Menteri Kebudayaan Fadli Zon meninjau salah satu stan saat berlangsungnya acara IP Expo Indonesia 2025 di Jakarta, Selasa (21/1/2025). (sumber gambar: Hypebis.id/Eusebio Chrysnamurti)

Menbud Fadli Zon Klarifikasi Soal Pemasangan Chairlift di Candi Borobudur

26 May 2025   |   19:35 WIB
Image
Prasetyo Agung Ginanjar Jurnalis Hypeabis.id

Kementerian Kebudayaan menepis adanya pemasangan eskalator di Candi Borobudur terkait kedatangan Presiden Prancis Emmanuel Macron, dan Presiden RI, Prabowo Subianto. Informasi terkait pemasangan ini sebelumnya sempat viral di media sosial dan menuai pro kontra di kalangan masyarakat.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan tidak ada rencana pembangunan lift, pemasangan eskalator, dan penggunaan eskavator di Candi Borobudur. Namun, pemerintah sedang mengupayakan pengadaan chairlift atau alat bantu naik berupa kursi yang digerakkan secara khusus untuk mendukung aksesibilitas.

"Pertama, tidak ada yang namanya pembuatan lift di Candi Borobudur. Kemudian ada lagi video yang mengatakan ada pemasangan eskalator, bahkan dikatakan eskavator. Ini adalah informasi yang keliru dan menyesatkan," katanya saat ditemui awak media di Jakarta, Senin, (26/5/2025).

Baca juga: Sempat Terhenti, Menteri Kebudayaan Fadli Zon Akan Lanjutkan Riset Situs Gunung Padang

Fadli menjelaskan bahwa pemasangan chairlift yang dilakukan oleh Injourney selaku pengelola Kawasan Candi Borobudur itu ditujukan bagi kelompok yang memiliki keterbatasan fisik, penyandang disabilitas, maupun tokoh agama seperti biksu senior yang memiliki keterbatasan dalam menjangkau bagian atas situs.

Menurutnya, pemasangan ini juga dirancang tidak bersifat masif dan tidak menyebabkan penetrasi atau kerusakan pada struktur cagar budaya. Sebab, instalasi tersebut bersifat non-permanen dan dapat dilepas jika tidak digunakan, sehingga diklaim tidak akan merusak bangunan cagar budaya tersebut.

"Selain itu, terdapat pula rampway atau jalur landai portable dari kayu dan bantalan sebagai bagian dari solusi aksesibilitas yang sesuai dengan standar pelestarian," imbuhnya.

Fadli memastikan langkah pemasangan chairlift tersebut dilakukan sesuai dengan prinsip konservasi dan kaidah pelestarian cagar budaya. Lain dari itu, pemasangan ini juga bagian dari komitmen mereka untuk menjadikan Borobudur sebagai destinasi budaya yang inklusif. 

Lebih lanjut, Fadli juga mengimbau seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga integritas dan kelestarian Candi Borobudur sebagai warisan budaya dunia dengan menyebarkan informasi yang akurat dan bertanggung jawab. Sebab informasi keliru justru dapat membuat gaduh masyarakat.

"Chairlift ini adalah sarana inklusif. Banyak situs warisan dunia telah menggunakan fasilitas serupa. Di Akropolis, Pantheon di Yunani, Sistine Chapel, hingga Tembok China, semuanya sudah memanfaatkan teknologi yang serupa dan terbukti tidak merusak situs," jelasnya.

Sebagai tambahan informasi, sebelumnya beredar informasi yang menyebut akan dipasangnya eskalator di Candi Borobudur terkait rencana Presiden Prabowo untuk mendampingi Presiden Prancis, Emmanuel Macron yang bakal mengunjungi situs tersebut dalam lawatan kenegaraan ke Indonesia.

Baca juga: Pesona Wayang Nusantara dalam Buku Menteri Kebudayaan Fadli Zon

Borobudur  merupakan salah satu candi Buddha terbesar di dunia yang terletak di Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Candi ini merupakan mahakarya arsitektur dan spiritual yang dibangun pada abad ke-8 dan ke-9 oleh Dinasti Syailendra, sebagai tempat ibadah dan simbol perjalanan spiritual menuju pencerahan.

Candi Borobudur telah ditetapkan sebagai Warisan Dunia oleh UNESCO pada tahun 1991 dengan kriteria karya arsitektur luar biasa dan representasi budaya Buddha di Asia Tenggara. Relief dari candi ini juga menggambarkan kisah dari Kitab Suci Buddha, seperti Lalitavistara, Jataka, dan Avadana, serta kehidupan masyarakat Jawa kuno.
 

SEBELUMNYA

Film Gowok Bakal Tayang 2 Versi, Ini Alasannya

BERIKUTNYA

Perbedaan Stroke Iskemik dan Hemoragik: Penyebab, Gejala, dan Penanganannya

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga