Chelsea Islan Debut Jadi Produser, Film Perdananya Muncul di Cannes Film Market 2025
20 May 2025 |
09:37 WIB
Aktris Chelsea Elizabeth Islan atau karib disapa Chelsea Islan memulai babak baru dalam kariernya di dunia perfilman. Tidak lagi hanya berada di depan kamera, Chelsea kini melangkah ke balik layar dan akan menjalani peran baru sebagai seorang produser.
Langkah debutnya ini pun langsung mencuri perhatian. Film perdananya bahkan langsung diperkenalkan di ajang bergengsi Marche du Film, pasar film ternama yang menjadi bagian Festival Film Cannes 2025.
Baca juga: Garin Nugroho Perkenalkan Proyek Spirit of Kantil di Cannes Market 2025
Dalam ajang ini, Chelsea membawa film bertajuk Rose Pandanwangi. Ini adalah proyek sinematik bertema sejarah dan tokoh budaya nasional. Melalui proyek ini, Chelsea ingin kembali mengangkat warisan Indonesia ke panggung dunia.
“Hari ini aku melangkah dan memberanikan diri untuk membuka pintu baru di dunia perfilman. Bukan hanya sebagai seorang aktris, tetapi juga sebagai seorang anak bangsa yang ingin menerbangkan cerita Indonesia ke kancah internasional, khususnya untuk film bertema sejarah dan tokoh budaya nasional,” ungkap Chelsea dalam pernyataan resminya di Instagram.
Chelsea menyebut debutnya sebagai produser di film Rose Pandanwangi adalah langkah istimewa setelah 12 tahun berkarya sebagai aktris, sineas, dan pekerja seni. Dia berharap partisipasinya di Cannes bisa membuka ruang kolaborasi yang lebih besar meski ini adalah proyek debutnya.
“Kesempatan ini menjadi momentum bagiku untuk bisa bertukar pikiran bersama para produser dari berbagai negara,” lanjut Chelsea.
Chelsea mengatakan bahwa perjalanannya sebagai produser merupakan satu pengalaman yang penting baginya. Dia berharap pengalamannya di dunia film bisa membuat film ini makin berkembang, baik dalam skala produksi maupun kreativitas.
Sebab, dirinya meyakini bahwa film Indonesia memiliki potensi besar, bukan sekadar sebagai hiburan, tetapi juga sebagai medium yang mampu menyuarakan sejarah dan kebudayaan bangsa.
Dengan penuh harap, dia juga melihat langkah awal ini sebagai jembatan menuju terbukanya peluang lebih luas bagi kemajuan industri film nasional di panggung dunia.
Chelsea Islan dikenal sebagai salah satu aktris papan atas Indonesia yang memiliki portofolio filmografi yang kuat dan beragam. Dia pertama kali mencuri perhatian publik lewat debut film layar lebarnya, Refrain (2013), yang langsung menunjukkan bakat akting menjanjikan.
Namanya makin melambung setelah membintangi film Merry Riana: Mimpi Sejuta Dolar (2014). Dia memerankan tokoh inspiratif Merry Riana. Dalam film Rudy Habibie (2016), dia memerankan Ilona, kekasih B.J. Habibie muda, yang diperankan oleh Reza Rahadian.
Aktingnya yang penuh chemistry dan ketulusan membuat peran tersebut sangat membekas di hati penonton. Film-film berikutnya seperti Ayat-Ayat Cinta 2 (2017) dan Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2 (2020) makin menunjukkan fleksibilitas Chelsea dalam mengeksplorasi berbagai karakter dan cerita.
Dia dengan mudah berpindah dari film bernuansa drama, ke horor yang penuh ketegangan. Kini, dengan debutnya sebagai produser lewat film Rose Pandanwangi, Chelsea Islan memasuki fase baru dalam kontribusinya terhadap dunia film.
Dengan latar belakang filmografi yang kaya dan penuh prestasi, dia membawa pengalaman, wawasan, dan sensitivitas artistik yang matang ke dalam proyek perdananya di balik layar.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Langkah debutnya ini pun langsung mencuri perhatian. Film perdananya bahkan langsung diperkenalkan di ajang bergengsi Marche du Film, pasar film ternama yang menjadi bagian Festival Film Cannes 2025.
Baca juga: Garin Nugroho Perkenalkan Proyek Spirit of Kantil di Cannes Market 2025
Dalam ajang ini, Chelsea membawa film bertajuk Rose Pandanwangi. Ini adalah proyek sinematik bertema sejarah dan tokoh budaya nasional. Melalui proyek ini, Chelsea ingin kembali mengangkat warisan Indonesia ke panggung dunia.
“Hari ini aku melangkah dan memberanikan diri untuk membuka pintu baru di dunia perfilman. Bukan hanya sebagai seorang aktris, tetapi juga sebagai seorang anak bangsa yang ingin menerbangkan cerita Indonesia ke kancah internasional, khususnya untuk film bertema sejarah dan tokoh budaya nasional,” ungkap Chelsea dalam pernyataan resminya di Instagram.
Chelsea menyebut debutnya sebagai produser di film Rose Pandanwangi adalah langkah istimewa setelah 12 tahun berkarya sebagai aktris, sineas, dan pekerja seni. Dia berharap partisipasinya di Cannes bisa membuka ruang kolaborasi yang lebih besar meski ini adalah proyek debutnya.
“Kesempatan ini menjadi momentum bagiku untuk bisa bertukar pikiran bersama para produser dari berbagai negara,” lanjut Chelsea.
Chelsea mengatakan bahwa perjalanannya sebagai produser merupakan satu pengalaman yang penting baginya. Dia berharap pengalamannya di dunia film bisa membuat film ini makin berkembang, baik dalam skala produksi maupun kreativitas.
Sebab, dirinya meyakini bahwa film Indonesia memiliki potensi besar, bukan sekadar sebagai hiburan, tetapi juga sebagai medium yang mampu menyuarakan sejarah dan kebudayaan bangsa.
Dengan penuh harap, dia juga melihat langkah awal ini sebagai jembatan menuju terbukanya peluang lebih luas bagi kemajuan industri film nasional di panggung dunia.
Chelsea Islan dikenal sebagai salah satu aktris papan atas Indonesia yang memiliki portofolio filmografi yang kuat dan beragam. Dia pertama kali mencuri perhatian publik lewat debut film layar lebarnya, Refrain (2013), yang langsung menunjukkan bakat akting menjanjikan.
Namanya makin melambung setelah membintangi film Merry Riana: Mimpi Sejuta Dolar (2014). Dia memerankan tokoh inspiratif Merry Riana. Dalam film Rudy Habibie (2016), dia memerankan Ilona, kekasih B.J. Habibie muda, yang diperankan oleh Reza Rahadian.
Aktingnya yang penuh chemistry dan ketulusan membuat peran tersebut sangat membekas di hati penonton. Film-film berikutnya seperti Ayat-Ayat Cinta 2 (2017) dan Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2 (2020) makin menunjukkan fleksibilitas Chelsea dalam mengeksplorasi berbagai karakter dan cerita.
Dia dengan mudah berpindah dari film bernuansa drama, ke horor yang penuh ketegangan. Kini, dengan debutnya sebagai produser lewat film Rose Pandanwangi, Chelsea Islan memasuki fase baru dalam kontribusinya terhadap dunia film.
Dengan latar belakang filmografi yang kaya dan penuh prestasi, dia membawa pengalaman, wawasan, dan sensitivitas artistik yang matang ke dalam proyek perdananya di balik layar.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.