Ilustrasi lapisan kulit (Sumber Foto: Freepik)

Mengenal Skin Microbiome, Kunci Kulit Cantik dan Sehat dari Dalam

11 June 2025   |   06:19 WIB
Image
Kintan Nabila Jurnalis Hypeabis.id

Like
Di balik permukaan kulit yang tampak sehat, terdapat skin microbiome alias ekosistem mikroorganisme yang tak kasat mata namun memegang peran penting dalam menjaga kulit. Mikrobioma ini terdiri dari miliaran bakteri, jamur, dan virus baik yang hidup berdampingan secara harmonis.

Para dermatolog dan pakar kecantikan menyadari bahwa merawat kulit bukan hanya soal produk skincare yang kita aplikasikan dari luar, tetapi juga bagaimana menjaga ekosistem mikroba yang hidup di dalamnya. 

Baca juga: Tren Skincare Telur Ceplok, Metode Perawatan Kulit yang Playful dengan Face Oil

Dokter Anesia Tania, seorang dermatologis, mengupas tuntas mengenai pentingnya menjaga keseimbangan skin microbiome untuk menjaga kecantikan dan kesehatan kulit secara menyeluruh.

"Skin microbiome itu adalah mikroorganisme di kulit kita. Jadi, kulit kita itu bukan cuma ada lapisan pelindung (skin barrier) Ibaratnya, kulit itu seperti dinding atau benteng yang melindungi tubuh kita," jelas Anesia.

Kulit layaknya sebuah benteng yang tersusun dari batu, semen, dan cat sebagai komponen pelindung utama. Di samping itu, ada pula organisme hidup yang berfungsi seperti 'prajurit-prajurit' yang menjaga dan mempertahankan benteng tersebut.

"Microbiome seperti prajurit yang memimpin perlindungan benteng, mereka juga membantu mengganti cat dan memperbaiki semen, ini terlihat dari salah satu fungsi microbiome yang memproduksi komponen dari ceramide," terangnya.

Ceramide akan berperan seperti semen yang menutup celah antar sel kulit, sehingga mencegah kelembapan keluar dan menghalangi iritasi dari luar. Dengan begitu kulit akan tetap lembap, halus, dan kenyal.

Lebih lanjut, Anesia juga menyoroti dampak serius yang bisa terjadi jika keseimbangan microbiome terganggu. Menurutnya, setiap hari kulit menghadapi tantangan dari luar seperti polusi, sinar matahari, dan bahkan hal sederhana seperti air saat mencuci muka. 

"Air sendiri pH-nya sudah sangat berbeda dengan kulit kita, jadi saat cuci muka kita sudah mengubah kondisi skin barrier," tambahnya.

Dalam kondisi seperti itu, skin microbiome menjadi salah satu bentuk proteksi paling utama. Jika terganggu, maka efeknya akan langsung terasa di kulit. Misalnya setiap pakai produk skincare dan makeup atau melakukan aktivitas padat, kulit bisa menjadi merah, sensitif, muncul jerawat dan beruntusan.
 

Analisis Skin Microbiome Tentukan Metode Perawatan Kulit

Lantas, bagaimana cara mengetahui kondisi mikrobioma kulit kita? Regina Christianty selaku POND'S Hydra Miracle Lead memaparkan bahwa, kini hadir teknologi analisa microbioma kulit yang memungkinkan orang-orang mengetahui kondisi mikrobioma kulitnya secara cepat dalam waktu sekitar satu jam.

Lebih lanjut, dia membedah secara mendalam bagaimana teknologi analisa mikrobioma dapat mengubah cara kita merawat kulit. Melalui hasil analisis ini, setiap orang dapat memilih perawatan kulit yang sesuai berdasarkan fakta biologis alih-alih sekadar ikut tren atau mencoba-coba produk secara acak.

"Masyarakat Indonesia sering terpapar polusi sinar UV, yang sangat mempengaruhi skin barrier dan menyebabkan berbagai masalah kulit seperti jerawat, kulit kering, inflamasi, hingga penuaan dini, dapat ditelusuri akarnya dari ketidakseimbangan microbiome," katanya.

Lebih lanjut dia memaparkan, sangat sulit dan rumit untuk mengetahui kondisi microbioma kulit sebelum teknologi secanggih sekarang. Kita harus kirim sampel ke lab yang prosesnya lama dan mahal. Sekarang, cukup dengan swab permukaan kulit, dan dalam waktu kurang dari satu jam, kita bisa tahu kondisi microbioma kulit.

Regina kemudian menjelaskan alur pemeriksaan microbioma kulit yang terdiri dari beberapa tahap. Area tertentu pada kulit diusap menggunakan cotton swab steril untuk mengambil sampel mikroorganisme. Sampel kemudian dianalisis dan dalam waktu 45–60 menit dan kita akan menerima hasilnya.

Analisis ini akan memperlihatkan kekuatan dan kebutuhan skin biome-mu, lalu merekomendasikan produk skincare yang sesuai dengan kebutuhan kulit.

Teknologi ini mendukung tren global skincare ke arah personalized beauty, di mana orang-orang tidak lagi memilih produk berdasarkan tipe kulit kering atau berminyak saja, tapi juga menyesuaikan dengan profil biologis kulitnya.

“Satu orang dengan kulit berminyak bisa punya microbiome yang sehat, tapi orang lain dengan tipe kulit sama bisa mengalami peradangan karena microbiome-nya terganggu. Jadi kita tidak bisa hanya pakai pendekatan tipe kulit saja,” ujar Regina.

Di sisi lain, Marisa seorang skin expert memaparkan bahwa penelitian terkait microbiome sudah ada sejak satu dekade ke belakang. Baginya, microbioma sendiri sebenarnya bukan hal baru, tapi pertanyaannya adalah apa yang bisa kita pelajari lebih dalam dari microbioma dan bagaimana kita bisa mengaplikasikan wawasan itu dalam bentuk produk-produk skincare? 

Dari hasil penelitian selama bertahun-tahun itu, akhirnya dikembangkan skincare yang bisa menjaga keseimbangan mikrobioma kulit dan membantu memperkuat skin barrier secara menyeluruh.

Salah satunya produk skincare seperti moisturizer dan cleanser yang mengandung jutaan prebiotik aktif. Mengingat prebiotik adalah makanan bagi microbioma yang diibaratkan sebagai ‘prajurit’ pelindung skin barrier. 

"Dengan asupan prebiotik yang cukup, microbioma bisa tumbuh dengan optimal dan memperkuat pertahanan alami kulit," kata Marisa. 

Baca juga: Yuk Kenali Jenis Kulit Sebelum Memilih Produk Skincare

Selain itu, ada juga produk skincare yang diformulasikan dengan Cera-Hyamino yang merupakan kombinasi dari tiga bahan aktif utama Pro-ceramide, hyaluron atau asam hialuronat, dan asam amino.

Pro-ceramide berbeda dari ceramide biasa, fungsinya membantu merangsang produksi ceramide alami dalam kulit. Karena sebenarnya kulit kita punya kemampuan untuk memproduksi ceramide sendiri jika kondisinya sehat. Jadi tidak perlu menambahkan ceramide lewat produk-produk skincare.

Lalu ada hyaluron yang berfungsi untuk menjaga kelembapan kulit dan asam amino yang membantu memperkuat skin barrier secara menyeluruh.

SEBELUMNYA

Rayakan HUT ke-498, Pemprov DKI Jakarta Gandeng 10 Hotel Angkat Seni Budaya dan Kuliner Betawi

BERIKUTNYA

JKT48 Bawa Aransemen Baru Hit Waktunya Membuktikan di Album Lagu-Lagu Cemara

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: