Produser Ernest Prakasa Jawab Rumor Agak Laen Remake Versi Korea-Hollywood
07 May 2025 |
21:24 WIB
Rumah produksi asal Indonesia, Imajinari, baru saja mengumumkan kabar besar terkait kolaborasinya dengan perusahaan film asal Korea Selatan, Barunson E&A. Kolaborasi ini berkaitan dengan hak remake beberapa film yang diproduksi oleh Imajinari, yang akan diadaptasi oleh Barunson E&A untuk pasar internasional.
Salah satu film yang mendapat perhatian besar dalam pengumuman ini ialah Agak Laen. Beredar rumor bahwa Agak Laen akan segera dibuat ulang ke dalam beberapa versi, tidak hanya versi Korea Selatan, tetapi juga Hollywood.
Baca juga: Barunson E&A, Produser di Balik Film Parasite Tangani Hak Remake Internasional Film Agak Laen
Rumor film ini akan diadaptasi versi Korea Selatan karena Barunson E&A adalah perusahaan asal Negeri Ginseng. Kemudian, isu remake versi Hollywood muncul tak lepas dari unggahan Instagram produser Imajinari, Ernest Prakasa, yang tampak menggoda penggemar setelah kabar gembira tersebut. "Kalau film Agak Laen dibikin versi Hollywood, kira-kira siapa yang cocok pemerannya?" tulis Ernest.
Spekulasi ini pun memicu antusiasme sekaligus pertanyaan dari para penggemar film Indonesia, terutama mereka yang mengikuti perkembangan karya-karya Imajinari yang belakangan mencuri perhatian.
Setelah rumor beredar luas, Ernest Prakasa kemudian memberikan klarifikasi. Ernest mengatakan saat ini pihaknya belum bisa membagikan informasi secara lengkap mengenai rencana remake tersebut.
“Meluruskan kabar yang beredar… Kami belum bisa membagikan secara lengkap mengenai hal ini, termasuk siapa saja pihak luar yang telah mengajukan kerja sama untuk remake film-film dari Imajinari,” ungkap Ernest.
Meski belum ada konfirmasi resmi mengenai negara tujuan remake ataupun siapa studio Hollywood yang terlibat, langkah ini menandai kemajuan signifikan bagi sinema Indonesia di panggung dunia.
Ernest menutup pernyataannya dengan harapan dan ajakan kepada publik untuk terus mendukung langkah Imajinari. “Mari kita doakan yang terbaik,” ujarnya.
Kendati demikian, Ernest menjelaskan bahwa satu hal yang pasti ialah lisensi internasional dari tiga IP (intellectual property) rumah produksinya, kini telah dikerjasamakan dengan Barunson E&A.
Film pertama yang mendapatkan hak remake internasional adalah Agak Laen, sebuah karya sukses besutan sutradara Muhadkly Acho. Dirilis pada 2024, film ini berhasil meraih lebih dari 9,1 juta penonton, menjadikannya salah satu film box office terbesar sepanjang masa di Indonesia.
Film kedua yang hak remake-nya juga diserahkan ke Barunson E&A adalah Tinggal Meninggal, sebuah feature debut dari sutradara muda berbakat Kristo Immanuel. Meskipun belum tayang di bioskop Indonesia, film yang dijadwalkan rilis pada Agustus 2025 ini sudah mencuri perhatian karena konsep cerita yang menarik dan segar.
Film ketiga yang menjadi bagian dari kolaborasi ini adalah Agak Laen 2, sekuel dari film Agak Laen yang sudah meraih kesuksesan sebelumnya. Saat ini, Agak Laen 2 masih dalam tahap produksi dan akan segera dirilis di bioskop Indonesia.
Imajinari adalah sebuah studio film baru yang cepat mencuri perhatian di industri perfilman Indonesia. Rumah produksi yang didirikan Ernest Prakasa dan Dipa Andika ini berhasil menghadirkan karya-karya yang tak hanya menarik perhatian penonton, tetapi juga diakui oleh kritikus dan penghargaan.
Baca juga: Film Mendadak Dangdut Bukan Remake, Siap Suguhkan Cerita Baru
Salah satu pencapaian terbesar mereka adalah film mega box office Agak Laen, yang berhasil meraih lebih dari 9,1 juta penonton dan menjadikannya sebagai salah satu film terlaris di Indonesia.
Selain itu, Imajinari juga membuktikan kemampuannya dalam menghasilkan film-film yang berkualitas secara artistik, salah satunya dengan produksi judul Jatuh Cinta Seperti Di Film Film. Film ini meraih kesuksesan besar di ajang Festival Film Indonesia 2024 dengan memenangkan penghargaan Film Terbaik, Sutradara Terbaik, serta Aktor dan Aktris Utama Terbaik.
Salah satu film yang mendapat perhatian besar dalam pengumuman ini ialah Agak Laen. Beredar rumor bahwa Agak Laen akan segera dibuat ulang ke dalam beberapa versi, tidak hanya versi Korea Selatan, tetapi juga Hollywood.
Baca juga: Barunson E&A, Produser di Balik Film Parasite Tangani Hak Remake Internasional Film Agak Laen
Rumor film ini akan diadaptasi versi Korea Selatan karena Barunson E&A adalah perusahaan asal Negeri Ginseng. Kemudian, isu remake versi Hollywood muncul tak lepas dari unggahan Instagram produser Imajinari, Ernest Prakasa, yang tampak menggoda penggemar setelah kabar gembira tersebut. "Kalau film Agak Laen dibikin versi Hollywood, kira-kira siapa yang cocok pemerannya?" tulis Ernest.
Spekulasi ini pun memicu antusiasme sekaligus pertanyaan dari para penggemar film Indonesia, terutama mereka yang mengikuti perkembangan karya-karya Imajinari yang belakangan mencuri perhatian.
Setelah rumor beredar luas, Ernest Prakasa kemudian memberikan klarifikasi. Ernest mengatakan saat ini pihaknya belum bisa membagikan informasi secara lengkap mengenai rencana remake tersebut.
“Meluruskan kabar yang beredar… Kami belum bisa membagikan secara lengkap mengenai hal ini, termasuk siapa saja pihak luar yang telah mengajukan kerja sama untuk remake film-film dari Imajinari,” ungkap Ernest.
Meski belum ada konfirmasi resmi mengenai negara tujuan remake ataupun siapa studio Hollywood yang terlibat, langkah ini menandai kemajuan signifikan bagi sinema Indonesia di panggung dunia.
Ernest menutup pernyataannya dengan harapan dan ajakan kepada publik untuk terus mendukung langkah Imajinari. “Mari kita doakan yang terbaik,” ujarnya.
Kendati demikian, Ernest menjelaskan bahwa satu hal yang pasti ialah lisensi internasional dari tiga IP (intellectual property) rumah produksinya, kini telah dikerjasamakan dengan Barunson E&A.
Film pertama yang mendapatkan hak remake internasional adalah Agak Laen, sebuah karya sukses besutan sutradara Muhadkly Acho. Dirilis pada 2024, film ini berhasil meraih lebih dari 9,1 juta penonton, menjadikannya salah satu film box office terbesar sepanjang masa di Indonesia.
Film kedua yang hak remake-nya juga diserahkan ke Barunson E&A adalah Tinggal Meninggal, sebuah feature debut dari sutradara muda berbakat Kristo Immanuel. Meskipun belum tayang di bioskop Indonesia, film yang dijadwalkan rilis pada Agustus 2025 ini sudah mencuri perhatian karena konsep cerita yang menarik dan segar.
Film ketiga yang menjadi bagian dari kolaborasi ini adalah Agak Laen 2, sekuel dari film Agak Laen yang sudah meraih kesuksesan sebelumnya. Saat ini, Agak Laen 2 masih dalam tahap produksi dan akan segera dirilis di bioskop Indonesia.
Imajinari adalah sebuah studio film baru yang cepat mencuri perhatian di industri perfilman Indonesia. Rumah produksi yang didirikan Ernest Prakasa dan Dipa Andika ini berhasil menghadirkan karya-karya yang tak hanya menarik perhatian penonton, tetapi juga diakui oleh kritikus dan penghargaan.
Baca juga: Film Mendadak Dangdut Bukan Remake, Siap Suguhkan Cerita Baru
Salah satu pencapaian terbesar mereka adalah film mega box office Agak Laen, yang berhasil meraih lebih dari 9,1 juta penonton dan menjadikannya sebagai salah satu film terlaris di Indonesia.
Selain itu, Imajinari juga membuktikan kemampuannya dalam menghasilkan film-film yang berkualitas secara artistik, salah satunya dengan produksi judul Jatuh Cinta Seperti Di Film Film. Film ini meraih kesuksesan besar di ajang Festival Film Indonesia 2024 dengan memenangkan penghargaan Film Terbaik, Sutradara Terbaik, serta Aktor dan Aktris Utama Terbaik.
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.