Keberagaman Film Indonesia Siap Tampil di Marche du Cannes Paris 2025
06 May 2025 |
17:21 WIB
Industri film Indonesia kembali menunjukkan taringnya di lanskap perfilman internasional. Terbaru delegasi Indonesia yang diwakili Garin Nugroho, Christine Hakim, Yulia Evina Bhara, Reza Rahadian, dan sejumlah sineas lain bakal berangkat Cannes Film Festival 2025, di Prancis.
Para delegasi Indonesia nantinya akan bertandang ke Marche du Film Cannes. Marché du Film adalah pasar film tahunan, dan salah satu pasar film terbesar di dunia yang diadakan di Cannes, Prancis. Tahun ini acara tersebut dijadwalkan berlangsung pada 13-24 Mei 2025.
Sejumlah film dan projet yang sedang dibuat oleh para sineas nantinya akan dipresentasikan dalam acara ini. Berlangsung sejak 1959, Marché du Film dihelat untuk mempertemukan para profesional film untuk melakukan bisnis, menjalin jaringan, dan membahas peluang kolaborasi.
Baca juga: Sutradara Garin Nugroho: Indonesia Punya 3 Misi Penting di Festival Film Cannes 2025
Menteri Kebudayan Fadli Zon mengatakan, partisipasi sineas Indonesia di kancah global menandakan ekosistem film lokal terus membaik. Salah satunya dari jumlah penonton film Indonesia yang mencapai 80 juta pada 2024, serta mencetak rekor jumlah penonton tertinggi sepanjang masa.
Namun, menurut Menbud tantangan utama setelah moncernya film-film lokal adalah mempertahankan kinerja tersebut agar tidak merosot. Dari sinilah peran sineas untuk membuat film-film bermutu harus didukung, terutama untuk bersaing dan turut terlibat di kancah perfilman internasional.
"Kita berharap hadirnya delegasi Indonesia ke Cannes bisa memperkuat, menginspirasi, serta memberi daya dukung bagi perfilman nasional dan daerah-daerah. Ini menjadi semacam langkah besar untuk menjadikan budaya sebagai soft power," katanya saat konferensi pers di Jakarta, Selasa, (6/5/25).
Menbud mengungkap ada sejumlah film Indonesia yang nantinya akan dipresentasikan di Paviliun Indonesia di Cannes. Salah satunya adalah film Pangku, karya Reza Rahadian, yang sebelumnya terpilih menjadi salah satu film yang memenangkan HAF Goes to Cannes Program, di Hong Kong, pada Maret 2025.
Selain Pangku, film Jumbo juga bakal hadir di acara ini. Di Indonesia, film animasi ini jga tengah digandrungi penonton dan meraih jumlah penonton lebih dari 8 juta. Di Marche du Cannes nantinya Jumbo akan mencari mitra untuk memasarkan film tersebut ke sejumlah negara lain di dunia.
"Saya kira prestasi Jumbo ini juga tidak pernah terjadi dalam sejarah Indonesia. Film animasi yang mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Ini satu berita gembira yang harus kita rayakan," imbuh politikus partai Gerindra itu.
Setali tiga uang, Reza Rahadian mengungkap, di Marche du Cannes pihaknya akan mempresentasikan debut filmnya, Pangku untuk bertemu dengan calon mitra kolaborator seperti sales agent. Reza mengungkap keberhasilannya untuk mempresentasikan Pangku di Cannes juga butuh perjuangan yang panjang.
Titik tolok tersebut bermula dari JAFF Market, untuk bertemu dengan program direktur festival, produser, dan yang lain. Arkian perjalanan ini berlanjut ke HAF Goes to Cannes Program, yang menjadi bagian dari HKIFF Industry Project Market, salah satu platform pembiayaan film terkemuka di Asia.
"Di Cannes kami akan mempresentasikan materi film, cerita, kolaborasi, dan grants dari sumber manapun kurang lebih selama 10 menit. Kesempatan ini begitu besar di Gambar Gerak, di mana ini juga menjadi debut film saya," kata Reza.
Selain film-film di muka, sejumlah film lan juga akan ikut dipresentasikan di Paviliun Indonesia. Di antaranya adalah Renoir, produksi Kawan Kawan Media. Kemudian The Mourning Journey besutan Garin Nugroho, dan diproduseri oleh Christine Hakim. Ada pula Monster Pabrik Rambut katya sutradara Edwin.
Baca juga: Menyelami Film Asia di Cannes 2025, Ini Deretan Film yang Genhype Wajib Tahu
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Para delegasi Indonesia nantinya akan bertandang ke Marche du Film Cannes. Marché du Film adalah pasar film tahunan, dan salah satu pasar film terbesar di dunia yang diadakan di Cannes, Prancis. Tahun ini acara tersebut dijadwalkan berlangsung pada 13-24 Mei 2025.
Sejumlah film dan projet yang sedang dibuat oleh para sineas nantinya akan dipresentasikan dalam acara ini. Berlangsung sejak 1959, Marché du Film dihelat untuk mempertemukan para profesional film untuk melakukan bisnis, menjalin jaringan, dan membahas peluang kolaborasi.
Baca juga: Sutradara Garin Nugroho: Indonesia Punya 3 Misi Penting di Festival Film Cannes 2025
Menteri Kebudayan Fadli Zon mengatakan, partisipasi sineas Indonesia di kancah global menandakan ekosistem film lokal terus membaik. Salah satunya dari jumlah penonton film Indonesia yang mencapai 80 juta pada 2024, serta mencetak rekor jumlah penonton tertinggi sepanjang masa.
Namun, menurut Menbud tantangan utama setelah moncernya film-film lokal adalah mempertahankan kinerja tersebut agar tidak merosot. Dari sinilah peran sineas untuk membuat film-film bermutu harus didukung, terutama untuk bersaing dan turut terlibat di kancah perfilman internasional.
"Kita berharap hadirnya delegasi Indonesia ke Cannes bisa memperkuat, menginspirasi, serta memberi daya dukung bagi perfilman nasional dan daerah-daerah. Ini menjadi semacam langkah besar untuk menjadikan budaya sebagai soft power," katanya saat konferensi pers di Jakarta, Selasa, (6/5/25).
Menbud mengungkap ada sejumlah film Indonesia yang nantinya akan dipresentasikan di Paviliun Indonesia di Cannes. Salah satunya adalah film Pangku, karya Reza Rahadian, yang sebelumnya terpilih menjadi salah satu film yang memenangkan HAF Goes to Cannes Program, di Hong Kong, pada Maret 2025.
Selain Pangku, film Jumbo juga bakal hadir di acara ini. Di Indonesia, film animasi ini jga tengah digandrungi penonton dan meraih jumlah penonton lebih dari 8 juta. Di Marche du Cannes nantinya Jumbo akan mencari mitra untuk memasarkan film tersebut ke sejumlah negara lain di dunia.
"Saya kira prestasi Jumbo ini juga tidak pernah terjadi dalam sejarah Indonesia. Film animasi yang mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Ini satu berita gembira yang harus kita rayakan," imbuh politikus partai Gerindra itu.
Setali tiga uang, Reza Rahadian mengungkap, di Marche du Cannes pihaknya akan mempresentasikan debut filmnya, Pangku untuk bertemu dengan calon mitra kolaborator seperti sales agent. Reza mengungkap keberhasilannya untuk mempresentasikan Pangku di Cannes juga butuh perjuangan yang panjang.
Titik tolok tersebut bermula dari JAFF Market, untuk bertemu dengan program direktur festival, produser, dan yang lain. Arkian perjalanan ini berlanjut ke HAF Goes to Cannes Program, yang menjadi bagian dari HKIFF Industry Project Market, salah satu platform pembiayaan film terkemuka di Asia.
"Di Cannes kami akan mempresentasikan materi film, cerita, kolaborasi, dan grants dari sumber manapun kurang lebih selama 10 menit. Kesempatan ini begitu besar di Gambar Gerak, di mana ini juga menjadi debut film saya," kata Reza.
Selain film-film di muka, sejumlah film lan juga akan ikut dipresentasikan di Paviliun Indonesia. Di antaranya adalah Renoir, produksi Kawan Kawan Media. Kemudian The Mourning Journey besutan Garin Nugroho, dan diproduseri oleh Christine Hakim. Ada pula Monster Pabrik Rambut katya sutradara Edwin.
Baca juga: Menyelami Film Asia di Cannes 2025, Ini Deretan Film yang Genhype Wajib Tahu
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.