Paus Robert Francis Prevost (Sumber gambar: Vatican Media/Vatican News)

Mengenal Robert Prevost, Kardinal Asal Amerika Serikat yang Terpilih Jadi Paus Baru

09 May 2025   |   06:46 WIB
Image
Muhammad Agus Suyitno Mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara

Genhype, kabar megah baru saja datang dari Kota Vatikan. Setelah Konklaf yang penuh harapan dan ketegangan, Gereja Katolik kini resmi memiliki Paus baru. Kardinal Robert Francis Prevost asal Amerika Serikat (AS) terpilih sebagai Paus ke-267 dengan nama Leo XIV. 

Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Kardinal Protodiakon Dominique Mamberti dari balkon utama Basilika Santo Petrus dengan formula legendaris, “Habemus Papam”, yang berarti “Kami memiliki seorang Paus.” Momen ini langsung mengundang sorakan riuh dari kerumunan yang menunggu dengan penuh harap. 

Baca juga: Serba-serbi Konklaf, Prosesi Pemilihan Paus Baru yang Penuh Aturan Ketat

Dilansir dari laman resmi Vatican News, Leo XIV mencatat sejarah sebagai Paus kedua dari benua Amerika setelah Paus Fransiskus. Akan tetapi, berbeda dengan pendahulunya yang berasal dari Argentina, Leo XIV lahir di Chicago, Amerika Serikat, menjadikannya Paus pertama dari wilayah Amerika Utara. Yang lebih menarik, Leo XIV adalah Paus pertama dari Ordo Santo Agustinus, menandai tonggak baru dalam sejarah Gereja Katolik.

Lahir pada 14 September 1955, Robert Francis Prevost tumbuh di dalam keluarga multikultural dengan darah Prancis, Italia, dan Spanyol. Sejak kecil, dia sudah menunjukkan minat yang besar terhadap agama. 

Perjalanannya dimulai di Minor Seminary of the Augustinian Fathers, dan kemudian berlanjut ke Universitas Villanova di Pennsylvania, di mana dia mempelajari Matematika dan Filsafat. Pada 1977, dia memutuskan untuk bergabung dengan Ordo Santo Agustinus dan mengucapkan kaul pertamanya setahun kemudian.

Pengalaman Leo XIV sebagai misionaris di Peru menjadi salah satu elemen kunci yang membentuk karakter dan kepemimpinannya. Selama lebih dari satu dekade, dia melayani dengan sepenuh hati, memimpin pembinaan calon imam, mengajar di seminari, dan melayani komunitas miskin di daerah Trujillo. 
 

Robert Francis Prevost (Paus baru terpilih) bersama dengan Paus Fransiskus (Sumber gambar: Vatican Media)

Robert Francis Prevost (Paus baru terpilih) bersama dengan Paus Fransiskus (Sumber gambar: Vatican Media)

Perjalanan kariernya tidak berhenti di sana. Setelah kembali ke Amerika Serikat, Leo XIV menjabat sebagai Prior Provinsial Ordo Santo Agustinus di Chicago. Kesuksesannya memimpin membuatnya terpilih sebagai Prior Jenderal Ordo Santo Agustinus selama dua periode berturut-turut. Jabatan ini memberinya pengalaman mendalam dalam memimpin komunitas global, yang kini akan menjadi modal besar dalam memimpin Gereja Katolik di tengah tantangan dunia modern.

Pada 3 November 2014, Paus Fransiskus menunjuk Leo XIV sebagai Administrator Apostolik Keuskupan Chiclayo di Peru, sebelum akhirnya diangkat menjadi Uskup. Selama masa jabatannya, dia dikenal sebagai pemimpin yang rendah hati dan berkomitmen pada pendidikan, kebudayaan, dan pelayanan pastoral. Langkah ini semakin memperkuat posisinya di antara tokoh-tokoh penting Gereja Katolik.

Ketika dipanggil kembali ke Roma pada 30 Januari 2023, Leo XIV menjabat sebagai Prefek Dikasteri untuk Uskup dan Presiden Komisi Kepausan untuk Amerika Latin. Pada 2024, dia diangkat menjadi Kardinal oleh Paus Fransiskus, sebuah pengakuan atas dedikasi dan kontribusinya selama bertahun-tahun. 

Nama Leo XIV dipilih dengan penuh makna. Nama ini mengingatkan pada Paus Leo sebelumnya, yang dikenal atas komitmen mereka terhadap keadilan sosial dan dialog antaragama. 

Sebagai pemimpin baru, Leo XIV diharapkan dapat melanjutkan warisan ini, sekaligus membawa Gereja Katolik ke arah yang lebih inklusif dan relevan dengan kebutuhan dunia saat ini. Moto episkopalnya, “In Illo uno unum” (Meskipun kita umat Kristiani banyak jumlahnya kita adalah satu dalam satu Kristus), mencerminkan semangat persatuan yang ingin dia bawa dalam Gereja. 

Langkah pertamanya sebagai Paus baru tentu menjadi perhatian dunia. Dengan latar belakangnya yang kaya sebagai misionaris, akademisi, dan pemimpin, Leo XIV diharapkan dapat membawa pendekatan yang segar dan relevan bagi umat Katolik di seluruh dunia. 

Baca juga: Sejarah Arsitektur & Interior Kapel Sistina, Tempat Konklaf Pemilihan Paus Baru

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 
Editor:

SEBELUMNYA

Masih Otodidak, Guru Menanti Pelatihan dalam Rangka Menyambut Kurikulum AI

BERIKUTNYA

Cek 3 Kardinal Asal Indonesia yang Pernah Ikut Konklaf, Siapa Saja?

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: