Film Agak Laen (Sumber gambar: Imajinari)

Barunson E&A, Produser di Balik Film Parasite Tangani Hak Remake Internasional Film Agak Laen

07 May 2025   |   13:36 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Barunson E&A, perusahaan asal Korea Selatan yang berada di balik kesuksesan film pemenang Oscar Parasite (2019) karya Bong Joon-ho, dilaporkan telah menjalin kesepakatan dengan rumah produksi Indonesia, Imajinari, untuk menangani hak remake internasional film komedi horor Agak Laen (2024).

Rencana ini menandai langkah penting dalam perkembangan film Agak Laen, yang sebelumnya mencatat kesuksesan di Indonesia dengan jumlah penonton 9.125.188 orang sepanjang penayangannya di bioskop. 

Capaian film komedi itu menjadi kejutan karena Agak Laen mulanya tidak terlalu diperhitungkan sanggup meraup angka fantastis. Akan tetapi, sejarah mencatat, film tersebut hingga kini masih memegang rekor sebagai film komedi terlaris di perfilman Indonesia. 

Baca juga: Sinefil Merapat, Film Agak Laen Besutan Muhadkly Acho Mulai Tayang di Netflix 
 

Film Agak Laen (Sumber gambar: Instagram.com/Imajinari)

Film Agak Laen (Sumber gambar: Instagram.com/Imajinari)

Agak Laen bercerita tentang perjuangan empat sahabat, yakni Boris, Jegel, Bene, dan Oki, yang bekerja sebagai penjaga di sebuah rumah hantu pasar malam. menghadapi masalah karena rumah hantu yang dikelolanya mulai tak berhasil menakuti orang-orang yang datang.

Mereka pun mulai merombak set rumah hantu agar terlihat lebih menyeramkan. Upaya mereka berhasil, semua pengunjung yang datang selalu keluar dari rumah hantu dengan wajah ketakutan. 

Namun, petaka terjadi ketika salah satu pengunjung yang memiliki riwayat jantung meninggal di tempat ketika sedang ditakut-takuti. Kekalutan pun terjadi, empat sekawan ini kemudian berusaha menyembunyikan mayat pengunjung tersebut.

Situasi makin rumit ketika arwah pengunjung tersebut bangkit dan menghantui mereka. Kini, wahana rumah hantu tersebut benar-benar berhantu.

"Bersama Imajinari, kami melihat sebuah studio yang unggul dalam menceritakan kisah-kisah yang sangat relevan, yakni tentang keluarga, cinta, dan hubungan antarmanusia - tetapi dengan perspektif yang segar dan menghibur," ungkap CEO Barunson E&A, Choi Yoon-hee, dikutip dari Variety, Rabu, (7/5/2025).

Yoon-hee mengaku gembira karena mendapat kesempatan untuk memperkenalkan film yang memiliki karakter dan keunikan tersendiri ini kepada khalayak internasional. Menurutnya, ini merupakan langkah strategis dalam memperluas jangkauan karya-karya sinema yang mengusung perspektif dan narasi yang berbeda.

Dia mengatakan saat ini penting untuk terus memberikan panggung bagi para pelaku kreatif yang karyanya layak mendapatkan sorotan lebih luas. Dengan mempertemukan film-film tersebut dengan audiens global, diharapkan tercipta ruang apresiasi yang lebih besar terhadap keberagaman suara dalam dunia perfilman. 

Kerja sama atas hak adaptasi ulang ini rupanya tak hanya untuk film Agak Laen saja. Barunson E&A juga mendapat hak serupa untuk sekuelnya, Agak Laen 2, yang kini baru memasuki tahap paskaproduksi.

Mereka menyebut sekuel Agak Laen akan beredar di bioskop pada kuartal keempat tahun ini. Selain IP Agak Laen, Barunson E&A juga turut mendapatkan hak adaptasi ulang untuk karya Imajinari lain, yakni Tinggal Meninggal. Film tersebut merupakan karya debut garapan sutradara Kristo Immanuel. Tinggal Meninggal dijadwalkan tayang Agustus 2025.
 

First look film Tinggal Meninggal (Sumber gambar: Imajinari)

First look film Tinggal Meninggal (Sumber gambar: Imajinari)

Dalam beberapa tahun terkahir, Barunson E&A memang tengah menjajaki produksi bersama dan penjualan internasional, kini mereka mulai mengarah ke hak pembuatan ulang. 

Dengan memfokuskan sebagian besar upaya ini di kawasan Asia Tenggara selama tiga tahun terakhir, Barunson E&A juga diketahui telah berkolaborasi dalam beberapa judul film Indonesia, termasuk film laga 13 Bombs (diproduksi oleh Visinema Pictures), film horor Respati (oleh Base Entertainment), dan musikal Rangga & Cinta (diproduksi oleh Miles Films).

Sementara itu, Produser dari Imajinari, Ernest Prakasa, menyatakan bahwa bekerja sama dengan Barunson E&A merupakan pengalaman yang menggembirakan. Dia merasa antusias melihat bagaimana ide-ide kreatif mereka dapat diinterpretasikan kembali melalui proses remake di berbagai negara.

“Filosofi kami selalu menceritakan kisah-kisah orisinal dengan cara yang mengejutkan dan melibatkan penonton,” pungkasnya.

Baca juga: Film Mungkin Kita Perlu Waktu Bioskop Bakal Punya Ending Berbeda dari Versi JAFF

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor:

SEBELUMNYA

Fakta-fakta yang Terungkap dari Trailer Kedua GTA VI 

BERIKUTNYA

Grup Asal Jepang Arashi Pamit, Gelar Tur Konser Terakhir pada 2026

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: