Tanggal 28 Mei setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Amnesti Internasional.

Mengenal Sejarah Hari Amnesti Internasional Tiap 28 Mei & Isu HAM Saat Ini

28 May 2025   |   08:55 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Tanggal 28 Mei setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Amnesti Internasional. Peringatan ini dibuat untuk menyebarkan pemahaman tentang hak asasi manusia (HAM), dan meningkatkan kesadaran publik akan masalah pelanggaran HAM, serta bagaimana pilihan yang dibuat dapat mempengaruhi hak-hak mereka. 

Seperti namanya, Hari Amnesti Internasional juga dibuat untuk mengapresiasi sekaligus mendukung organisasi Amnesty International yang terus bekerja keras guna membuat kehidupan masyarakat dunia lebih baik. Mereka berupaya untuk mengadvokasi hak asasi manusia (HAM), menyebarkan informasi tentang pelanggaran HAM, termasuk mengadili pelanggarnya. 

Baca juga: Hari Meditasi Sedunia 21 Mei, Kenali Manfaatnya untuk Kesehatan Tubuh

Dilansir dari situs resminya, Amnesti Internasional adalah organisasi non-pemerintah internasional yang mendukung gerakan HAM (Hak Asasi Manusia) global. Mereka melakukan kampanye, advokasi, riset, dan memobilisasi publik untuk mengakhiri pelanggaran hak asasi manusia, menghentikan penyiksaan, serta melindungi hak-hak mereka yang dilanggar.

Amnesti Internasional memastikan dan mengadvokasikan hak untuk kebebasan berekspresi, berserikat, berkumpul, dan berpendapat. Termasuk, membahas dan memperjuangkan hak-hak ekonomi, sosial, dan budaya.

Menurut catatan Amnesti Internasional, hingga kini telah ada lebih dari 10 juta orang yang ikut dalam gerakan global mereka untuk menciptakan masa depan di mana hak asasi manusia dapat dinikmati oleh semua orang. Mereka berkomitmen untuk mendukung para korban pelanggaran hak asasi manusia, mengungkap kebenaran di seluruh dunia, serta menuntut pertanggungjawaban pelanggar HAM.

Dalam mengadvokasi HAM, Amnesti Internasional memulainya dengan menyediakan data dan fakta melalui riset independen yang terverifikasi. Melalui riset independen, mereka mendorong pengambil kebijakan seperti pemerintah agar menghormati HAM setiap warga mereka.

Selain itu, Amnesti Internasional juga kerap memobilisasi publik untuk mewujudkan perubahan melalui petisi, surat, dan protes. Termasuk, mengedukasi semua orang untuk bisa lebih memahami HAM, pelanggaran HAM, serta hukuman yang harus dijatuhkan untuk para pelanggarnya.
 
 

Sejarah Amnesti Internasional

Amnesti Internasional didirikan di London, Inggris, pada Juli 1961, sebagaimana dilansir dari National Day. Berawal dari Peter Benenson, seorang pengacara perburuhan Inggris, mengetahui tentang dua mahasiswa Portugis yang dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara karena minum atau bersulang untuk merayakan kebebasan.

Berangkat dari peristiwa itu, Benenson bersama Eric Baker dari Religious Society of Friends dan banyak anggota intelektual lainnya, termasuk akademisi, penulis, dan pengacara, menulis artikel berjudul "The Forgotten Prisoners" yang diterbitkan dalam "The Observer" pada Mei 1961 dan mendapat perhatian luas.

Upaya mereka itu pun didesak oleh banyak pihak untuk berkembang menjadi sebuah organisasi yang berdedikasi untuk memastikan bahwa setiap orang memiliki akses terhadap hak asasi manusia yang mendasar di mana pun. Sejak itu, upaya kelompok ini telah memainkan peran penting dalam mengungkap pelanggaran hak asasi manusia. Mereka juga berupaya mempengaruhi kebijakan pemerintah mengenai kepastian hak-hak tersebut.

Awalnya, Amnesti hanya fokus untuk mengupayakan pembebasan tahanan politik. Namun, setelah lebih dari 50 tahun, Amnesti mengalami transformasi besar dan beradaptasi dengan perubahan dunia yang dinamis. Amnesti lalu berkembang lebih luas menjadi penegakan seluruh spektrum hak asasi manusia.

Amnesti melindungi dan memberdayakan masyarakat, seperti menghapuskan hukuman mati, melindungi hak-hak seksual dan reproduksi, memerangi diskriminasi, dan membela hak-hak para pengungsi dan migran.

Amnesti yang awalnya berbasis di London, kemudian membuka kantor di berbagai negara. Kantor pusat utama mulai didirikan di kota-kota di Afrika, Asia-Pasifik, Eropa Tengah, Eropa Timur, Amerika Latin, dan Timur Tengah. Kantor utama berfungsi sebagai tempat untuk melakukan penyelidikan, kampanye, dan komunikasi.

Baca juga: 3 Tokoh Penting di Balik Hari Kebangkitan Nasional

Di Indonesia, Amnesti berdiri pada 2017 dan aktif berkampanye serta melakukan advokasi bersama mitra dan publik untuk meningkatkan penegakan HAM di Indonesia. Amnesty International Indonesia bekerja untuk membela hak asasi manusia di Indonesia yang ruang kebebasan sipilnya terus menyusut, dan perubahan sosialnya menurun.

Beberapa tantangan HAM yang disorot oleh Amnesty International Indonesia antara lain meningkatnya sentimen terhadap minoritas agama, gender, dan orientasi seksual; kriminalisasi terhadap orang-orang yang menyampaikan pendapatnya; serta berbagai pelanggaran hak lainnya atas nama perluasan infrastruktur.
 

SEBELUMNYA

Profil & Jejak Karier Irianti Erningpraja, Penyanyi & Pencipta Lagu Multitalenta

BERIKUTNYA

Improvisasi Jadi Fondasi Komedi di Film GJLS: Ibuku Ibu-Ibu

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga