Makna Mendalam Pakaian Adat Jawa Luna Maya & Maxime Bouttier saat Akad Nikah
08 May 2025 |
16:00 WIB
Luna Maya dan Maxime Bouttier akhirnya resmi menjadi pasangan suami istri. Keduanya meggelar akad nikah di COMO Shambhala Estate, Bali, Rabu, (7/5/2025). Prosesi pernikahan berlangsung dengan nuansa adat Jawa, tepatnya Yogyakarta.
Pada hari bahagianya, Luna tampil anggun dengan mengenakan kebaya putih dengan konsep yang timeless, elegan, dan klasik. Kebaya brokat tersebut memiliki kerah sweetheart yang melengkung simetris, seperti hati.
Baca juga: Mengenal Egg Freezing yang Dilakukan Luna Maya Sebelum Menikah di Usia 41 Tahun
Model kerah ini memang biasanya digunakan sebagai kebaya pernikahan. Dengan bustier yang terlihat menyangga tegak tubuhnya, kebaya ini juga dihiasi kancing di bagian depan, sehingga tetap tampil sebagai kebaya klasik.
Saat melangkah menuju lokasi ijab kabul, Luna Maya tampil anggun dengan tudung pengantin panjang yang menjuntai hingga menyentuh lantai. Busana putihnya tampak serasi dengan kain batik khas Yogyakarta berwarna cokelat-putih, menciptakan perpaduan klasik nan elegan.
Pemilihan warna putih yang dominan bukan tanpa makna. Dalam tradisi pernikahan, warna ini melambangkan kesucian dan kemurnian. Luna juga menggenggam hand bouquet bunga putih senada, yang juga menambah kesan anggun pada penampilannya.
Riasan Luna mengadopsi gaya paes ageng, tata rias pengantin adat Jawa yang sarat simbol dan filosofi. Rambutnya ditata dalam sanggul bokor mengkurep dan dihiasi dengan ronce kuncup serta untaian melati yang dikenal sebagai gajah ngoling.
Paes ageng punya juga punya aksesori yang sarat makna lainnya, seperti cunduk mentul, lima hiasan bunga yang melambangkan rukun Islam dan dipercaya sebagai penolak bala.
Kemudian, ada gunungan di atas sanggul yang menggambarkan tempat sakral dalam mitologi Jawa, memperkuat kesan khidmat. Tak ketinggalan, centung, sumping, panunggul, pengapit, dan penitis melengkapi keseluruhan tampilan, menyimbolkan kesiapan sang mempelai wanita dalam menjalani kehidupan rumah tangga, termasuk menerima segala suka dukanya.
Sementara itu, Maxime Bouttier tampil gagah dalam balutan beskap hitam yang dipadukan dengan kain batik cokelat-putih senada. Sebagai pelengkap, pria berusia 32 tahun ini mengenakan blangkon di kepala dan keris terselip di pinggang, simbol tanggung jawab dan kehormatan pria Jawa.
Kalung ronce melati dan bros di dada turut menyempurnakan penampilannya, mencerminkan keanggunan adat pengantin pria khas Yogyakarta. Pernikahan Luna dan Maxime memperlihatkan penghormatan mendalam terhadap nilai-nilai budaya dalam pernikahan mereka.
Dalam pernikahan ini, Maxime Bouttier menyerahkan mas kawin berupa logam mulia seberat 7,5 gram serta uang tunai senilai US$2.025. Nilai nominal tersebut dipilih secara khusus karena merepresentasikan tahun pernikahan mereka, yakni 2025, sehingga mengandung makna simbolis yang mendalam bagi kedua mempelai.
Prosesi akad dipimpin secara langsung oleh penghulu dari Kantor Urusan Agama (KUA) Ubud. Luna Maya dinikahkan oleh sang kakak, Tipi Jabrik, dan disaksikan oleh dua orang saksi, yakni Raffi Ahmad sebagai saksi dari pihak mempelai wanita, dan Irwan Mussry sebagai saksi dari pihak mempelai pria.
Baca juga: Fakta Menarik di Balik Pernikahan Luna Maya dan Maxime Bouttier
Pada hari bahagianya, Luna tampil anggun dengan mengenakan kebaya putih dengan konsep yang timeless, elegan, dan klasik. Kebaya brokat tersebut memiliki kerah sweetheart yang melengkung simetris, seperti hati.
Baca juga: Mengenal Egg Freezing yang Dilakukan Luna Maya Sebelum Menikah di Usia 41 Tahun
Model kerah ini memang biasanya digunakan sebagai kebaya pernikahan. Dengan bustier yang terlihat menyangga tegak tubuhnya, kebaya ini juga dihiasi kancing di bagian depan, sehingga tetap tampil sebagai kebaya klasik.
Saat melangkah menuju lokasi ijab kabul, Luna Maya tampil anggun dengan tudung pengantin panjang yang menjuntai hingga menyentuh lantai. Busana putihnya tampak serasi dengan kain batik khas Yogyakarta berwarna cokelat-putih, menciptakan perpaduan klasik nan elegan.
Pemilihan warna putih yang dominan bukan tanpa makna. Dalam tradisi pernikahan, warna ini melambangkan kesucian dan kemurnian. Luna juga menggenggam hand bouquet bunga putih senada, yang juga menambah kesan anggun pada penampilannya.
Riasan Luna mengadopsi gaya paes ageng, tata rias pengantin adat Jawa yang sarat simbol dan filosofi. Rambutnya ditata dalam sanggul bokor mengkurep dan dihiasi dengan ronce kuncup serta untaian melati yang dikenal sebagai gajah ngoling.
Paes ageng punya juga punya aksesori yang sarat makna lainnya, seperti cunduk mentul, lima hiasan bunga yang melambangkan rukun Islam dan dipercaya sebagai penolak bala.
Kemudian, ada gunungan di atas sanggul yang menggambarkan tempat sakral dalam mitologi Jawa, memperkuat kesan khidmat. Tak ketinggalan, centung, sumping, panunggul, pengapit, dan penitis melengkapi keseluruhan tampilan, menyimbolkan kesiapan sang mempelai wanita dalam menjalani kehidupan rumah tangga, termasuk menerima segala suka dukanya.
Sementara itu, Maxime Bouttier tampil gagah dalam balutan beskap hitam yang dipadukan dengan kain batik cokelat-putih senada. Sebagai pelengkap, pria berusia 32 tahun ini mengenakan blangkon di kepala dan keris terselip di pinggang, simbol tanggung jawab dan kehormatan pria Jawa.
Kalung ronce melati dan bros di dada turut menyempurnakan penampilannya, mencerminkan keanggunan adat pengantin pria khas Yogyakarta. Pernikahan Luna dan Maxime memperlihatkan penghormatan mendalam terhadap nilai-nilai budaya dalam pernikahan mereka.
Dalam pernikahan ini, Maxime Bouttier menyerahkan mas kawin berupa logam mulia seberat 7,5 gram serta uang tunai senilai US$2.025. Nilai nominal tersebut dipilih secara khusus karena merepresentasikan tahun pernikahan mereka, yakni 2025, sehingga mengandung makna simbolis yang mendalam bagi kedua mempelai.
Prosesi akad dipimpin secara langsung oleh penghulu dari Kantor Urusan Agama (KUA) Ubud. Luna Maya dinikahkan oleh sang kakak, Tipi Jabrik, dan disaksikan oleh dua orang saksi, yakni Raffi Ahmad sebagai saksi dari pihak mempelai wanita, dan Irwan Mussry sebagai saksi dari pihak mempelai pria.
Baca juga: Fakta Menarik di Balik Pernikahan Luna Maya dan Maxime Bouttier
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.