Ilustrasi AI (Sumber foto: Unsplash/Julien Tromeur)

Skill Digital Indonesia Tumbuh, Tapi Partisipasi Perempuan Masih Rendah

08 June 2025   |   21:00 WIB
Image
Dika Irawan Asisten Konten Manajer Hypeabis.id

Indonesia menunjukkan geliat baru dalam penguasaan keterampilan digital. Dalam laporan tahunan Global Skills Report 2025 yang dirilis Coursera, tercatat lonjakan pendaftaran kursus Generative AI (GenAI) di Indonesia mencapai 237 persen secara tahunan. Angka ini melampaui rerata Asia Pasifik (132 persen) dan global (195 persen).

Sebagai informasi, Generative AI atau GenAI adalah jenis kecerdasan buatan yang mampu menciptakan konten baru seperti teks, gambar, musik, kode, hingga video secara otomatis berdasarkan data yang telah dipelajarinya. Berbeda dengan AI konvensional yang hanya menganalisis atau memprediksi, GenAI bisa menghasilkan sesuatu yang benar-benar baru dan orisinal.

Baca juga: Tren Dunia Kerja, Penguasaan Generative AI & Micro-Credentials Jadi Kunci Daya Saing Pekerja

Teknologi ini kini banyak dimanfaatkan di berbagai sektor, mulai dari industri kreatif, pendidikan, pemasaran, hingga layanan pelanggan, dengan contoh populer seperti ChatGPT, DALL·E, dan GitHub Copilot.

Sementara itu, peringkat Indonesia dalam penguasaan keterampilan digital kini berada di urutan ke-47 dunia, dan ke-12 di kawasan Asia Pasifik. Meski belum masuk jajaran papan atas, tren ini mencerminkan percepatan transformasi digital yang semakin konkret. Apalagi, jika melihat ketertarikan terhadap Sertifikat Profesional yang juga meningkat 41 persen dalam satu tahun terakhir.

“Indonesia sedang mempersiapkan tenaga kerja yang melek digital. Fokus perusahaan sudah bergeser ke AI, dan para pembelajar menyambut dengan langkah nyata,” ujar Eklavya Bhave, Head of Asia Pacific, Coursera, dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (8/6/2025).

Laporan ini disusun berdasarkan data dari lebih dari 170 juta pengguna Coursera secara global, termasuk 2 juta pengguna dari Indonesia dengan median usia 30 tahun. Para pembelajar Tanah Air tercatat memiliki tingkat kompetensi 41 persen di bidang bisnis, 58 persen di teknologi, dan 60 persen di data science.

Namun, capaian ini masih menyimpan catatan kritis. Dalam AI Maturity Index yang baru diperkenalkan Coursera, Indonesia berada di posisi ke-43. Artinya, kesiapan Indonesia dalam membangun ekosistem riset dan inovasi AI belum sepenuhnya solid.

Dari sisi gender, hanya 28 persen pendaftar kursus GenAI adalah perempuan, padahal secara keseluruhan mereka mencakup 49 persen pengguna Coursera di Indonesia. Ketimpangan juga terlihat pada pendaftaran Sertifikat Profesional, yang hanya melibatkan 26 psersen peserta perempuan. Isu representasi ini perlu jadi perhatian serius di tengah target ambisius 9 juta talenta digital pada 2045.

Sejumlah inisiatif nasional seperti Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial 2045 dan program Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM) menjadi fondasi penting. Namun, berdasarkan tren saat ini, dibutuhkan penambahan sekitar 600.000 tenaga kerja digital baru per tahun. Sementara itu, perguruan tinggi baru menghasilkan 200.000–400.000 lulusan digital per tahun.

Selain keterampilan teknis, tren juga mengarah pada soft skill seperti critical thinking, curiosity, dan creative thinking, kemampuan yang semakin krusial di dunia kerja berbasis AI. Keterampilan bisnis seperti akuntansi korporat dan manajemen proses bisnis turut mendominasi daftar kursus populer, mencerminkan pola pembelajaran lintas disiplin.

Laporan Coursera ini juga menyarankan integrasi micro-credential dalam pendidikan tinggi, memperluas akses pembelajaran daring, dan memperkuat kolaborasi sektor publik-swasta. Tanpa strategi kolaboratif dan inklusif, potensi digital Indonesia bisa luput dari momentum.

Baca juga: Helmy Yahya Cerita Soal Kemenangan Film Nusantara di AI Film Awards 2025

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

Sistem Ganjil Genap di Jakarta Ditiadakan Senin, 9 Juni 2025

BERIKUTNYA

JAFF Market 2025 Usung 6 Program untuk Kenalkan Potensi Film Indonesia

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga