Yuk Kenali Jenis Kulit Sebelum Memilih Produk Skincare
04 June 2025 |
22:06 WIB
Memiliki kulit wajah yang sehat dan terawat tidak hanya bergantung pada konsistensi penggunaan produk skincare, tetapi juga pada kecermatan dalam memilih produk yang tepat. Dr Arini Widodo, seorang dermatolog, pengajar, dan peneliti menegaskan bahwa pemilihan skincare tidak bisa disamaratakan.
"Setiap individu memiliki tipe dan kebutuhan kulit yang berbeda-beda. Konsumen perlu memahami bahwa produk yang baik adalah produk yang diformulasikan berdasarkan riset dan uji klinis, serta sesuai dengan kondisi kulit masing-masing," ujarnya.
Baca juga: Korea Selatan Masih Jadi Kiblat Produk Skincare Bagi Gen Z & Milenial
Dia menambahkan bahwa tren skincare sering kali menyesatkan konsumen. Sebab tak jarang orang terpaku pada tren atau bahan aktif tertentu yang sedang viral. Padahal, tingginya kandungan bahan aktif tidak selalu menjamin cocok untuk semua jenis kulit.
"Justru bisa berisiko menimbulkan iritasi jika tidak digunakan dengan tepat," tuturnya.
Di tengah maraknya pilihan produk skincare yang beredar di pasaran, pendekatan berbasis sains dan personalisasi menjadi kunci. Produk yang dikembangkan dengan kolaborasi bersama dermatolog, serta diuji secara klinis pada berbagai tipe kulit, dinilai memiliki efektivitas yang lebih dapat dipertanggungjawabkan.
Syifa Nazmiah, Scientific and Regulatory Compliance Manager di L'Oréal Indonesia menjelaskan pentingnya proses ilmiah dalam pengembangan produk perawatan kulit. Sains adalah akar dari pengembangan skincare modern seperti Kiehl’s yang menggabungkan keahlian apothecary, sains, dan teknologi terdepan dalam menghadirkan produk-produknya.
Sebelum sebuah produk diluncurkan, dia harus melewati berbagai tahap formulasi, pengujian klinis, dan penyesuaian berdasarkan hasil riset dermatologis. "Ini memastikan bahwa produk tidak hanya efektif, tetapi juga aman digunakan berbagai jenis kulit," ungkapnya.
Dalam praktiknya, kebutuhan personalisasi ini turut diperkuat dengan layanan konsultasi kulit secara langsung yang dibantu oleh tenaga terlatih. Konsumen diajak untuk mengenali kondisi kulit mereka secara menyeluruh sebelum memilih produk, baik melalui wawancara langsung maupun analisis kulit menggunakan teknologi khusus.
Pendekatan ini tidak hanya memberi rasa aman, tetapi juga meningkatkan peluang mendapatkan hasil perawatan kulit yang maksimal.
Baca juga: Cleanser, Sunscreen, dan Moisturizer Jadi Top 3 Produk Skincare Favorit Gen Z dan Milenial
Jika Genhype sedang dalam proses mencari skincare yang cocok, langkah awal yang bisa dilakukan adalah mengenali jenis kulit dan permasalahan utamanya apakah itu jerawat, noda hitam, kulit kusam, atau tekstur kasar. Setelah itu, carilah produk dengan formulasi yang telah teruji, serta konsultasikan dengan ahli atau tenaga terlatih bila memungkinkan.
Pada akhirnya, kulit adalah organ yang kompleks dan responsif. Memahami bahwa tidak ada satu produk yang cocok untuk semua orang adalah langkah awal dalam menjadi lebih bijak dalam merawat diri. Karena skincare yang baik, adalah skincare yang tepat untuk kulitmu.
"Setiap individu memiliki tipe dan kebutuhan kulit yang berbeda-beda. Konsumen perlu memahami bahwa produk yang baik adalah produk yang diformulasikan berdasarkan riset dan uji klinis, serta sesuai dengan kondisi kulit masing-masing," ujarnya.
Baca juga: Korea Selatan Masih Jadi Kiblat Produk Skincare Bagi Gen Z & Milenial
Dia menambahkan bahwa tren skincare sering kali menyesatkan konsumen. Sebab tak jarang orang terpaku pada tren atau bahan aktif tertentu yang sedang viral. Padahal, tingginya kandungan bahan aktif tidak selalu menjamin cocok untuk semua jenis kulit.
"Justru bisa berisiko menimbulkan iritasi jika tidak digunakan dengan tepat," tuturnya.
Di tengah maraknya pilihan produk skincare yang beredar di pasaran, pendekatan berbasis sains dan personalisasi menjadi kunci. Produk yang dikembangkan dengan kolaborasi bersama dermatolog, serta diuji secara klinis pada berbagai tipe kulit, dinilai memiliki efektivitas yang lebih dapat dipertanggungjawabkan.
Syifa Nazmiah, Scientific and Regulatory Compliance Manager di L'Oréal Indonesia menjelaskan pentingnya proses ilmiah dalam pengembangan produk perawatan kulit. Sains adalah akar dari pengembangan skincare modern seperti Kiehl’s yang menggabungkan keahlian apothecary, sains, dan teknologi terdepan dalam menghadirkan produk-produknya.
Sebelum sebuah produk diluncurkan, dia harus melewati berbagai tahap formulasi, pengujian klinis, dan penyesuaian berdasarkan hasil riset dermatologis. "Ini memastikan bahwa produk tidak hanya efektif, tetapi juga aman digunakan berbagai jenis kulit," ungkapnya.
Dalam praktiknya, kebutuhan personalisasi ini turut diperkuat dengan layanan konsultasi kulit secara langsung yang dibantu oleh tenaga terlatih. Konsumen diajak untuk mengenali kondisi kulit mereka secara menyeluruh sebelum memilih produk, baik melalui wawancara langsung maupun analisis kulit menggunakan teknologi khusus.
Pendekatan ini tidak hanya memberi rasa aman, tetapi juga meningkatkan peluang mendapatkan hasil perawatan kulit yang maksimal.
Baca juga: Cleanser, Sunscreen, dan Moisturizer Jadi Top 3 Produk Skincare Favorit Gen Z dan Milenial
Jika Genhype sedang dalam proses mencari skincare yang cocok, langkah awal yang bisa dilakukan adalah mengenali jenis kulit dan permasalahan utamanya apakah itu jerawat, noda hitam, kulit kusam, atau tekstur kasar. Setelah itu, carilah produk dengan formulasi yang telah teruji, serta konsultasikan dengan ahli atau tenaga terlatih bila memungkinkan.
Pada akhirnya, kulit adalah organ yang kompleks dan responsif. Memahami bahwa tidak ada satu produk yang cocok untuk semua orang adalah langkah awal dalam menjadi lebih bijak dalam merawat diri. Karena skincare yang baik, adalah skincare yang tepat untuk kulitmu.
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.