Simak Tema Hari Orang Tua Sedunia 2025 & Sejarahnya Tiap 1 Juni
01 June 2025 |
09:27 WIB
Orang tua merupakan sumber kehidupan seorang anak. Mereka meletakkan dasar bagi anak-anak sekaligus merawat dan membekali mereka dengan keterampilan yang diperlukan sepanjang hidup. Orang tua akan berkorban tanpa pamrih serta melakukan apapun demi memastikan pertumbuhan dan kebahagiaan buah hati mereka.
Lantaran besar peran dan tanggung jawab sebagai orang tua, dibuat lah Hari Orang Tua Sedunia yang diperingati pada 1 Juni tiap tahunnya. Peringatan yang digagas oleh PBB ini dibuat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya peran orang tua, dalam memberikan perlindungan serta sarana yang dibutuhkan untuk perkembangan positif pada anak-anak.
Orang tua merupakan guru sekaligus gerbang interaksi manusia pertama yang dialami anak. Oleh karena itu, penting untuk mempromosikan pola asuh yang efektif bagi anak kepada seluruh masyarakat dunia dalam setiap peringatan Hari Orang Tua Sedunia.
Baca juga: 5 Cara Efektif Membangun Hubungan Emosional Orang Tua dan Anak
Tahun ini, peringatan Hari Orang Tua Sedunia mengusung tema "Raising Parents" atau 'membesarkan orang tua', sebagaimana dilansir dari situs resmi PBB. Tema ini diangkat untuk memberikan sorotan terhadap pengasuhan anak yang merupakan perjalanan penuh cinta, tantangan dan pembelajaran tanpa akhir.
Mengasuh dan membesarkan anak adalah tugas paling berharga bagi setiap orang tua. Orang tua dan pengasuh membutuhkan waktu, sumber daya, dan dukungan untuk membesarkan anak-anak dalam lingkungan yang positif. Meski demikian, acapkali orang tua dan pengasuh di seluruh dunia dibiarkan melakukannya sendiri.
Oleh karena itu, sebagai bagian dari peringatan Hari Orang Tua Sedunia tahun ini, UNICEF akan meluncurkan Parenting Month atau Bulan Pengasuhan Anak 2025, untuk menyoroti pentingnya membekali para orang tua dan pengasuh dengan pengetahuan dan perangkat yang mereka butuhkan dalam mengasuh anak.
"Kampanye selama sebulan ini akan menampilkan kisah-kisah menyentuh tentang suka duka menjadi orang tua, berbagi kiat dan sumber daya pengasuhan anak yang praktis, serta menyerukan dukungan yang lebih besar bagi para orang tua dan pengasuh melalui program pengasuhan anak," pernyataan tertulis PBB.
Peringatan Hari Orang Tua Sedunia telah berlangsung selama 13 tahun, sejak ditetapkan di Majelis Umum PBB pada 2012. Meski demikian, pembahasannya telah dilakukan oleh PBB sejak tahun 1980-an, seiring organisasi internasional tersebut mulai memusatkan perhatian pada isu-isu yang berkaitan dengan keluarga.
Sejak 1980-an, peran penting keluarga semakin menjadi perhatian masyarakat internasional. Majelis Umum PBB pun mengadopsi sejumlah resolusi hingga mencanangkan beberapa programs seperti Tahun Keluarga Internasional dan Hari Keluarga Internasional.
Lalu pada 1983, berdasarkan rekomendasi Dewan Ekonomi dan Sosial, Komisi Pembangunan Sosial dalam resolusinya tentang Peran keluarga dalam proses pembangunan (1983/23) meminta Sekretaris Jenderal PBB untuk meningkatkan kesadaran di kalangan para pengambil keputusan dan masyarakat tentang masalah dan kebutuhan keluarga, serta cara-cara efektif untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Akhirnya, dalam resolusi 44/82 tanggal 9 Desember 1989, Majelis Umum PBB menetapkan tahun 1994 sebagai Tahun Keluarga Internasional. Begitupun dalam resolusi 47/237 tahun 1993, Majelis Umum memutuskan bahwa tanggal 15 Mei setiap tahun diperingati sebagai Hari Keluarga Internasional.
Hampir dua dekade setelahnya, Majelis Umum yang digelar tahun 2012 menetapkan tanggal 1 Juni sebagai Hari Orang Tua Sedunia, yang diperingati setiap tahun untuk menghormati orang tua di seluruh dunia.
Peringatan ini mengajak masyarakat dunia untuk menghargai semua orang tua atas komitmen tanpa pamrih mereka terhadap anak-anak, dan pengorbanan seumur hidup mereka dalam memelihara hubungan dengan buah hati mereka.
Dengan menekankan peran penting orang tua dalam membesarkan anak, Hari Orang Tua Sedunia mengakui bahwa keluarga memiliki tanggung jawab utama untuk mengasuh dan melindungi anak. Demi perkembangan kepribadian mereka yang utuh dan harmonis, anak-anak harus tumbuh dalam lingkungan keluarga dan suasana yang penuh kebahagiaan, cinta, dan pengertian.
Keluarga, orang tua, dan pengasuh memainkan peran utama dalam kesejahteraan dan perkembangan anak. Mereka membentuk identitas, memberikan kasih sayang, perhatian, penyediaan, serta perlindungan kepada anak-anak. Termasuk, rasa aman dan stabilitas ekonomi.
"Sesuai dengan semangat Konvensi Hak Anak, dukungan keluarga dan pengasuhan semakin diakui sebagai bagian penting dari kebijakan sosial nasional dan investasi sosial yang bertujuan untuk mengurangi kemiskinan, mengurangi kesenjangan, serta meningkatkan kesejahteraan positif orang tua dan anak," demikian pernyataan tertulis PBB.
Baca juga: 5 Kiat Parenting Jadi Orang Tua di Era Modern
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Lantaran besar peran dan tanggung jawab sebagai orang tua, dibuat lah Hari Orang Tua Sedunia yang diperingati pada 1 Juni tiap tahunnya. Peringatan yang digagas oleh PBB ini dibuat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya peran orang tua, dalam memberikan perlindungan serta sarana yang dibutuhkan untuk perkembangan positif pada anak-anak.
Orang tua merupakan guru sekaligus gerbang interaksi manusia pertama yang dialami anak. Oleh karena itu, penting untuk mempromosikan pola asuh yang efektif bagi anak kepada seluruh masyarakat dunia dalam setiap peringatan Hari Orang Tua Sedunia.
Baca juga: 5 Cara Efektif Membangun Hubungan Emosional Orang Tua dan Anak
Tema Hari Orang Tua Sedunia 2025
Tahun ini, peringatan Hari Orang Tua Sedunia mengusung tema "Raising Parents" atau 'membesarkan orang tua', sebagaimana dilansir dari situs resmi PBB. Tema ini diangkat untuk memberikan sorotan terhadap pengasuhan anak yang merupakan perjalanan penuh cinta, tantangan dan pembelajaran tanpa akhir.Mengasuh dan membesarkan anak adalah tugas paling berharga bagi setiap orang tua. Orang tua dan pengasuh membutuhkan waktu, sumber daya, dan dukungan untuk membesarkan anak-anak dalam lingkungan yang positif. Meski demikian, acapkali orang tua dan pengasuh di seluruh dunia dibiarkan melakukannya sendiri.
Oleh karena itu, sebagai bagian dari peringatan Hari Orang Tua Sedunia tahun ini, UNICEF akan meluncurkan Parenting Month atau Bulan Pengasuhan Anak 2025, untuk menyoroti pentingnya membekali para orang tua dan pengasuh dengan pengetahuan dan perangkat yang mereka butuhkan dalam mengasuh anak.
"Kampanye selama sebulan ini akan menampilkan kisah-kisah menyentuh tentang suka duka menjadi orang tua, berbagi kiat dan sumber daya pengasuhan anak yang praktis, serta menyerukan dukungan yang lebih besar bagi para orang tua dan pengasuh melalui program pengasuhan anak," pernyataan tertulis PBB.
Sejarah Hari Orang Tua Sedunia
Peringatan Hari Orang Tua Sedunia telah berlangsung selama 13 tahun, sejak ditetapkan di Majelis Umum PBB pada 2012. Meski demikian, pembahasannya telah dilakukan oleh PBB sejak tahun 1980-an, seiring organisasi internasional tersebut mulai memusatkan perhatian pada isu-isu yang berkaitan dengan keluarga.Sejak 1980-an, peran penting keluarga semakin menjadi perhatian masyarakat internasional. Majelis Umum PBB pun mengadopsi sejumlah resolusi hingga mencanangkan beberapa programs seperti Tahun Keluarga Internasional dan Hari Keluarga Internasional.
Lalu pada 1983, berdasarkan rekomendasi Dewan Ekonomi dan Sosial, Komisi Pembangunan Sosial dalam resolusinya tentang Peran keluarga dalam proses pembangunan (1983/23) meminta Sekretaris Jenderal PBB untuk meningkatkan kesadaran di kalangan para pengambil keputusan dan masyarakat tentang masalah dan kebutuhan keluarga, serta cara-cara efektif untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Akhirnya, dalam resolusi 44/82 tanggal 9 Desember 1989, Majelis Umum PBB menetapkan tahun 1994 sebagai Tahun Keluarga Internasional. Begitupun dalam resolusi 47/237 tahun 1993, Majelis Umum memutuskan bahwa tanggal 15 Mei setiap tahun diperingati sebagai Hari Keluarga Internasional.
Hampir dua dekade setelahnya, Majelis Umum yang digelar tahun 2012 menetapkan tanggal 1 Juni sebagai Hari Orang Tua Sedunia, yang diperingati setiap tahun untuk menghormati orang tua di seluruh dunia.
Peringatan ini mengajak masyarakat dunia untuk menghargai semua orang tua atas komitmen tanpa pamrih mereka terhadap anak-anak, dan pengorbanan seumur hidup mereka dalam memelihara hubungan dengan buah hati mereka.
Dengan menekankan peran penting orang tua dalam membesarkan anak, Hari Orang Tua Sedunia mengakui bahwa keluarga memiliki tanggung jawab utama untuk mengasuh dan melindungi anak. Demi perkembangan kepribadian mereka yang utuh dan harmonis, anak-anak harus tumbuh dalam lingkungan keluarga dan suasana yang penuh kebahagiaan, cinta, dan pengertian.
Keluarga, orang tua, dan pengasuh memainkan peran utama dalam kesejahteraan dan perkembangan anak. Mereka membentuk identitas, memberikan kasih sayang, perhatian, penyediaan, serta perlindungan kepada anak-anak. Termasuk, rasa aman dan stabilitas ekonomi.
"Sesuai dengan semangat Konvensi Hak Anak, dukungan keluarga dan pengasuhan semakin diakui sebagai bagian penting dari kebijakan sosial nasional dan investasi sosial yang bertujuan untuk mengurangi kemiskinan, mengurangi kesenjangan, serta meningkatkan kesejahteraan positif orang tua dan anak," demikian pernyataan tertulis PBB.
Baca juga: 5 Kiat Parenting Jadi Orang Tua di Era Modern
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.