Dini Erman, Founder Ravanzworld (sumber : Dewi Andriani)

Revanzworld, Merek Lokal yang Lahir dari Bakat Anak Neurodivergen dan Kasih Sayang Ibu

08 May 2025   |   19:29 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Di balik karya-karya unik dan penuh warna dari brand Revanzworld, terdapat kisah kasih sayang, semangat, dan ketekunan seorang ibu yang ingin membuka jalan untuk anaknya. Dini, sang founder sekaligus ibu dari Revanza, membangun Revanzworld bukan semata karena ambisi bisnis.

Melainkan sebagai ruang ekspresi dan harapan bagi putranya yang merupakan seorang anak neurodivergent. “Revanza itu memang dari kecil suka coret-coret, dinding rumah kami dulu penuh gambar,” kenang Dini sambil tersenyum. 

Baca juga: Strategi Jenama Kecantikan Menghadapi Local Brand Winter

Melihat potensi tersebut, dia perlahan mulai mengenalkan Revanza pada media gambar yang lebih terarah, mulai dari buku gambar hingga akhirnya berani berekspresi di atas kanvas.

Dari situ, karya-karya Revanza mulai mendapat perhatian. Awalnya, beberapa teman Dini meminta dibuatkan blank card dengan ilustrasi buatan Revanza. Respons yang positif pun membuat Dini berpikir untuk mengembangkan produk lain, seperti kalender.

“Kami bikin kalender meja dengan ilustrasi Revanza, ternyata banyak yang suka. Dari situ mulai terpikir untuk membuat merchandise lainnya,” katanya.

Momen penting lainnya adalah saat Revanza diminta membuka booth di sebuah pameran. “Biasanya dia hanya ikut pameran lukisan, tapi ini harus buka booth. Akhirnya kami cetak kaos dan tote bag. Ternyata responsnya bagus.”

Sejak 2017, produknya terus berkembang. Kini, ilustrasi Revanza telah diaplikasikan ke berbagai produk fashion dan lifestyle seperti jaket, kaos, kemeja, berbagai jenis tas (hobo, tote bag, phone bag, dan rute bag), bucket hat, tumbler, dan tentu saja kalender meja tahunan yang sudah memasuki tahun ke-7 pada 2025.

Setiap lukisan Revanza dibuat berdasarkan suasana hatinya. Dia tidak menerima pesanan khusus. “Warnanya dia pilih sendiri, sesuai mood hari itu. Dari situ saya sesuaikan mana yang bisa dipakai di produk,” ujar Dini. Satu lukisan bisa diaplikasikan ke berbagai jenis produk, dengan menyesuaikan proporsinya.

Brand itu kini juga telah berkolaborasi dengan beberapa nama, seperti Made in Earth dan Sovlo, sebuah brand yang menjalin kerja sama dengan komunitas ilustrator lokal. “Senang sekali dia bisa gabung dengan kakak-kakak seniman dari seni rupa ITB,” kata Dini.

“Yang paling penting buat saya adalah Revan bisa mengekspresikan dirinya, dia happy, dia fokus, dan dia merasa dihargai. Kalau dari situ bisa berkembang jadi sesuatu yang bernilai ekonomi, itu bonus besar.”

Sebagai pemuda neurodivergent, Revanza menemukan ketenangan dan fokus luar biasa saat melakukan aktivitas yang dia sukai, seperti melukis, berenang, dan membuat kue. “Kalau melukis, dia bisa fokus 2-3 jam tanpa berhenti. Sama juga saat bikin kue, terutama saat open PO kue kering di musim Lebaran. Dia bisa kerja 3-4 jam nonstop,” ungkap Dini.

Produk-produk Revanzworld dibuat dengan mempertimbangkan kualitas dan daya tahan. “Kita pilih bahan yang bagus, jahitannya rapi, dan hasil print-nya tidak luntur saat dicuci,” jelas Dini.

Rentang harga produk pun cukup terjangkau, mulai dari Rp115.000 untuk aksesoris kecil hingga sekitar Rp395.000 untuk jaket.

Untuk saat ini, penjualan dilakukan secara daring, dan brand Revanzworld bisa ditemukan di Instagram. “Semoga ke depan bisa menjangkau pasar yang lebih luas lagi,” tutur Dini.

Dia percaya bahwa kunci keberhasilan anak-anak dengan kebutuhan khusus adalah mengenali dan mendukung minat mereka. “Asal dia enjoy, happy, tenang, dan fokus saat mengerjakannya, itu sudah luar biasa. Hasilnya bonus,” ujarnya. Dini berharap suatu hari nanti Revanza bisa mandiri secara finansial lewat karya-karyanya.

Revanzworld tak sekadar menjual produk fashion, tapi juga menjadi simbol dukungan terhadap potensi anak-anak berkebutuhan khusus. “Kami berharap suatu hari Revan bisa mandiri secara finansial lewat apa yang dia cintai,” kata Dini, 

Melalui Revanzworld, Dini membuktikan bahwa ketika bakat diarahkan dengan kasih, dan peluang diberi ruang untuk tumbuh, maka karya yang lahir bukan hanya indah, tapi juga penuh makna.

Baca juga: Eksklusif Desainer Dian Pelangi: Membentuk Karakter Brand Fesyen Muslim yang Inspiratif

SEBELUMNYA

Makna Mendalam Pakaian Adat Jawa Luna Maya & Maxime Bouttier saat Akad Nikah

BERIKUTNYA

Tingkatkan Daya Saing UMKM Perempuan Lewat Akses, Literasi, dan Inklusi

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga