Begini Cara Sederhana Ibnu Jamil Bangun Kebiasaan Sehat Anak dan Lepas dari Gadget
03 June 2025 |
15:00 WIB
Di tengah keseharian anak-anak yang makin lekat dengan gadget, tak sedikit orang tua yang berusah untuk melepaskan ketergantungan anak pada perangkat digital melalui berbagai cara. Sebab, bagaimanapun kurangnya aktivitas fisik karena telalu sering bermain gadget bisa berdampak buruk pada konsentrasi dan interaksi sosial serta kesehatan fisik jangka panjang.
Aktor Ibnu Jamil salah satu orang tua yang memilih untuk tidak tinggal diam. Dia mencoba pendekatan yang sederhana yakni mengajak sang anak untuk menonton basket, lalu bermain bersama.
“Awalnya saya hanya ingin agar dia tidak pegang gadget terus. Ternyata dia suka, jadi saya fasilitasi dengan membeli bola, main bareng, beliin baju basket,” ujarnya dalam acara Sun Life Hoops+Health 3X3 Basketball Challenge di Jakarta.
Baca juga: Bukan Hanya Dewasa, Anak & Remaja Makin Berisiko Bipolar dan Skizofrenia
Baca juga: Bukan Hanya Dewasa, Anak & Remaja Makin Berisiko Bipolar dan Skizofrenia
Dari situ, sang anak mulai lebih percaya diri dan antusias ketika berolahraga. Bagi Ibnu, yang terpenting buah hatinya merasa senang dengan aktivitas barunya dalam berolahraga basket. “Saya enggak pernah maksa. Yang saya lihat, kalau anak suka olahraga, berarti dia mulai peduli dengan dirinya sendiri, dengan tubuhnya, kesehatannya. Itu sudah langkah besar,” tambahnya.
Pengalaman pribadi ini pun menjadi cermin dari misi yang lebih besar. Dalam Hoops+Health 3X3 Basketball Challenge yang digelar akhir pekan lalu di Mal Gandaria City, Jakarta, semangat serupa digaungkan kepada publik.
Kegiatan ini menghadirkan rangkaian aktivitas seperti pertandingan basket 3x3, coaching clinic untuk anak-anak, kompetisi fotografi, hingga talkshow yang mengangkat pentingnya gaya hidup aktif sejak dini.
Program yang merupakan bagian dari kampanye Sun Life Hoops+Health ini telah berjalan sejak 2023 dan menjangkau lebih dari 30 sekolah dan komunitas, melalui berbagai inisiatif seperti renovasi lapangan basket, donasi perlengkapan, pelatihan pelatih komunitas, serta edukasi kebugaran dan gizi.
Albertus Wiroyo, Presiden Direktur Sun Life Indonesia menekankan pentingnya konsistensi dalam menciptakan kebiasaan sehat kepada anak, sejak dini. “Ini bukan sekadar pertandingan, tapi simbol dari gerakan bersama untuk memperluas akses terhadap olahraga yang inklusif dan edukatif,” ujarnya.
Sementara itu, Fred Fikouhi-Turner, Executive Director dari Beyond Sport menjelaskan bahwa partisipasi aktif dalam olahraga bisa menjadi pintu masuk untuk menciptakan komunitas yang lebih sehat. “Kita tidak hanya menyediakan akses terhadap olahraga, tapi juga membentuk cara pandang baru tentang bagaimana komunitas bisa tumbuh lebih sehat melalui partisipasi aktif,” katanya.
Bagi penyelenggara, ukuran keberhasilan bukan hanya jumlah peserta, tetapi juga antusiasme yang muncul. Salah satu indikator penting adalah keterlibatan generasi muda, seperti Sita dan Marissa, yang tergabung dalam Girls Basketball Academy dan menjadi peserta aktif dalam program ini.
Baca juga: Bahaya Minuman Berpemanis Mengancam Anak, Bagaimana Bunda Harus Bersikap?
Baca juga: Bahaya Minuman Berpemanis Mengancam Anak, Bagaimana Bunda Harus Bersikap?
Dengan makin tingginya angka obesitas dan penyakit akibat gaya hidup pasif di kalangan anak muda, program seperti ini menjadi relevan. Bukan hanya sebagai ajang olahraga, tetapi juga menjadi bagian dari solusi yang lebih luas yakni mengajak masyarakat membangun pola hidup sehat secara berkelanjutan, dimulai dari langkah sederhana seperti bermain basket bersama.
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.