Nasib Tablet di Tengah Ramainya Ponsel Lipat
20 May 2025 |
10:15 WIB
Tablet masih menjadi pilihan bagi pelajar hingga pekerja yang dituntut multitasking, meskipun kini banyak smartphone lipat yang menawarkan layar lebih luas. Terpantau dari data terbaru Canalys yang mencatat tumbuhnya pengiriman perangkat ini secara global.
Disebutkan bahwa pengiriman tablet secara global tumbuh 8,5 persen pada kuartal I 2025 dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan total pengiriman 36,8 juta unit. Sejauh ini, Apple masih mendominasi sebagai brand pilihan masyarakat dunia dengan total pengiriman 13,7 juta unit iPad atau tumbuh 14 persen dibandingkan tahun lalu.
Baca juga: Dibanderol Rp50 Jutaan, Huawei Mate XT Tawarkan Sensasi Smartphone Rasa Tablet
Samsung mengamankan posisi kedua dengan 6,6 juta unit, turun 5,2 persen dibandingkan tahun lalu. Xiaomi melampaui Lenovo untuk pertama kalinya, didorong oleh kinerja yang kuat di pasar China. Brand ini mencapai pertumbuhan tahunan 56 persen dengan 3,1 juta unit yang dikirimkan.
Lenovo menyusul di posisi keempat, mencatat pertumbuhan 19 persen dan mengirimkan 2,5 juta unit. Huawei melengkapi lima besar, mengklaim pangsa pasar 6,5 persen dan mengirimkan 2,4 juta unit di seluruh dunia.
Konsultan dan Analis Pasar Gawai dari Reasense, Aryo Meidianto Aji, mengatakan bahwa tablet masih memiliki daya tarik tersendiri, meski smartphone layar lebar dengan fitur multitasking dan AI semakin canggih. Gawai ini menurutnya tetap relevan untuk produktivitas dan kreativitas, terutama bagi profesional, pelajar, dan pengguna yang membutuhkan perangkat dengan layar lebih luas.
Selain itu, tablet kini banyak digunakan untuk keperluan bisnis, pendidikan, dan kreasi, yang tidak sepenuhnya bisa digantikan oleh smartphone. Dengan demikian, meskipun persaingan dengan smartphone semakin ketat, tablet masih akan diminati, terutama oleh segmen pengguna yang membutuhkan pengalaman kerja dan hiburan lebih optimal di layar besar.
“Prediksi saya penjualan tablet stabil di segmen profesional atau kreatif, tetapi turun untuk konsumen biasa,” ujarnya kepada Hypeabis.id beberapa waktu lalu.
Smartphone memang menjadi perangkat utama bagi masyarakat Indonesia karena multifungsi dan mobilitasnya tinggi. Namun, Aryo menyebut, data menunjukkan bahwa smartphone dan tablet digunakan untuk kebutuhan yang berbeda.
Smartphone lebih banyak digunakan untuk komunikasi, hiburan, dan aktivitas harian, sementara tablet cenderung dipakai untuk bisnis, pendidikan, dan aktivitas kreatif yang membutuhkan layar besar. Saat ini, tablet katanya tetap memiliki pasar tersendiri yang tidak sepenuhnya bisa digantikan oleh smartphone, meskipun teknologi ponsel terus berkembang bahkan sudah memasuki tahap kematangan industri.
Dari segi inovasi, memang smartphone lebih cepat berkembang, sementara tablet terlihat stagnan, kecuali pada level premium. Meskipun smartphone sangat dominan di pasar, Aryo menilai tidak berarti tablet akan sepenuhnya tergeser dalam waktu dekat. “Keduanya akan tetap eksis dengan fungsi dan segmen pasar yang berbeda,” jelasnya.
Sementara itu, secara global memang Apple dan Samsung mendominasi penjualan tablet pada kuartal I/2025. Namun menurutnya, situasi di Indonesia sedikit berbeda.
Dinamikanya berbeda dikarenakan faktor ekonomi dan preferensi konsumen. Produk premium seperti Apple mungkin kurang dominan karena harganya yang sangat tinggi, sementara merek-merek seperti Acer, Lenovo, atau Asus menawarkan harga terjangkau, otomatis lebih terjangkau dan populer.
Head of Public Relation Oppo Arga Simanjuntak menilai ponsel lipat tidak akan menggeser pasar tablet. Ponsel lipat lebih kepada alternatif untuk pengguna gawai yang mencari smartphone dengan performa setara tablet premium. “Tidak serta merta menggeser,” sebutnya saat ditemui Bisnis beberapa waktu
Country Training Manager Huawei Device Indonesia Edy Supartono belum bisa memprediksi apakah pasar ponsel lipat bisa menggeser tablet. Menurutnya, semua bergantung pada feedback konsumen dalam 6 bulan sampai 1 tahun ke depan.
Di satu sisi, Samsung terus menyediakan ragam tablet sesuai dengan segmentasi pengguna seiring pasarnya yang menunjukkan perkembangan positif. Annisa Maulina, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia mengatakan baru-baru ini, Samsung meluncurkan Galaxy Tab S10 FE dan Galaxy Tab S10 FE+ yang menyasar generasi muda, mulai dari anak kuliah hingga para pekerja muda, yang mencari perangkat pendukung aktivitas produktif mereka.
“Kami menghadirkan tablet yang menawarkan kinerja mumpuni, desain premium, layar luas hingga 13,1 inci, fitur AI, disertai dukungan S Pen serta harga yang lebih terjangkau,” tuturnya.
Baca juga: Cek Kekuatan Engsel dan Layar Ponsel Lipat
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Disebutkan bahwa pengiriman tablet secara global tumbuh 8,5 persen pada kuartal I 2025 dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan total pengiriman 36,8 juta unit. Sejauh ini, Apple masih mendominasi sebagai brand pilihan masyarakat dunia dengan total pengiriman 13,7 juta unit iPad atau tumbuh 14 persen dibandingkan tahun lalu.
Baca juga: Dibanderol Rp50 Jutaan, Huawei Mate XT Tawarkan Sensasi Smartphone Rasa Tablet
Samsung mengamankan posisi kedua dengan 6,6 juta unit, turun 5,2 persen dibandingkan tahun lalu. Xiaomi melampaui Lenovo untuk pertama kalinya, didorong oleh kinerja yang kuat di pasar China. Brand ini mencapai pertumbuhan tahunan 56 persen dengan 3,1 juta unit yang dikirimkan.
Lenovo menyusul di posisi keempat, mencatat pertumbuhan 19 persen dan mengirimkan 2,5 juta unit. Huawei melengkapi lima besar, mengklaim pangsa pasar 6,5 persen dan mengirimkan 2,4 juta unit di seluruh dunia.
Konsultan dan Analis Pasar Gawai dari Reasense, Aryo Meidianto Aji, mengatakan bahwa tablet masih memiliki daya tarik tersendiri, meski smartphone layar lebar dengan fitur multitasking dan AI semakin canggih. Gawai ini menurutnya tetap relevan untuk produktivitas dan kreativitas, terutama bagi profesional, pelajar, dan pengguna yang membutuhkan perangkat dengan layar lebih luas.
Selain itu, tablet kini banyak digunakan untuk keperluan bisnis, pendidikan, dan kreasi, yang tidak sepenuhnya bisa digantikan oleh smartphone. Dengan demikian, meskipun persaingan dengan smartphone semakin ketat, tablet masih akan diminati, terutama oleh segmen pengguna yang membutuhkan pengalaman kerja dan hiburan lebih optimal di layar besar.
“Prediksi saya penjualan tablet stabil di segmen profesional atau kreatif, tetapi turun untuk konsumen biasa,” ujarnya kepada Hypeabis.id beberapa waktu lalu.
Smartphone memang menjadi perangkat utama bagi masyarakat Indonesia karena multifungsi dan mobilitasnya tinggi. Namun, Aryo menyebut, data menunjukkan bahwa smartphone dan tablet digunakan untuk kebutuhan yang berbeda.
Smartphone lebih banyak digunakan untuk komunikasi, hiburan, dan aktivitas harian, sementara tablet cenderung dipakai untuk bisnis, pendidikan, dan aktivitas kreatif yang membutuhkan layar besar. Saat ini, tablet katanya tetap memiliki pasar tersendiri yang tidak sepenuhnya bisa digantikan oleh smartphone, meskipun teknologi ponsel terus berkembang bahkan sudah memasuki tahap kematangan industri.
Dari segi inovasi, memang smartphone lebih cepat berkembang, sementara tablet terlihat stagnan, kecuali pada level premium. Meskipun smartphone sangat dominan di pasar, Aryo menilai tidak berarti tablet akan sepenuhnya tergeser dalam waktu dekat. “Keduanya akan tetap eksis dengan fungsi dan segmen pasar yang berbeda,” jelasnya.
Sementara itu, secara global memang Apple dan Samsung mendominasi penjualan tablet pada kuartal I/2025. Namun menurutnya, situasi di Indonesia sedikit berbeda.
Dinamikanya berbeda dikarenakan faktor ekonomi dan preferensi konsumen. Produk premium seperti Apple mungkin kurang dominan karena harganya yang sangat tinggi, sementara merek-merek seperti Acer, Lenovo, atau Asus menawarkan harga terjangkau, otomatis lebih terjangkau dan populer.
Head of Public Relation Oppo Arga Simanjuntak menilai ponsel lipat tidak akan menggeser pasar tablet. Ponsel lipat lebih kepada alternatif untuk pengguna gawai yang mencari smartphone dengan performa setara tablet premium. “Tidak serta merta menggeser,” sebutnya saat ditemui Bisnis beberapa waktu
Country Training Manager Huawei Device Indonesia Edy Supartono belum bisa memprediksi apakah pasar ponsel lipat bisa menggeser tablet. Menurutnya, semua bergantung pada feedback konsumen dalam 6 bulan sampai 1 tahun ke depan.
Di satu sisi, Samsung terus menyediakan ragam tablet sesuai dengan segmentasi pengguna seiring pasarnya yang menunjukkan perkembangan positif. Annisa Maulina, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia mengatakan baru-baru ini, Samsung meluncurkan Galaxy Tab S10 FE dan Galaxy Tab S10 FE+ yang menyasar generasi muda, mulai dari anak kuliah hingga para pekerja muda, yang mencari perangkat pendukung aktivitas produktif mereka.
“Kami menghadirkan tablet yang menawarkan kinerja mumpuni, desain premium, layar luas hingga 13,1 inci, fitur AI, disertai dukungan S Pen serta harga yang lebih terjangkau,” tuturnya.
Baca juga: Cek Kekuatan Engsel dan Layar Ponsel Lipat
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.