputusan. Misalnya, “Aku cuma punya 5 menit buat pilih makan malam, namun hidup berlanjut.”
Bagaimana Cara Mulai Berubah?
Perubahan tidak akan datang jika kamu enggak sadar apa yang perlu diubah. Dr. White menyarankan untuk tracking kebiasaan harian selama seminggu—bisa dibuat daftar di ponsel atau buku catatan. Catat aktivitas apa saja yang kamu lakukan dan bagaimana perasaanmu setelahnya.Dari situ, kalian bisa tahu mana yang menguras energi dan mana yang menyegarkan. Lalu, coba challenge diri untuk stop satu kebiasaan draining selama dua minggu. “Dalam waktu itu saja biasanya sudah terasa perubahannya. Dan perasaan positif itu akan memotivasi kamu untuk lanjut,” ujarnya.
Baca juga: Cara Efektif Menjaga Kesehatan Mental Wanita Pekerja Menurut Psikolog
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.