Ilustrasi festival (Sumber gambar: website Festival de Cannes)

Menyelami Film Asia di Cannes 2025, Ini Deretan Film yang Genhype Wajib Tahu

01 May 2025   |   19:00 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Festival Film Cannes edisi ke-78 akan digelar pada 13 Mei hingga 24 Mei 2025 di kota Cannes, Prancis. Festival film paling prestisius di dunia ini akan kembali menjadi ajang para sineas internasional memamerkan karya-karya terbaik mereka.

Tahun ini, film-film Asia kembali mengambil bagian penting dalam kompetisi maupun pemutaran non-kompetitif. Sejumlah sutradara ternama dari Jepang, Palestina, hingga Arab Saudi tercatat berhasil lolos kurasi.

Mereka akan membawa karya-karya yang menampilkan keberagaman tema dan estetika sinematik yang makin matang. Tak hanya menyuguhkan tontonan, kehadiran film-film Asia di Cannes 2025 juga kerap kali membawa isu-isu sosial, politik, dan budaya yang tengah bergulir di kawasan.

Baca Juga: Profil Para Juri Palme d’Or Festival Film Cannes 2025, Jeremy Strong sampai Juliette Binoche

Dalam beberapa tahun terakhir, karya-karya dari Asia memang terus menunjukkan taringnya, dengan raihan penghargaan bergengsi seperti Palme d'Or, Grand Prix, hingga Best Director. Tahun ini, beberapa film bahkan menembus kategori kompetisi utama Palme d'Or, piala paling bergengsi di Cannes.

Berikut ini adalah sejumlah film Asia yang akan ditayangkan di Festival Film Cannes 2025 beserta sorotan cerita dan kekuatan sinematik yang mereka bawa ke panggung internasional.


1. It Was Just An Accident (Palme d'Or)

Film It Was Just An Accident akan ditayangkan di Festival Film Cannes 2025 dan berkompetisi dalam kategori Palme d'Or. Disutradarai oleh Jafar Panahi, film ini merupakan produksi dari negara Iran.

Sejauh ini, belum ada informasi lebih mengenai film dari Jafar Panahi tersebut. Namun, sebuah premis unik membuat film ini patut dinanti, yakni "Apa yang dimulai sebagai kecelakaan kecil memicu serangkaian konsekuensi yang meningkat,".

Film-film Panahi telah banyak berkompetisi di berbagai festival dunia. Beberapa karya populernya adalah The Circle (2000), Offside (2006), Taxi (2015), dan No Bears (2022). Panahi terakhir kali tampil di Cannes pada tahun 2021 dengan film dokumenternya, The Year of the Everlasting Storm (2021).


2. Renoir (Palme d'Or)

Film Renoir juga turut meramaikan Festival Film Cannes 2025 dalam ajang kompetisi Palme d'Or. Disutradarai oleh Chie Hayakawa, film ini dibintangi oleh Yui Suzuki, Hikari Ishida, dan Lily Franky. Produksi film ini melibatkan kerja sama dari lima negara, yakni Jepang, Prancis, Singapura, Filipina, dan Indonesia.

Diceritakan melalui sudut pandang seorang gadis berusia 11 tahun bernama Fuki, Renoir adalah kisah tentang anak remaja yang dipaksa tumbuh dewasa lebih dini. Berlatar Jepang 1980-an, Fuki mesti berjuang menghadapi ayahnya yang sakit parah. Sementara itu, ibunya selalu stres.

Di tengah semua gejolak kehidupan dewasa yang melingkupinya, dia mencoba menyelami imajinasinya sendiri lebih dalam. Renoir disutradarai oleh Chie Hayakawa yang sebelumnya dikenal lewat Plan 75 (2022), yang memenangkan penghargaan Special Mention dalam kompetisi Caméra d’Or.


3. Eagles of The Republic (Palme d'Or)

Film Eagles of the Republic akan diputar dalam kompetisi Palme d'Or di Festival Film Cannes 2025. Karya sutradara Tarik Saleh ini menghadirkan jajaran pemeran seperti Fares Fares, Lyna Khoudri, Zineb Triki, Amr Waked, Cherien Dabis, Donia Massoud, dan Sherwan Haji. Film ini merupakan hasil produksi kolaborasi antara Mesir, Swedia, Prancis, Denmark, dan Finlandia.

Eagles of the Republic adalah film ketiga dan terakhir dalam trilogi Kairo karya Tarik Saleh. Trilogi ini dimulai dengan The Nile Hilton Incident (2017) dan dilanjutkan dengan Boy from Heaven (2022). Seri ketiga ini akan mengeksplorasi sisi gelap industri film Mesir ketika seorang bintang yang sedang naik daun terjerat dalam penipuan, korupsi, dan propaganda.


4. Homebound (Un Certain Regard)

Film Homebound akan diputar dalam kategori Un Certain Regard di Festival Film Cannes 2025. Film ini disutradarai oleh Neeraj Ghaywan dan dibintangi oleh Janhvi Kapoor, Ishaan Khatter, serta Vishal Jethwa.

Meskipun detail tentang film produksi India ini masih dirahasiakan, Homebound telah dipilih untuk program Un Certain Regard. Capaian ini menandai kembalinya sang sutradara ke kategori tersebut setelah terakhir kali melakukannya pada 2015 melalui film debutnya, Masaan (2015).


5. A Pale View of Hills (Un Certain Regard)

Film Toi Yamanamino Hikari (A Pale View of Hills) akan bersaing dalam segmen Un Certain Regard di Cannes 2025. Disutradarai oleh Kei Ishikawa, film ini dibintangi oleh Fumi Nikaido, Suzu Hirose, Yo Yoshida, Camilla Aiko, Kouhei Matsushita, dan Tomokazu Miura.

Film kolaborasi produksi antara Jepang dan Inggris ini diadaptasi dari novel pemenang Hadiah Nobel karya penulis Kazuo Ishiguro dengan judul yang sama, A Pale View of Hills. Mengusung genre drama misteri, fim ini akan mengikuti Niki, seorang penulis muda dari London dengan ibu Jepang yang terasing, Etsuko (Suzu Hirose).

Setelah kematian saudara tirinya, Niki berhubungan kembali dengan Etsuko. Dirinya baru menyadari bahwa Etsuko adalah penyintas bom atom Nagasaki. Niki kemudian mencoba mencari benang merah antara hubungan Nagasaki-Inggris pada perang dingin dan membuka banyak hal menarik.


6. Once Upon a Time in Gaza (Un Certain Regard)

Film Once Upon a Time in Gaza akan tampil dalam program Un Certain Regard di Festival Film Cannes 2025. Film ini merupakan karya sutradara Arab Nasser dan Tarzan Nasser. Film produksi Palestina ini menempatkan Naber Abd Alhay sebagai pemeran utamanya.

Film ini berpusat pada tiga karakter: Yahia, seorang yang pemalu; Osama, seorang yang nekat; dan Sami, seorang yang munafik. Dengan memadukan persahabatan, balas dendam, dan humor gelap, film ini mencoba menggali kebenaran yang kerap kali terfragmentasi, terutama terkait bagaimana orang lain yang hanya mengetahui sebagian darinya, membangun narasi mereka sendiri.


7. Aisha Can't Fly Away (Un Certain Regard)

Film Aisha Can’t Fly Away juga berkompetisi dalam kategori Un Certain Regard. Disutradarai oleh Morad Mostafa, film ini menghadirkan sejumlah aktor berbakat, seperti Buliana Simona, Ziad Zaza, Emad Ghoneim, dan Mamdouh Saleh. Film produksi lintas negara ini melibatkan Mesir, Prancis, Jerman, Tunisia, Arab Saudi, Qatar, dan Sudan.

Film ini bercerita tentang Aisha adalah seorang wanita Somalia berusia 26 tahun yang tinggal di Ain-Shams. Ketika kekerasan dan ketegangan meningkat, kendali sosial politik beralih ke geng-geng lokal. Salah satu geng menawarkan perlindungan kepada Aisha, tetapi kemudian hidup Aisha jadi tergadai. Aisha Can’t Fly Away menandai film fitur perdana Morad Mostafa setelah beberapa kali membuat film pendek.


8. Promised Sky (Un Certain Regard)

Film Promised Sky akan tampil di segmen Un Certain Regard Cannes 2025. Disutradarai oleh Erige Sehiri, film ini dibintangi oleh Aissa Maiga, Laetitia Ky, dan Deborat Christelle Naney. Film ini merupakan produksi bersama antara Tunisia, Prancis, dan Qatar.

Berlatar pergolakan migran di Tunisia, Promised Sky mengikuti Marie, seorang pendeta asal Pantai Gading yang rumahnya menjadi tempat berlindung bagi Naney, seorang ibu muda, dan Jolie, seorang mahasiswa yang ambisius. Ketika seorang gadis yatim piatu tiba, solidaritas mereka diuji. Kisah ini mencoba memperlihatkan ketahanan dan kerentanan para migran yang selalu punya banyak sisi dan tak selalu bisa dilihat dari sudut pandang stereotip saja.


9. Exit 8 (Out of Competition)

Film Exit 8 akan tayang di program Midnight Screening (di luar kompetisi). Disutradarai oleh Genki Kawamura, film ini menampilkan Kazunari Ninomiya dan Yamato Kochi sebagai pemeran utamanya.

Film produksi Jepang ini diadaptasi dari sebuah game berjudul sama yang dikembangkan Kotake Create. Narasi film ini akan berpusat pada seorang tokoh utama yang terjebak dalam lingkaran yang tampaknya tak berujung di lorong stasiun metro Jepang.

Alur cerita film ini mencerminkan mekanisme dalam gim. Pemain mesti menavigasi koridor cerita yang berulang untuk menemukan perbedaan kecil sebelum akhirnya bisa maju.


10. Sons of the Neon Night (Out of Competition)

Film Feng Lin Huo Shan (Sons of the Neon Night) juga akan ditayangkan dalam program Midnight Screening (Out of Competition). Film ini disutradarai oleh Juno Mak dan ceritanya akan dihidupkan oleh deretan bintang, seperti Takeshi Kaneshiro, Sean Lau, Tony Leung Ka-Fai, Louis Koo, dan Michelle Wai.

Film produksi Hong Kong ini mengusung genre thriller kriminal. Film dimulai ketika sebuah ledakan tiba-tiba menewaskan seorang pengusaha kaya asal Hong Kong. Peristiwa ini memicu pertikaian antara pengedar narkoba dan mereka yang menentang narkoba.

Dalam upaya memperluas pengaruh, penerus sindikat narkoba berusaha menimbulkan kekacauan sosial, tetapi situasi justru makin tidak terkendali. Serangkaian peristiwa justru mengarah pada konsekuensi tak terduga yang mengejutkan banyak pihak.

Baca Juga: Film Korea Selatan Absen di Lineup Cannes Film Festival 2025
 

SEBELUMNYA

Dubai Jadi Kota Pertama di Kawasan Timur yang Raih Sertifikasi Destinasi Autisme

BERIKUTNYA

Penyanyi Korea Selatan HyunA Rilis Single Baru Mrs. Nail, Comeback Perdana Setelah Menikah

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga