Lukisan interior Kapel Sistina. (Sumber gambar: Josh Withers/Unsplash)

Sejarah Arsitektur & Interior Kapel Sistina, Tempat Konklaf Pemilihan Paus Baru

05 May 2025   |   20:16 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Vatikan akan segera melangsungkan konklaf pemilihan paus baru yang dimulai pada 7 Mei 2025 mendatang. Pemilihan ini digelar untuk mencari pengganti Paus Fransiskus yang wafat pada 21 April 2025. Sebanyak 135 calon paus dari seluruh dunia akan dikumpulkan dan dipilih secara tertutup dan rahasia di Kapel Sistina. 

Lantaran akan digunakan untuk konklaf, Vatikan pun menutup sementara Kapel Sistina. Untuk sementara waktu, Kapel Sistina tidak dibuka untuk publik yang biasanya berbondong-bondong mengunjungi bangunan artistik dan bersejarah tersebut. Setiap tahunnya, jutaan wisatawan dari seluruh dunia berkunjung untuk menikmati kemegahan dan keindahan bangunannya. 

Baca juga: Fakta Menarik Fresko Penghakiman Terakhir Karya Michelangelo di Kapel Sistina

Kapel Sistina merupakan salah satu bangunan ikonis yang berada di dalam Istana Apostolik, kediaman resmi Paus di Vatikan. Kapel ini biasanya digunakan untuk berbagai upacara istana kepausan yang dihadiri oleh tokoh-tokoh penting kota tersebut.

Selain itu, Kapel Sistina juga menjadi lokasi langganan digelarnya konklaf sejak 1878. Konklaf terakhir yang digelar di kapel tersebut yakni pada 2013, setelah pengunduran diri Paus Benediktus XVI. Di tempat ini juga, mendiang Paus Fransiskus terpilih sebagai pemimpin tertinggi Gereja Katolik dunia.


Arsitektur & Interior Kapel Sistina

Dilansir dari Musei Vaticani, Kapel Sistina yang dikenal sekarang sebenarnya dibangun di atas fondasi dasar kapel sebelumnya yang lebih tua yakni Capella Magna. Pada 1473, Paus Sixtus IV memerintahkan aristek Giovanni dei Dolci untuk merestorasi kapel tua tersebut dan dibangun menjadi Kapel Sistina.

Sisa-sisa bangunan kapel sebelumnya yang runtuh dihancurkan, namun dasar dindingnya tetap utuh begitupun dengan denah bangunannya yang asimetris tetap dipertahankan. Konstruksinya diperkuat dengan dasar dan langit-langit yang ditutupi dengan kubah baru. Proses restorasi yang sebenarnya dimulai pada 1477 itu pun berlangsung sekitar 4 tahun hingga 1481.

Nama 'sistina' sendiri terinspirasi dari nama Paus Sixtus IV yang dalam bahasa Italia diucapkan 'sisto'. Setelah mengalami proses restorasi, Kapel Sistina menjelma menjadi sebuah bangunan bata persegi panjang dengan enam jendela melengkung di masing-masing dua dinding utama, serta langit-langit berkubah seperti tong.

Meski bagian luar bangunan arsitekturnya dibiarkan apa adanya dan tidak berhias, pesona Kapel Sistina terletak pada dinding dan langit-langit bagian dalamnya yang dihiasi dengan sejumlah lukisan dinding karya banyak maestro lukis Renaisans di Kota Firenze yang tersohor pada masa itu.

Dekorasi interior pertama Kapel Sistina dibuat pada 1481, seperti dilansir dari situs The Sistine Chapel. Dekorasinya berupa lukisan dinding yang dibuat oleh pelukis Perugino. Lukisan-lukisan di dinding samping kapel dilukis pada 1481-1483.

Di dinding utara terdapat enam lukisan yang menggambarkan peristiwa-peristiwa dalam kehidupan Kristus seperti yang dilukis oleh Perugina, Pinturicchio, Sandro Botticelli, Domenico Ghirlandaio, dan Cosimo Rosselli.

Sementara di dinding selatan terdapat enam fresko lain yang menggambarkan peristiwa-peristiwa dalam kehidupan Musa seperti yang dilukis oleh Perugino, Pinturicchio, Botticelli, Domenico dan Benedetto Ghirlandaio, Rosselli, Luca Signorelli, dan Bartolomeo della Gatta.

Di atas karya-karya ini, fresko-fresko kecil di antara jendela-jendela menggambarkan berbagai paus. Untuk acara-acara seremonial besar, bagian terendah dari dinding samping ditutupi dengan serangkaian permadani yang menggambarkan peristiwa-peristiwa dari Injil dan Kisah Para Rasul. Permadani-permadani ini dirancang oleh Raphael dan ditenun pada 1515–1519 di Brussels.

Adapun, karya seni terpenting di Kapel Sistina adalah lukisan karya maestro Michelangelo yang digunakan untuk menghias langit-langit serta di dinding barat di belakang altar. Lukisan di langit-langit, yang secara kolektif dikenal sebagai Langit-langit Sistina, dipesan khusus oleh Paus Julius II pada 1508 dan dilukis oleh Michelangelo pada 1508-1512.

Lukisan-lukisan itu menggambarkan adegan-adegan dan tokoh-tokoh dari Kitab Kejadian, termasuk Penciptaan Adam (1508 dan 1512), Penghakiman Terakhir, serta kedatangan Kristus yang kedua pada salah satu dinding.

Lukisan paling terkenal di Kapel Sistina adalah Penciptaan Adam. Lukisan tersebut berada di langit-langit Kapel Sistina yang menampilkan bagaimana Tuhan yang memberikan kehidupan kepada Adam.

Karya itu berupa gambar ikonik berbentuk tangan kedua figur yang hampir bersentuhan, yang melambangkan penciptaan manusia pertama. Jari-jari mereka yang hampir bersentuhan merupakan salah satu gambar yang paling dikenal dan paling banyak ditiru di dunia. Beberapa lukisan dinding raksasa yang ada di langit-langit Kapel Sistina bahkan disebut termasuk di antara pencapaian terbesar karya seni lukis Barat. 

Baca juga: Serba-serbi Konklaf, Prosesi Pemilihan Paus Baru yang Penuh Aturan Ketat

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 

SEBELUMNYA

Mati Suri, Bagaimana Cara Cak Lontong Hidupkan Lagi Pasar Seni Ancol?

BERIKUTNYA

Begini Penjelasan Medis tentang Bahaya Asap Vape dengan Zat Psikoaktif

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: