Profil & Jejak Karier Irianti Erningpraja, Penyanyi & Pencipta Lagu Multitalenta
28 May 2025 |
07:36 WIB
Duka kembali menyelimuti dunia musik Indonesia. Penyanyi sekaligus pencipta lagu yang populer era 1980-an hingga 1990-an, Irianti Erningpraja, meninggal dunia pada Selasa (27/5/2025). Sang penyanyi berpulang ke haribaan Ilahi pada usia 59 tahun.
Kabar duka itu disampaikan oleh pengamat musik Stanley Tulung lewat media sosial. Penyanyi yang akrab disapa Anti tersebut meninggal dunia pada Selasa (27/5/2025) pukul 14.14 WIB di RSUD Pasar Rebo.
Baca juga: Seniman Hamzah Sulaiman alias Raminten Meninggal Dunia, Simak Rekam Jejaknya
"Innalilahi wainnailaihirojiun. Telah berpulang dengan tenang di RSUD Pasar Rebo, pukul 14:14 WIB, Selasa tgl 27 May 2025 Sahabat kami tercinta, neng Irianti Erningpraja. Didampingi oleh suami tercinta Mas Piko dan anak anak Irsa dan Gani Serta sahabat tercinta, Mima , Harry Kiss, Daisy Sahertian," tulis Stanley lewat akun Instagram @stanleytulung.
Stanley juga menuliskan bahwa almarhumah kini disemayamkan di kediaman keluarga di Jl Pekayon Barat 1 No 34C Pejaten Barat, Jakarta Selatan. Rencananya, Anti akan dimakamkan pada hari ini, Rabu (28/5/2025) pukul 10.00 WIB di TPU Jeruk Purut, Blok AA2 Blad 42. "Terima kasih kebaikannya Teh Anti selama ini," kenang Stanley.
Kepergian Anti pun menyisakan duka mendalam khususnya di kalangan penyanyi dan seniman. Di media sosial, sejumlah figur publik Tanah Air menyampaikan duka mereka, serta menuliskan doa untuk almarhumah.
"Semoga almarhumah husnul khotimah Dan diberi kesabaran bagi keluarga tercinta yg sdh ditinggalkan Aamiin YRA," tulis penyanyi senior Nicky Astria.
"INNALILLAAHI WA INNA ILAIHI ROOJI'UUN," tulis penyanyi Reza Artamevia.
"Selamat Jalan mbak Antiii," tulis penyanyi Yuni Shara.
Gitaris Dewa Budjana bahkan membagikan momen kebersamaan bersama Anti kala mereka menjadi murid di Sekolah Indra & Jack Lesmana Workshop “Farabi” tahun 1985, bersama Gunawan Trenggono dan Riza Arshad. "Selamat jalan Irianti Erningpraja, penyanyi, Pencipta lagu, Mantan Atlit renang," tulis Dewa Budjana.
.
Meski dikenal sebagai musisi, Anti justru menekuni dunia renang hingga menjadi atlet sejak kecil. Sejak duduk di bangku kelas satu SD, dia sudah sering mengikuti berbagai kejuaraan renang, hingga menyabet medali di berbagai skala kompetisi mulai dari nasional hingga internasional seperti PON, Sea Games, dan Asian Games.
Namun, saat kelas 3 SMP, Anti menderita sinusitis dan dia terpaksa harus berhenti dari kariernya di dunia renang. Dari situ, dia akhirnya mulai menekuni dunia seni, dan bergabung dengan grup tari terkemuka Swara Maharddhika pimpinan Guruh Sukarno Putra. Dia menjadi penari profesional dan mengikuti sejumlah pentas di berbagai daerah di Tanah Air.
Anti juga pernah ikut dalam pagelaran akbar Swara Maharddhika yang berjudul “Untukmu Indonesiaku” dan “Cinta Indonesia”, hingga melanglang buana ke beberapa negara untuk pentas seperti di Kenya, Mombasa, dan Nairobi.
Pengalamannya itu juga sempat membawanya dipercaya menjadi koreografer dan produser di berbagai show seperti ulang tahun TVRI, serta menghidupkan kembali dan memproduseri pergelaran “Lomba Cipta Lagu Remaja” pada pertengahan tahun 90-an.
Akhirnya, pada 1983, dengan bantuan musisi Candra Darusman dan Adjie Soetama, Anti ikut lomba cipta lagu di Festival Pop Song Nasional dan karya pertamanya berhasil memenangkan kompetisi sebagai juara pertama. Lagu itu dinyanyikan oleh Vina Panduwinata.
Kala itu, Anti bersama rekan sesama penyanyi seperti Memes dan Titi DJ, belum menancapkan karier sebagai penyanyi. Mereka berperan sebagai backing vocal dan dancer yang mendampingi Vina Panduwinata dalam pergelaran malam final tersebut.
Namun, dari situ, karier Anti sebagai pengarang lagu mulai moncer. Selain menciptakan lagu untuk dinyanyikan sendiri, dia juga telah membuat lagu untuk sejumlah penyanyi terkenal seperti Atiek CB, Trio Libels, Ismi Azis, Nia Zulkarnain, Titi DJ, Vonny Sumlang, Indra Lesmana, Harvey, Rida,Sita,Dewi, Cynthia Lamusu dan lain-lain.
Sebagai pengarang lagu, pada 1995 sampai sekitar tahun 2000, Anti juga sempat berkolaborasi dengan beberapa musisi internasional seperti Saxophonist Dave Koz, pianist jazz kenamaan Jeff Lorber juga penyanyi Country Victoria Shaw, hingga lagu-lagunya berhasil direkam dan dirilis di Amerika Serikat.
Sekitar tahun 1986, berkat jasa personel dari Swara Maharddhika Band, Anti dikenalkan dengan produser rekaman ternama di bawah label “Union Artis”, dan ditawari rekaman hingga akhirnya menjadi penyanyi profesional.
Selama era 1980-an hingga 1990-an, dia telah merilis beberapa album seperti Kuharus Mencari (1986), Ada Kamu (repackage album Kuharus Mencari, 1986), Aku Cinta Aku Rindu (1987), Senyumlah Sayang (1989), dan Mengapa Kau Tinggalkan Aku (1995).
Di samping sebagai penyanyi, Anti juga sempat menjajaki dunia presenter dengan menjadi pembawa acara di beberapa acara TV swasta seperti acara Pesta di Indosiar, Muziek Muziek Grammy Award di SCTV, dan Interior Desain di SCTV, juga mewawancarai musisi terkenal yang datang ke indonesia seperti Kitaro, Pat Metheni, Dave Koz, Shanice, dan David Foster.
Baca juga: Deretan Figur Publik Ucapkan Belasungkawa Atas Meninggalnya Titiek Puspa
Namun, pada 2005, Anti sempat mandek dari dunia hiburan. Kala itu, dia lebih aktif menulis buku seputar pengembangan diri, hingga menulis 6 judul pada 2009. Dia juga menjadi pembicara tentang pengembangan diri dan membuat beberapa workshop, serta membuka klinik transformasi diri.
Pada pertengahan 2010, dia sempat aktif lagi bermusik dan menyelesaikan album kompilasi lagu-lagu terbaiknya. Kala itu, dia berkolaborasi dengan sejumlah musisi senior dan pendatang baru seperti Andre Hehanusa, Sita Nursanti, Bonita (Aldisyah), Rapper Momeyz), Ngapz, Chewy, Melda, dan Ika Putri.
Kabar duka itu disampaikan oleh pengamat musik Stanley Tulung lewat media sosial. Penyanyi yang akrab disapa Anti tersebut meninggal dunia pada Selasa (27/5/2025) pukul 14.14 WIB di RSUD Pasar Rebo.
Baca juga: Seniman Hamzah Sulaiman alias Raminten Meninggal Dunia, Simak Rekam Jejaknya
"Innalilahi wainnailaihirojiun. Telah berpulang dengan tenang di RSUD Pasar Rebo, pukul 14:14 WIB, Selasa tgl 27 May 2025 Sahabat kami tercinta, neng Irianti Erningpraja. Didampingi oleh suami tercinta Mas Piko dan anak anak Irsa dan Gani Serta sahabat tercinta, Mima , Harry Kiss, Daisy Sahertian," tulis Stanley lewat akun Instagram @stanleytulung.
Stanley juga menuliskan bahwa almarhumah kini disemayamkan di kediaman keluarga di Jl Pekayon Barat 1 No 34C Pejaten Barat, Jakarta Selatan. Rencananya, Anti akan dimakamkan pada hari ini, Rabu (28/5/2025) pukul 10.00 WIB di TPU Jeruk Purut, Blok AA2 Blad 42. "Terima kasih kebaikannya Teh Anti selama ini," kenang Stanley.
Kepergian Anti pun menyisakan duka mendalam khususnya di kalangan penyanyi dan seniman. Di media sosial, sejumlah figur publik Tanah Air menyampaikan duka mereka, serta menuliskan doa untuk almarhumah.
"Semoga almarhumah husnul khotimah Dan diberi kesabaran bagi keluarga tercinta yg sdh ditinggalkan Aamiin YRA," tulis penyanyi senior Nicky Astria.
"INNALILLAAHI WA INNA ILAIHI ROOJI'UUN," tulis penyanyi Reza Artamevia.
"Selamat Jalan mbak Antiii," tulis penyanyi Yuni Shara.
Gitaris Dewa Budjana bahkan membagikan momen kebersamaan bersama Anti kala mereka menjadi murid di Sekolah Indra & Jack Lesmana Workshop “Farabi” tahun 1985, bersama Gunawan Trenggono dan Riza Arshad. "Selamat jalan Irianti Erningpraja, penyanyi, Pencipta lagu, Mantan Atlit renang," tulis Dewa Budjana.
.
Profil & Jejak Karier Irianti Erningpraja
Irianti Erningpraja ialah penyanyi dan pencipta lagu yang populer pada era 1980-an dan 1990-an. Perempuan kelahiran Jakarta, 18 November 1965 ini dikenal berkat lagu-lagunya seperti "Ada Kamu", "Kasih", dan "Coba Lihat di Mataku".Meski dikenal sebagai musisi, Anti justru menekuni dunia renang hingga menjadi atlet sejak kecil. Sejak duduk di bangku kelas satu SD, dia sudah sering mengikuti berbagai kejuaraan renang, hingga menyabet medali di berbagai skala kompetisi mulai dari nasional hingga internasional seperti PON, Sea Games, dan Asian Games.
Namun, saat kelas 3 SMP, Anti menderita sinusitis dan dia terpaksa harus berhenti dari kariernya di dunia renang. Dari situ, dia akhirnya mulai menekuni dunia seni, dan bergabung dengan grup tari terkemuka Swara Maharddhika pimpinan Guruh Sukarno Putra. Dia menjadi penari profesional dan mengikuti sejumlah pentas di berbagai daerah di Tanah Air.
Anti juga pernah ikut dalam pagelaran akbar Swara Maharddhika yang berjudul “Untukmu Indonesiaku” dan “Cinta Indonesia”, hingga melanglang buana ke beberapa negara untuk pentas seperti di Kenya, Mombasa, dan Nairobi.
Pengalamannya itu juga sempat membawanya dipercaya menjadi koreografer dan produser di berbagai show seperti ulang tahun TVRI, serta menghidupkan kembali dan memproduseri pergelaran “Lomba Cipta Lagu Remaja” pada pertengahan tahun 90-an.
Akhirnya, pada 1983, dengan bantuan musisi Candra Darusman dan Adjie Soetama, Anti ikut lomba cipta lagu di Festival Pop Song Nasional dan karya pertamanya berhasil memenangkan kompetisi sebagai juara pertama. Lagu itu dinyanyikan oleh Vina Panduwinata.
Kala itu, Anti bersama rekan sesama penyanyi seperti Memes dan Titi DJ, belum menancapkan karier sebagai penyanyi. Mereka berperan sebagai backing vocal dan dancer yang mendampingi Vina Panduwinata dalam pergelaran malam final tersebut.
Namun, dari situ, karier Anti sebagai pengarang lagu mulai moncer. Selain menciptakan lagu untuk dinyanyikan sendiri, dia juga telah membuat lagu untuk sejumlah penyanyi terkenal seperti Atiek CB, Trio Libels, Ismi Azis, Nia Zulkarnain, Titi DJ, Vonny Sumlang, Indra Lesmana, Harvey, Rida,Sita,Dewi, Cynthia Lamusu dan lain-lain.
Sebagai pengarang lagu, pada 1995 sampai sekitar tahun 2000, Anti juga sempat berkolaborasi dengan beberapa musisi internasional seperti Saxophonist Dave Koz, pianist jazz kenamaan Jeff Lorber juga penyanyi Country Victoria Shaw, hingga lagu-lagunya berhasil direkam dan dirilis di Amerika Serikat.
Sekitar tahun 1986, berkat jasa personel dari Swara Maharddhika Band, Anti dikenalkan dengan produser rekaman ternama di bawah label “Union Artis”, dan ditawari rekaman hingga akhirnya menjadi penyanyi profesional.
Selama era 1980-an hingga 1990-an, dia telah merilis beberapa album seperti Kuharus Mencari (1986), Ada Kamu (repackage album Kuharus Mencari, 1986), Aku Cinta Aku Rindu (1987), Senyumlah Sayang (1989), dan Mengapa Kau Tinggalkan Aku (1995).
Di samping sebagai penyanyi, Anti juga sempat menjajaki dunia presenter dengan menjadi pembawa acara di beberapa acara TV swasta seperti acara Pesta di Indosiar, Muziek Muziek Grammy Award di SCTV, dan Interior Desain di SCTV, juga mewawancarai musisi terkenal yang datang ke indonesia seperti Kitaro, Pat Metheni, Dave Koz, Shanice, dan David Foster.
Baca juga: Deretan Figur Publik Ucapkan Belasungkawa Atas Meninggalnya Titiek Puspa
Namun, pada 2005, Anti sempat mandek dari dunia hiburan. Kala itu, dia lebih aktif menulis buku seputar pengembangan diri, hingga menulis 6 judul pada 2009. Dia juga menjadi pembicara tentang pengembangan diri dan membuat beberapa workshop, serta membuka klinik transformasi diri.
Pada pertengahan 2010, dia sempat aktif lagi bermusik dan menyelesaikan album kompilasi lagu-lagu terbaiknya. Kala itu, dia berkolaborasi dengan sejumlah musisi senior dan pendatang baru seperti Andre Hehanusa, Sita Nursanti, Bonita (Aldisyah), Rapper Momeyz), Ngapz, Chewy, Melda, dan Ika Putri.
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.