Bersepeda (Sumber Foto: Freepik/jcomp)

Hari Sepeda Sedunia Diperingati 3 Juni, Simak Manfaatnya Untuk Kesehatan

03 June 2025   |   10:00 WIB
Image
Kintan Nabila Jurnalis Hypeabis.id

Hari Sepeda Sedunia atau World Bicycle Day diperingati setiap 3 Juni sebagai bentuk apresiasi terhadap sepeda sebagai alat transportasi yang sederhana dan ramah lingkungan. Bersepeda juga terbukti membawa banyak manfaat bagi kesehatan dan kebugaran tubuh jika dilakukan secara rutin.

Mengutip National Today, berdasarkan sejarahnya, peringatan Hari Sepeda Sedunia dimulai dari kampanye oleh Profesor Leszek Sibilski, seorang sosiolog asal Polandia yang berbasis di Amerika Serikat. Pada 2015, Profesor Sibilski memulai proyek akademik yang meneliti peran sepeda dalam pembangunan berkelanjutan.

Baca juga: Mengintip Tren MTB Downhill, Olahraga Ekstrem Pemacu Adrenalin di Atas Sepeda Gunung

Sebagai upaya menyebarkan gagasannya, dia menulis artikel berjudul "Cycling is Everyone's Business" dan "Why is There No World Bicycle Day?" yang menarik perhatian komunitas internasional. Kampanye ini kemudian berkembang menjadi gerakan global yang didukung oleh inisiatif "Sustainable Mobility for All" dan melibatkan berbagai negara serta organisasi internasional.

Beberapa tahun kemudian, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara resmi mengadopsi resolusi A/RES/72/272 pada 12 April 2018, yang menetapkan 3 Juni sebagai Hari Sepeda Sedunia. Resolusi ini diusulkan oleh Turkmenistan dan didukung oleh 193 negara. Mereka menilai bahwa sepeda adalah alat transportasi yang sederhana, terjangkau, dan cocok untuk pembangunan berkelanjutan.

Hari Sepeda Sedunia dirayakan dengan berbagai kegiatan seperti gowes bersama komunitas sepeda, kampanye keselamatan bersepeda dan penggunaan helm, acara edukasi tentang manfaat bersepeda dan pentingnya infrastruktur ramah pesepeda, serta pembangunan jalur sepeda dan taman hijau untuk mendukung mobilitas berkelanjutan.


Manfaat Bersepeda untuk Kesehatan

Bersepeda merupakan salah satu bentuk olahraga aerobik yang dapat dilakukan oleh berbagai kalangan usia. Olahraga bisa dilakukan baik di luar ruangan maupun di dalam ruangan menggunakan sepeda statis. Mengutip Healthline, berikut manfaat bersepeda untuk menjaga kesehatah tubuh.


1. Menurunkan berat badan

Kebiasaan bersepeda apalagi dengan intensitas tinggi dapat menurunkan kadar lemak tubuh. Penurunan ini akan membuat badan jadi lebih mudah terkontrol dengan sehat. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa menggabungkan latihan sprint dan kekuatan dengan rutinitas bersepeda dapat meningkatkan metabolisme secara sementara dan membentuk massa otot. Dengan begitu, tubuh membakar lebih banyak kalori, bahkan saat sedang tidak beraktivitas.


2. Memperkuat otot kaki

Aktivitas bersepeda dapat meningkatkan fungsi tubuh bagian bawah dan memperkuat otot-otot kaki tanpa memberikan tekanan berlebih pada sendi. Otot-otot yang aktif saat bersepeda antara lain paha depan, bokong, paha belakang, dan betis. Untuk hasil yang lebih optimal bisa bersepeda sambil diibangi latihan beban seperti squat, leg press, dan lunges beberapa kali dalam seminggu.


3. Mendukung kesehatan mental dan fungsi otak

Bersepeda dapat membantu meredakan stres, kecemasan, maupun gejala depresi. Fokus pada irama kayuhan dan suasana sekitar saat bersepeda membantu meningkatkan konsentrasi serta kesadaran terhadap momen saat ini. Hal ini akan membuatmy mengalihkan perhatian dari beban pikiran sehari-hari.

Bersepeda di luar ruangan juga dapat meningkatkan fungsi kognitif dan kesejahteraan emosional, khususnya pada lansia. Cukup lakukan selama 10 menit saja sudah dapat memberikan efek positif. Selaim itu, bersepeda juga mampu mendorong pelepasan endorfin, yakni zat kimia alami dalam tubuh yang berfungsi memperbaiki suasana hati dan mengurangi tingkat stres.


4. Bermanfaat bagi penyintas kanker

Bersepeda adalah olahraga yang cocok bagi individu yang sedang menjalani atau telah menyelesaikan pengobatan kanker. Namun, karena pengobatan sering menyebabkan kelelahan atau nyeri, penting untuk mempertimbangkan kondisi tubuh secara menyeluruh dan berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum berolahraga.

Baca juga: Serba-serbi Sejarah Lahirnya Hari Sepeda Sedunia, Diperingati Setiap 3 Juni

Aktivitas ini dapat membantu menjaga kebugaran dan komposisi tubuh yang sehat sehingga dapat menurunkan risiko beberapa jenis kanker, termasuk kanker payudara. Sebuah penelitian di tahun 2019 menunjukkan bahwa, pada penderita kanker payudara, gaya hidup aktif dapat membantu mengurangi efek samping pengobatan seperti rasa lelah dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.

SEBELUMNYA

Lutesha Perankan Karakter Bos Mafia dengan Cara Unik dalam Film Sampai Jumpa, Selamat Tinggal

BERIKUTNYA

Begini Cara Sederhana Ibnu Jamil Bangun Kebiasaan Sehat Anak dan Lepas dari Gadget

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga