Ilustrasi permintaan maaf. (Dok. Alex Green dari Pexels)

Begini Lho 5 Cara Orang Tua Meminta Maaf Kepada Anak

11 August 2021   |   20:42 WIB

Manusia enggak ada yang sempurna, termasuk ketika Genhype berperan sebagai orang tua saat mendidik si kecil dalam hal apapun. Kesalahan saat melakukan sebuah tindakan yang membuat anak merasa kurang nyaman bisa menjadi luka tersendiri baginya, sehingga orang tua tetap perlu mengakui kesalahannya dan meminta maaf.

Akan tetapi, meminta maaf kepada si kecil tidak semudah meminta maaf kepada sesama orang dewasa. Dalam beberapa situasi, ada orang tua yang merasa gengsi untuk meminta maaf terlebih dahulu sehingga ada waktu anak-anak merasa orang tua tidak menganggap tindakan yang dianggap salah oleh si kecil sebagai sesuatu yang perlu orang tua akui dan menjadi alasan untuk mulai meminta maaf.

Tapi sebenarnya meminta maaf kepada si kecil bukanlah sesuatu yang memalukan. Justru dengan ini si kecil juga akan belajar untuk lebih terbuka terhadap kesalahan sekaligus menjadikan apa yang Genhype alami sebagai pembelajaran kehidupan di masa depan. Simak lima cara orang tua untuk meminta maaf kepada anak di bawah ini.

1. Sadari kesalahan yang telah dilakukan
Hal pertama yang harus dilakukan adalah menyadari kesalahan yang telah dilakukan dan merefleksikannya dengan memposisikan diri sebagai si kecil. Jika sudah mengetahuinya, mulai nyatakan secara jelas apa kesalahannya dan katakan bahwa Genhype saat itu bertindak berlebihan atau kurang adil kepada si kecil.

2. Sadari perasaan yang dirasakan si kecil
 

Ilustrasi anak yang sedih. (Dok. Chinh Le Duc dari Unsplash)

Ilustrasi anak yang sedih. (Dok. Chinh Le Duc dari Unsplash)

Ketika Genhype sudah menyadari kesalahan, coba dekati si kecil dan tanyakan apa perasaan yang dia rasakan terhadap kesalahan yang Genhype lakukan kemudian terima jawaban tersebut sebagai respon atau feedback dari tindakan yang Genhype lakukan tanpa memberikan argumen terhadap hal tersebut. Kebalikannya, bertengkar tentang hal ini akan membuat hubungan Genhype dan si kecil bisa semakin renggang.

3. Jangan salahkan anak
Pada dasarnya, kesalahan bisa saja ada pada Genhype tapi Genhype sebagai orang tua justru menyalahkan si kecil atas tindakan yang dilakukan sebagai pemicu atau akar dari masalah yang terjadi. Hal ini justru membuat si kecil merasa bersalah dan berisiko memperburuk hubungan antara kalian.

4. Jelaskan alasan dari tindakan yang dilakukan
 

Ilustrasi orang tua dan anak. (Dok. August de Richelieu dari Pexels)

Ilustrasi orang tua dan anak. (Dok. August de Richelieu dari Pexels)

Enggak selamanya si kecil paham mengapa Genhype bisa melakukan tindakan yang pada akhirnya menyinggung perasaan si kecil. Inilah mengapa penting sekali untuk menjelaskan alasan mengapa Genhype bertindak demikian dan bagaimana Genhype mengendalikan situasi ini hingga si kecil setidaknya mengerti alasan atau penyebabnya.

5. Ucapkan permintaan maaf
Hal terakhir yang enggak boleh dilewatkan adalah mengucapkan permintaan maaf. Kata-kata seperti "Saya minta maaf" menjadi ucapan yang bermakna bagi si kecil, tapi cara lain untuk mengajukan permintaan maaf kepada si kecil dalam bentuk lain seperti membelikannya hadiah atau mengajaknya pergi ke tempat favoritnya dengan tulus bisa menjadi sesuatu yang bermakna baginya.

Editor: M R Purboyo
SEBELUMNYA

Ingin Jual Beli Kucing Ras? Harus Siap Hadapi Risiko Ini

BERIKUTNYA

Karyawan Kantoran Rentan Terkena Batu Ginjal, Kok Bisa?

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: