Kasus Covid-19 Kembali Naik di 3 Negara Asia Tenggara
20 May 2025 |
10:59 WIB
Kasus Covid-19 menunjukkan tren peningkatan di beberapa negara Asia Tenggara pada hingga hampir pertengahan 2025. Malaysia, Thailand, dan Singapura mencatat kenaikan kasus meskipun tingkat keparahan sebagian besar tetap terkendali. Kenaikan ini dipicu oleh faktor musiman, pergerakan masyarakat, serta penyebaran varian baru virus Corona.
Menteri Kesehatan Malaysia Dzulkefly Ahmad melaporkan melalui akun X resminya @DrDzul pada 17/52025 bahwa Malaysia mencatat total 11.727 kasus Covid-19 dari awal tahun hingga 10 Mei 2025) Kasus tertinggi tercatat pada Minggu Epidemiologi 1 (ME1) 2025 dengan 960 kasus, diikuti oleh peningkatan pada minggu kedua dan ketiga dengan total 1.229 kasus.
Baca juga: Angka Kasus Terus Meningkat, Begini Kiat Mencegah Kematian Akibat Kanker Paru
Meski demikian, rata-rata kasus harian tercatat sekitar 600 kasus per minggu. Dzulkefly menyebut, ini masih di bawah ambang kewaspadaan nasional. Pemerintah Malaysia menegaskan bahwa kondisi ini masih dalam batas aman. Akan tetapi, masyarakat diimbau tetap menjaga protokol kesehatan terutama menjelang musim perayaan dan liburan panjang.
Sementara itu, Thailand menghadapi lonjakan yang signifikan pasca libur festival air tahunan Songkran. Data dari situs pemerintah Thailand yang memantau perkembangan Covid-19 menunjukkan bahwa dari 1 Januari hingga 14 Mei 2025, tercatat 71.067 kasus dan 19 kematian.
Kementerian Kesehatan Thailand menyebutkan bahwa lonjakan pada Januari dan Februari dipicu oleh penyebaran varian Omicron XEC/ Jenis ini merupakan kombinasi dari dua subvarian baru yaitu KS.1.1 atau yangdikenal sebagai FLiRT dan KP.3.3 atau FLuQE. Varian ini memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi meskipun sejauh ini belum terbukti lebih mematikan.
Tak hanya Malaysia dan Thailand, situs Kementerian Kesehatan Singapura melaporkan peningkatan tajam untuk kasus Covid-19. Tercatat ada 14.200 kasus pada periode 27 April hingga 3 Mei 2025, di mana minggu sebelumnya terdapat total 1.100. Peningkatan ini diperkirakan berkaitan dengan penyebaran dua subvarian JN.1 yakni LF.7 dan NB1.8 yang menyumbang sekitar dua pertiga dari total kasus lokal.
Namun, meski terjadi peningkatan kasus, rata-rata pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit Singapura justru menurun dari 3 menjadi 2 kasus per hari. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas kasus yang terjadi bersifat ringan hingga sedang dan dapat ditangani di rumah atau dengan rawat jalan.
Baca juga: Banyak Kasus Endometriosis Terlambat Ditangani, Waspadai Gejalanya Sejak Awal
Sistem kesehatan di ketiga negara ini terus mengendalikan kasus dan berupaya meminimalisir beban kasus. Pemerintah juga mengimbau masyarakatnya untuk menjaga kewaspadaan terutama di musim liburan sekolah. Masyarakat diminta melakukan vaksinasi dan mendorong protokol kesehatan. Pemerintah juga melakukan pemantauan kasus demi menjaga kestabilan situasi pandemi di kawasan negara-negara ini.
Menteri Kesehatan Malaysia Dzulkefly Ahmad melaporkan melalui akun X resminya @DrDzul pada 17/52025 bahwa Malaysia mencatat total 11.727 kasus Covid-19 dari awal tahun hingga 10 Mei 2025) Kasus tertinggi tercatat pada Minggu Epidemiologi 1 (ME1) 2025 dengan 960 kasus, diikuti oleh peningkatan pada minggu kedua dan ketiga dengan total 1.229 kasus.
Baca juga: Angka Kasus Terus Meningkat, Begini Kiat Mencegah Kematian Akibat Kanker Paru
Salam Malaysian Madani
— Dzulkefly Ahmad (@DrDzul) May 17, 2025
Malaysia is aware of the rising COVID-19 trends reported in neighbouring countries such as Thailand and Singapore. Thailand recorded 16,607 new COVID-19 cases and 6 deaths between 4 and 10 May 2025 (Bangkok Post, 2025), while Singapore estimated… pic.twitter.com/34zsb26qj9
Sementara itu, Thailand menghadapi lonjakan yang signifikan pasca libur festival air tahunan Songkran. Data dari situs pemerintah Thailand yang memantau perkembangan Covid-19 menunjukkan bahwa dari 1 Januari hingga 14 Mei 2025, tercatat 71.067 kasus dan 19 kematian.
Kementerian Kesehatan Thailand menyebutkan bahwa lonjakan pada Januari dan Februari dipicu oleh penyebaran varian Omicron XEC/ Jenis ini merupakan kombinasi dari dua subvarian baru yaitu KS.1.1 atau yangdikenal sebagai FLiRT dan KP.3.3 atau FLuQE. Varian ini memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi meskipun sejauh ini belum terbukti lebih mematikan.
Tak hanya Malaysia dan Thailand, situs Kementerian Kesehatan Singapura melaporkan peningkatan tajam untuk kasus Covid-19. Tercatat ada 14.200 kasus pada periode 27 April hingga 3 Mei 2025, di mana minggu sebelumnya terdapat total 1.100. Peningkatan ini diperkirakan berkaitan dengan penyebaran dua subvarian JN.1 yakni LF.7 dan NB1.8 yang menyumbang sekitar dua pertiga dari total kasus lokal.
Namun, meski terjadi peningkatan kasus, rata-rata pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit Singapura justru menurun dari 3 menjadi 2 kasus per hari. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas kasus yang terjadi bersifat ringan hingga sedang dan dapat ditangani di rumah atau dengan rawat jalan.
Baca juga: Banyak Kasus Endometriosis Terlambat Ditangani, Waspadai Gejalanya Sejak Awal
Sistem kesehatan di ketiga negara ini terus mengendalikan kasus dan berupaya meminimalisir beban kasus. Pemerintah juga mengimbau masyarakatnya untuk menjaga kewaspadaan terutama di musim liburan sekolah. Masyarakat diminta melakukan vaksinasi dan mendorong protokol kesehatan. Pemerintah juga melakukan pemantauan kasus demi menjaga kestabilan situasi pandemi di kawasan negara-negara ini.
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.