Ilustrasi pemebrian vaksin (Sumber Foto: Freepik)

Kemenkes Akan Gratiskan Vaksin HPV untuk Perempuan Usia 20 Tahun ke Atas

15 June 2025   |   20:35 WIB
Image
Kintan Nabila Jurnalis Hypeabis.id

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengumumkan rencana perluasan program vaksinasi human papilloma virus (HPV) secara gratis untuk perempuan usia 20 tahun ke atas. Langkah ini mulai diterapkan pada 2027 mendatang, sebagai upaya menekan angka kematian akibat kanker serviks di Indonesia.

Saat ini, Kemenkes sedang fokus menyelesaikan target sasaran vaksinasi HPV untuk anak perempuan dan laki-laki usia 11–12 tahun yang duduk di bangku kelas 5 dan 6 SD, serta remaja perempuan usia 15 tahun. Target sasaran vaksinasi HPV yang ditetapkan oleh Kemenkes adalah mencapai cakupan vaksinasi 90 persen pada anak perempuan usia 15 tahun hingga 2030.

Baca juga:  WHO Imbau Dunia Tetap Waspada Penyebaran Covid-19 dan Perkuat Vaksinasi

Vaksinasi HPV diprioritaskan untuk usia muda (kelas 5 dan 6 SD, serta usia 15 tahun) sebab sistem imunnya dinilai lebih kuat, menghasilkan lebih banyak antibodi, dan memberikan perlindungan paling baik melawan HPV sebelum terpapar virus tersebut.

Adapun program imunisasi HPV di Indonesia telah dimulai secara bertahap, sejak 2016 dengan pengenalan awal di sekitar 20 kabupaten/kota, termasuk DKI Jakarta. Pada 2023 program mencapai cakupan nasional dan menjangkau seluruh provinsi melalui program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).

Pada 2025 pemerintah memberikan satu dosis vaksin HPV kepada anak-anak di kelas 5 dan 6 SD, serta melaksanakan Program Imunisasi Kejar bagi remaja laki-laki dan perempuan berusia sekitar 15 tahun (kelas 3 SMP) yang belum pernah divaksin. Program Imunisasi Kejar ini ditujukan khusus bagi remaja yang belum pernah menerima vaksin HPV sebelumnya. 

Kini, pemerintah menargetkan penerima vaksin HPV untuk kelompok usia dewasa, yakni perempuan usia 20 tahun ke atas yang pelaksanaannya akan dimulai pada 2027. Dengan demikian, cakupan program imunisasi HPV secara bertahap akan diperluas, mulai dari anak-anak dan remaja hingga perempuan dewasa muda.

Langkah ini menjadi sangat penting mengingat kanker serviks masih menjadi salah satu ancaman terbesar bagi kesehatan perempuan di Indonesia. Berdasarkan data International Agency for Research on Cancer tahun 2022, terdapat 36.964 kasus kanker serviks di Indonesia, dengan angka kematian mencapai 20.708 kasus. 

Kanker ini bahkan tercatat sebagai kanker kedua yang paling sering menyerang perempuan di Indonesia, dengan rata-rata sekitar 56 kematian setiap harinya. Melalui program vaksinasi yang diperluas dan terstruktur, pemerintah berharap dapat menekan angka kejadian dan kematian akibat kanker serviks secara signifikan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, vaksin HPV bertujuan utama untuk mencegah infeksi human papillomavirus, khususnya tipe-tipe berisiko tinggi seperti HPV 16 dan 18 yang bertanggung jawab atas sekitar 70 persen kasus kanker serviks di seluruh dunia. 

Selain melindungi dari kanker serviks, vaksin ini juga efektif dalam mencegah kanker lain yang disebabkan oleh HPV, termasuk kanker vagina, vulva, penis, anus, serta kanker di bagian mulut, tenggorokan, dan kepala-leher. 

Pemberian vaksin ini sangat dianjurkan sebelum seseorang aktif secara seksual, karena efektivitasnya jauh lebih tinggi jika dilakukan sebelum ada paparan terhadap virus HPV. Menurut CDC, hampir semua individu yang aktif secara seksual akan terkena HPV setidaknya sekali dalam hidupnya.

Baca juga:  Ini Alasan Indonesia Jadi Tempat Uji Coba Vaksin TBC dari Bill Gates
 

SEBELUMNYA

Sinopsis Film Jodoh 3 Bujang yang Tayang 26 Juni 2025, Angkat Tradisi Nikah Kembar

BERIKUTNYA

Nindityo Adipurnomo & Imam Cahyo Duet dalam Pameran Staging Desire di Salihara

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga